Lompat ke konten

BNPB Padamkan Karhutla Riau dengan 1,5 Juta Liter Air

BNPB Padamkan Karhutla Riau dengan 1,5 Juta Liter Air
Foto: BNPB (X)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau melalui operasi terpadu di darat dan udara. Hingga Jumat (21/8/2026), tim gabungan melakukan penanganan di sembilan kabupaten/kota sesuai titik api (fire spot) yang teridentifikasi melalui patroli udara, dengan estimasi luasan mencapai sekitar 27 hektare.

Melalui akun media sosial X resminya, @BNPB_Indonesia, BNPB menyatakan empat unit helikopter water bombing dikerahkan untuk melakukan 391 kali penjatuhan air atau sebanyak 1,5 juta liter air. Operasi udara ini berhasil memadamkan sekitar 21,4 hektare lahan yang menjadi sasaran pemadaman.

Sementara itu, di darat lebih dari 100 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman, pemantauan, dan pendinginan di sejumlah lokasi. Upaya penanganan terus dilakukan secara terpadu untuk mencegah api meluas dan memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

Baca Juga BNPB Kerahkan KRI Bung Hatta Angkut Logistik Korban Gempa NTT

Riau, Provinsi Langganan Karhutla

Riau merupakan salah satu provinsi yang paling sering dilanda karhutla di Indonesia dan menjadi bagian dari enam provinsi prioritas penanganan yang ditetapkan BNPB, bersama Kalimantan Tengah, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Titik api di Riau umumnya muncul di lahan gambut yang sulit dipadamkan hanya dari permukaan.

Peran Patroli Udara dan Water Bombing

Patroli udara menjadi kunci dalam mengidentifikasi titik api, sementara water bombing digunakan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses pasukan darat. Kombinasi operasi udara dan darat dinilai BNPB efektif menekan luasan lahan terbakar dan mencegah api meluas ke wilayah lain.

Penanganan karhutla di Riau menjadi penting karena kebakaran lahan gambut berpotensi menghasilkan kabut asap tebal yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat hingga aktivitas penerbangan di kawasan tersebut. BNPB memastikan pemadaman, pemantauan, dan pendinginan terus dilakukan hingga kondisi di lapangan terkendali.

Ditulis oleh

Lanjut Baca