Lompat ke konten

BNPB Padamkan Karhutla Kalteng dengan 332 Ribu Liter Air

BNPB Padamkan Karhutla Kalteng dengan 332 Ribu Liter Air
Foto: BNPB (X)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Tengah melalui operasi darat dan udara. Hingga Jumat (21/8/2026), operasi pemadaman menyasar titik api yang tersebar di 14 wilayah di provinsi tersebut.

Melalui akun media sosial X resminya, @BNPB_Indonesia, BNPB menyatakan tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk melakukan 83 kali penjatuhan air dengan total 332 ribu liter air. Hasilnya, lebih dari lima hektare lahan terbakar berhasil dipadamkan dari udara.

Operasi pemadaman darat turut melibatkan ribuan personel dari unsur BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan unsur terkait lainnya. Dari operasi darat, BNPB mencatat 5,68 hektare area terbakar berhasil dipadamkan di lokasi operasi.

Provinsi Prioritas Penanganan Karhutla

Kalimantan Tengah merupakan salah satu dari enam provinsi prioritas penanganan karhutla yang ditetapkan BNPB bersama Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Dalam sepekan terakhir, isu karhutla di Pulau Kalimantan menjadi perhatian nasional, termasuk dengan peninjauan langsung penanganan karhutla oleh Presiden Prabowo Subianto di Kalimantan Barat. Baca Juga Gempa Susulan M5,0 Guncang Ruteng NTT Malam Ini

Pemadaman, Pembatasan, dan Pendinginan

BNPB menyebut penanganan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pemadaman, pembatasan penjalaran api, dan pendinginan. Sinergi seluruh unsur di lapangan menjadi kunci untuk mengendalikan serta mencegah titik api meluas.

Karhutla yang meluas tidak hanya membakar lahan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Karena itu, operasi udara seperti water bombing menjadi penting untuk menjangkau titik api di area yang sulit diakses pasukan darat, sementara patroli dan pemantauan terus dilakukan agar api tidak kembali menyala.

Selain helikopter water bombing, penanganan karhutla di Kalimantan Tengah juga didukung operasi modifikasi cuaca (OMC) dan patroli udara untuk memantau perkembangan titik api secara berkala. Langkah ini bagian dari strategi BNPB agar api tidak kembali menyala di lahan yang sudah dipadamkan, sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di musim kemarau.

Ditulis oleh

Lanjut Baca