Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah pesisir utara Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah di NTT, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tenggara.
Berdasarkan unggahan resmi akun X BMKG @infoBMKG, pusat gempa berada di 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, NTT, pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer. Info gempa tersebut disampaikan BMKG melalui akun resminya di X: https://x.com/infoBMKG/status/2088385710629986385
“Pemutakhiran, Peringatan Dini Tsunami di NTT, SULSEL, NTB, SULTRA, Gempa Mag:7.7, 15-Aug-26 04:58:24 WIB, Lok: 8.41 LS, 121.39 BT, Kedalaman: 15 Km,” tulis BMKG dalam pemutakhiran peringatan dini tsunami di akun X @infoBMKG: https://x.com/infoBMKG/status/2088387920294199691
Peringatan Dini Tsunami Empat Provinsi
BMKG menetapkan status peringatan dini tsunami menyusul gempa dangkal berkekuatan besar ini. Masyarakat di pesisir NTT, Sulawesi Selatan, NTB, dan Sulawesi Tenggara diminta segera menjauh dari pantai dan menuju tempat yang lebih tinggi, serta tidak kembali ke area pantai sebelum status peringatan dicabut.
Baca Juga
Gempa M5,7 Guncang Ruteng-Manggarai, Susulan Masih Berlanjut
BMKG juga meminta masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan terus memantau informasi resmi dari akun @infoBMKG serta kanal resmi BMKG lainnya.
Rangkaian Gempa Susulan Terpantau
Berdasarkan data resmi BMKG, setelah gempa utama M7,7, wilayah NTT kembali diguncang sejumlah gempa susulan, antara lain magnitudo 6,2 di timur laut Labuanbajo (05.13 WIB), magnitudo 6,2 di timur laut Mbay, Nagekeo (05.28 WIB), serta beberapa guncangan magnitudo 5,5; 5,6; dan 5,3 dalam rentang waktu yang sama. BMKG terus memperbarui informasi aktivitas gempa susulan melalui akun resminya.
Waspada Tsunami Trending di Google
Kekhawatiran publik langsung terlihat dari mesin pencari. Google Trends Indonesia mencatat kata kunci “waspada tsunami” melonjak hingga lebih dari 100 ribu pencarian dalam empat jam terakhir atau naik sekitar 1.000 persen, disusul “tsunami warning” yang naik lebih dari 1.000 persen. Kata kunci “pusat gempa” juga masuk daftar topik yang paling banyak dicari warganet.
Hingga berita ini ditulis, BMKG masih melakukan pemantauan dan akan menyampaikan pembaruan status peringatan melalui kanal resmi. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau waspada dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi BMKG.
