Lompat ke konten

Gempa M5,4 Guncang Laut Selatan Cilacap, Getaran Terasa hingga Bantul dan Kebumen

Gempa M5,4 Guncang Laut Selatan Cilacap, Getaran Terasa hingga Bantul dan Kebumen
Foto: @infoBMKG (X)

ASATUNEWS.CO, Cilacap — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah laut selatan Jawa Tengah pada Jumat (4/9/2026) siang. Berdasarkan informasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pukul 12.04.59 WIB dengan episenter di koordinat 8,42 Lintang Selatan dan 109,02 Bujur Timur, tepatnya di laut 77 kilometer tenggara Cilacap, Jawa Tengah, pada kedalaman 10 kilometer. Getaran dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, dari Cilacap, Kebumen, Purwokerto, hingga Bantul dan Kulon Progo di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun media sosial resmi X @infoBMKG. Dalam unggahan yang dipublikasikan Jumat siang itu, BMKG menyebut guncangan terasa dalam skala III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulon Progo, dan Purwokerto, serta skala II hingga III MMI di Pangandaran, Jawa Barat. Getaran dengan intensitas lebih rendah, yakni II MMI, juga dirasakan di Sleman, Pacitan, dan Wonogiri. Stasiun Geofisika Kelas I Sleman melalui akun @bmkgjogja turut mengonfirmasi kejadian gempa yang sama dengan parameter magnitudo 5,4, berlokasi 77 kilometer tenggara Cilacap, Jawa Tengah.

Gempa ini langsung menyita perhatian publik. Google Trends Indonesia mencatat kata kunci “gempa”, “gempa jogja hari ini”, “gempa cilacap”, “gempa hari ini jawa tengah”, hingga “pusat gempa terkini” melonjak drastis dan menjadi pencarian teratas pada Jumat siang ini. Lonjakan itu menunjukkan getaran benar-benar dirasakan dan membuat warga di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga sekitarnya berbondong-bondong mencari informasi resmi.

Parameter Gempa dan Wilayah yang Merasakan Getaran

Berdasarkan unggahan resmi BMKG yang dapat disimak pada tautan berikut, https://x.com/infoBMKG/status/2095753093963186570 , berikut parameter gempa dan sebaran intensitas guncangannya:

ParameterKeterangan
Waktu kejadianJumat, 4 September 2026, pukul 12.04.59 WIB
Magnitudo5,4
Kedalaman10 kilometer
Episenter8,42 LS – 109,02 BT
LokasiLaut, 77 km tenggara Cilacap, Jawa Tengah
Dirasakan III MMIKebumen, Bantul, Cilacap, Kulon Progo, Purwokerto
Dirasakan II–III MMIPangandaran
Dirasakan II MMISleman, Pacitan, Wonogiri

BMKG mengingatkan bahwa informasi yang dikeluarkan mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan dapat berubah seiring kelengkapan data. Artinya, parameter gempa berpotensi diperbarui apabila analisis lanjutan menemukan data baru. Konfirmasi serupa juga dirilis Stasiun Geofisika Kelas I Sleman melalui unggahan @bmkgjogja di https://x.com/bmkgjogja/status/2095741987945431481 .

Rentetan Aktivitas Seismik di Selatan Jawa Hari Ini

Kejadian siang ini melengkapi rangkaian aktivitas seismik di perairan selatan Jawa pada hari yang sama. Sebelumnya, pada Jumat pagi, Stasiun Geofisika Kelas I Sleman mencatat tiga gempa kecil di laut selatan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gempa pertama berkekuatan magnitudo 2,7 terjadi pukul 09.38 WIB pada kedalaman 10 kilometer, disusul gempa magnitudo 2,6 pukul 10.23 WIB, lalu gempa magnitudo 2,7 pukul 10.45 WIB. Episenter ketiganya berada di laut dengan jarak sekitar 118 hingga 125 kilometer di selatan Gunungkidul pada kedalaman 12 hingga 13 kilometer.

BMKG belum menyatakan adanya keterkaitan langsung antara rentetan gempa kecil di selatan Gunungkidul dengan gempa magnitudo 5,4 di tenggara Cilacap. Meski demikian, seluruh kejadian itu berada dalam koridor seismik yang sama, yaitu jalur pertemuan lempeng di selatan Pulau Jawa yang selama ini dikenal aktif memproduksi gempa bumi. Publik tetap perlu mencermati informasi resmi agar tidak terjebak isu yang belum terverifikasi. Baca Juga Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang, Damkar DKI Bergerak

Rentetan gempa kecil di pagi hari itu pun terekam dan diumumkan satu per satu oleh Stasiun Geofisika Kelas I Sleman melalui akun @bmkgjogja, lengkap dengan parameter lokasi dan kedalamannya. Pola semacam ini lazim terjadi di selatan Jawa, di mana aktivitas seismik bisa muncul dalam beberapa kali kejadian dalam sehari dengan magnitudo bervariasi. Yang perlu dicermati publik adalah gempa berkekuatan signifikan seperti kejadian siang ini, terlebih jika disertai guncangan yang terasa kuat di permukiman padat.

Apa Arti Guncangan Skala III MMI?

Skala MMI (Modified Mercalli Intensity) digunakan BMKG untuk menggambarkan seberapa kuat getaran gempa dirasakan di suatu wilayah. Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas di dekat rumah. Pada skala II MMI, getaran dirasakan oleh sebagian orang yang sedang beristirahat, terutama di lantai atas bangunan, dan benda-benda ringan yang bergantung bisa terlihat bergoyang.

Laporan warga yang merasakan guncangan menjadi bahan berharga bagi BMKG untuk memetakan sebaran intensitas di lapangan. Karena itu, masyarakat yang merasakan getaran gempa dapat melaporkan pengalamannya melalui kanal resmi BMKG. Informasi semacam ini membantu penilaian dampak secara lebih cepat dan akurat, terutama untuk wilayah pesisir selatan Jawa yang padat penduduk. Apabila guncangan lebih kuat, misalnya mencapai skala IV MMI, getaran akan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, dan benda-benda seperti piring serta jendela dapat berbunyi akibat getaran.

Konteks Kegempaan Jawa Bagian Selatan

Kawasan pesisir selatan Jawa, termasuk perairan selatan Cilacap dan Yogyakarta, merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas kegempaan tertinggi di Indonesia. Secara tektonik, wilayah ini berada di jalur tumbukan Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga energi seismik kerap dilepaskan dalam bentuk gempa bumi dengan berbagai magnitudo. Sebagian besar gempa yang terjadi di wilayah ini berukuran kecil hingga menengah dan tidak menimbulkan kerusakan berarti.

Informasi yang dirilis BMKG untuk gempa magnitudo 5,4 ini tidak memuat peringatan tsunami. Hingga artikel ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat kejadian tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan terus memantau perkembangan melalui kanal resmi BMKG serta akun media sosial @infoBMKG dan @bmkgjogja. Kesigapan membaca informasi dari sumber resmi menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi seperti ini.

Peristiwa gempa kali ini juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan, mengingat wilayah selatan Jawa kerap menjadi langganan guncangan. Dengan memahami parameter gempa, sebaran intensitas, serta langkah evakuasi yang benar, risiko yang ditimbulkan oleh gempa bumi dapat ditekan seminimal mungkin.

Ditulis oleh

Lanjut Baca