Gempa berkekuatan magnitudo 5,1 kembali mengguncang wilayah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) pukul 14.39 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Informasi tersebut disampaikan BMKG melalui akun resmi X (Twitter) @infoBMKG. Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada di koordinat 7,94 lintang selatan dan 120,79 bujur timur — sekitar 82 kilometer timur laut Ruteng–Manggarai — dengan kedalaman 10 kilometer.
#Gempa Mag:5.1, 15-Agu-26 14:39:41 WIB, Lok:7.94 LS,120.79 BT (82 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG
— @infoBMKG (BMKG), X/Twitter
Unggahan resmi BMKG tersebut dapat diakses melalui tautan: https://x.com/infoBMKG/status/2088532026790162555
Baca Juga
Gempa M7,7 Guncang Nagekeo NTT, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Gempa M5,1 ini merupakan bagian dari rentetan gempa susulan pascagempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, NTT, pada Sabtu dini hari. Aktivitas susulan masih berlangsung deras: dalam rentang pukul 14.37 hingga 15.03 WIB, BMKG mencatat sedikitnya sepuluh gempa susulan dengan magnitudo 2,4 hingga 5,1 di sekitar Ruteng, Labuan Bajo, dan Ende — termasuk gempa M4,7 pada pukul 15.01 WIB dan M4,5 pada 15.02 WIB di timur laut Labuan Bajo.
Informasi gempa susulan lainnya dari BMKG: https://x.com/infoBMKG/status/2088537457671524442 dan https://x.com/infoBMKG/status/2088537710126657981
Aktivitas Seismik Masih Tinggi
Derasnya gempa susulan menunjukkan energi di wilayah sesar busur belakang Flores masih dilepaskan secara bertahap setelah gempa utama M7,7 yang mengguncang Nagekeo pada Sabtu pagi. Gempa utama tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami yang kemudian dicabut BMKG, dan dilaporkan menewaskan dua orang serta memicu gelombang setinggi sekitar 0,94 meter di sejumlah titik pantai.
Dalam setiap informasi gempa, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga di wilayah terdampak juga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat guncangan, serta mewaspadai gempa susulan yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
