Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah timur laut Ruteng-Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Minggu (16/8/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat guncangan terjadi pukul 13.51.48 WIB dengan episenter di koordinat 7,90 lintang selatan dan 120,64 bujur timur, atau sekitar 81 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Gempa ini menjadi bagian dari rentetan gempa susulan yang masih berlanjut pascagempa besar magnitudo 7,7 yang mengguncang NTT sehari sebelumnya.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun resmi X (Twitter) @infoBMKG. Dalam unggahannya, BMKG menuliskan:
#Gempa Mag:5.7, 16-Aug-2026 13:51:48WIB, Lok:7.90LS, 120.64BT (81 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn:10 Km #BMKG
BMKG mengingatkan informasi tersebut mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data. Unggahan lengkap BMKG dapat disimak melalui tautan berikut: https://x.com/infoBMKG/status/2088882731883372941
Rentetan Gempa Siang Ini
Pada waktu nyaris bersamaan, BMKG juga mencatat gempa magnitudo 5,5 di titik sekitar 77 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai dengan kedalaman 10 kilometer. Sebelumnya, pukul 13.25 WIB, gempa magnitudo 4,6 mengguncang laut 85 kilometer utara Mbay-Nagekeo dan getarannya dirasakan hingga skala II-III MMI di Ruteng. Rentetan berlanjut dengan gempa magnitudo 4,4 pada 13.54 WIB, 4,1 pada 13.59 WIB, 3,9 pada 14.02 WIB, serta sejumlah getaran lebih kecil. Dalam rentang waktu kurang dari satu jam, setidaknya delapan kali gempa terekam di sekitar kawasan tersebut.
Baca Juga
BMKG Akhiri Peringatan Tsunami Pasca Gempa M7,7 Flores, Dua Orang Meninggal
Korban dan Kerusakan Akibat Gempa M7,7
Gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Mbay, Nagekeo, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pagi sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut BMKG. Berdasarkan data sementara BNPB yang dirilis Sabtu pukul 18.48 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 47 orang, dengan sebaran di Kabupaten Manggarai 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Manggarai Barat 1 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang. Ratusan rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sementara kaji cepat dampak masih terus dilakukan petugas gabungan.
Bantuan Terus Mengalir ke NTT
Di tengah rentetan gempa, penyaluran bantuan terus berjalan. BNPB menyiapkan 50.000 paket sembako dengan total 275 ton bantuan yang dikirim dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 4.925 paket seberat 27,08 ton diberangkatkan menggunakan pesawat Hercules dari Lanud Halim Perdanakusuma menuju NTT. Pada Minggu (16/8), 1.725 paket tiba di Maumere dengan rincian 1.000 paket untuk Kabupaten Sikka dan 725 paket untuk Kabupaten Ende, sementara 3.200 paket tiba di Labuan Bajo untuk didistribusikan ke Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Nagekeo. Pengiriman menggunakan pesawat Hercules A-1343 dan A-1318.
Kementerian Sosial menerjunkan Tagana untuk evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga serta menggerakkan bantuan logistik senilai Rp4,52 miliar. Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono bersama sejumlah menteri dan kepala lembaga turun langsung ke wilayah terdampak. TNI Angkatan Udara turut mengerahkan dua pesawat Hercules untuk mengangkut 27 ton bantuan bagi korban gempa.
Sumber: akun X resmi @BNPB_Indonesia (https://x.com/BNPB_Indonesia/status/2088882201962389784), @KemensosRI (https://x.com/KemensosRI/status/2088824680476238305), dan @_TNIAU.
