Lompat ke konten

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Sumatera Selatan

BNPB Perkuat Penanganan Karhutla Sumatera Selatan
Foto: BNPB (X)

ASATUNEWS.CO, Palembang — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan melalui sinergi operasi udara dan darat. Dari udara, empat unit helikopter water bombing melaksanakan 160 kali penjatuhan air di wilayah Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Operasi tersebut juga diperkuat dua unit armada patroli udara yang menemukan 19 titik api atau fire spot untuk segera ditindaklanjuti.

Informasi itu disampaikan BNPB melalui unggahan resmi akun @BNPB_Indonesia di platform X, Jumat (28/8/2026) malam, sebagai laporan perkembangan penanganan yang berlangsung sejak Kamis (27/8/2026). Penanganan karhutla di Sumatera Selatan menjadi perhatian karena wilayah tersebut memiliki banyak lahan gambut yang rawan terbakar dan berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan masyarakat serta aktivitas penerbangan di sekitarnya.

Operasi Udara: 160 Kali Penjatuhan Air

Empat helikopter water bombing dikerahkan dan difokuskan pada dua wilayah yang paling banyak memiliki titik api, yaitu Kabupaten Banyuasin dan Kabupaten Ogan Komering Ilir. Total 160 kali penjatuhan air dilakukan untuk membasahi lahan gambut yang terbakar agar api tidak menyebar ke area yang lebih luas. Selain itu, dua unit armada patroli udara diterjunkan untuk memantau sebaran titik api dari ketinggian. Hasil patroli udara itu menemukan 19 fire spot yang kemudian langsung ditindaklanjuti oleh satuan tugas di darat.

Skala operasi udara tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla di Sumatera Selatan. Lahan gambut memiliki karakteristik yang sulit dipadamkan karena api dapat membakar di bawah permukaan tanah, sehingga penjatuhan air dari udara menjadi salah satu metode yang efektif untuk membasahi area yang sulit dijangkau petugas darat. Tanah gambut yang kering sangat mudah terbakar dan api di dalamnya dapat bertahan lama meski permukaannya tampak padam, sehingga pembasahan secara berulang dari udara menjadi langkah penting untuk memastikan api benar-benar mati hingga ke lapisan dalam.

Operasi pemadaman karhutla umumnya melibatkan banyak pihak, mulai dari personel BNPB, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga relawan dan masyarakat setempat. Helikopter water bombing mengambil air dari sungai atau danau terdekat, lalu menjatuhkannya tepat di atas titik api. Sementara itu, patroli udara berperan memetakan lokasi titik api yang mungkin tidak terlihat dari permukaan karena tertutup asap tebal, sehingga satuan darat dapat diarahkan secara lebih tepat sasaran.

Operasi Darat di Sembilan Wilayah

Di sisi lain, Satgas Darat terus melakukan pemadaman dan pembasahan di sembilan wilayah, yakni Prabumulih, Muara Enim, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Palembang, Banyuasin, Musi Rawas, dan Ogan Komering Ulu Selatan. Sedikitnya 20 hektare lahan berhasil dipadamkan oleh Satgas Darat dalam operasi tersebut. Penanganan terus dilakukan, terutama pada wilayah gambut dan lokasi yang masih berasap, untuk mencegah api kembali meluas.

Baca Juga Gempa Susulan M5,0 Guncang Ruteng NTT Malam Ini
Komponen OperasiDetail
Helikopter water bombing4 unit
Penjatuhan air160 kali (Banyuasin & Ogan Komering Ilir)
Armada patroli udara2 unit, menemukan 19 fire spot
Wilayah operasi Satgas Darat9 kabupaten/kota
Lahan berhasil dipadamkan20 hektare
Prioritas penangananLahan gambut & lokasi masih berasap

Karhutla Jadi Perhatian Nasional

Karhutla menjadi perhatian nasional sepanjang musim kemarau tahun ini. BNPB sebelumnya juga menangani kebakaran lahan di sejumlah provinsi, seperti Riau, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat, dengan mengerahkan helikopter water bombing dan operasi darat dalam skala besar. Di Sumatera Selatan, pemerintah pusat dan daerah bahu-membahu memastikan titik api segera dipadamkan sebelum api menjalar ke lahan gambut yang lebih luas.

Selain operasi pemadaman, upaya pencegahan juga menjadi kunci dalam menekan luasan karhutla. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia. BNPB juga meminta pemerintah daerah mengaktifkan posko siaga dan mempercepat respons terhadap laporan titik api agar api tidak sempat meluas.

Kabut asap akibat karhutla tidak hanya merugikan dari sisi lingkungan, tetapi juga berdampak pada kesehatan, gangguan transportasi, hingga kerugian ekonomi bagi masyarakat sekitar. Paparan asap dalam waktu lama dapat memicu gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru. Kabut asap yang tebal juga dapat mengganggu penerbangan dan aktivitas pelayaran, serta menurunkan kualitas udara hingga level yang tidak sehat. Karena itu, pemadaman yang cepat dan menyeluruh menjadi kunci untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Langkah Penanganan ke Depan

BNPB memastikan operasi penanganan karhutla di Sumatera Selatan akan terus berlanjut selama titik api masih ditemukan. Prioritas diberikan pada wilayah gambut dan lokasi yang masih berasap untuk mencegah api kembali membesar. Masyarakat dapat memantau perkembangan penanganan karhutla melalui akun resmi @BNPB_Indonesia di platform X, yang memperbarui laporan operasi udara dan darat secara berkala, termasuk data penjatuhan air dan temuan titik api terbaru.

Koordinasi antara BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan masyarakat menjadi kunci agar musim kemarau tahun ini tidak berujung pada bencana asap yang berkepanjangan. Dengan masih adanya 19 titik api yang terpantau dari patroli udara, kerja pemadaman dari udara maupun darat dipastikan terus digencarkan hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan dan lahan gambut di Sumatera Selatan kembali aman dari kebakaran.

Masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah rawan karhutla juga diimbau untuk segera melaporkan jika melihat tanda-tanda kebakaran lahan, sekecil apa pun, agar petugas dapat bertindak cepat sebelum api membesar. Kesadaran kolektif dalam mencegah karhutla, mulai dari tidak membakar lahan hingga melaporkan titik api, menjadi bagian penting dari upaya pemerintah menjaga kualitas udara dan mencegah kerugian yang lebih besar di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.

Ditulis oleh

Lanjut Baca