Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan ketersediaan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini mencukupi. Pernyataan tersebut disampaikan saat kunjungan ke Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, dan diunggah melalui akun resmi DPR RI di X pada Selasa (25/8/2026).
“Dari sisi kebutuhan masyarakat, stoknya sudah memadai, selain yang ada di lokasi, baik Labuan Bajo maupun di titik-titik beberapa pengungsian, beberapa kabupaten ini, sudah memadai. Tinggal bagaimana memaksimalkan distribusi,” kata Marwan.
Menurut Marwan, tantangan penanganan bencana kali ini justru terletak pada percepatan distribusi bantuan agar menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses. Kondisi geografis NTT menjadi kendala utama, sehingga pemerintah melibatkan masyarakat dalam proses penyaluran, termasuk memanfaatkan kendaraan roda dua untuk mengantarkan logistik ke lokasi yang tidak bisa dilalui kendaraan besar.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menjelaskan, tantangan distribusi bantuan di NTT antara lain disebabkan lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai titik. Hingga saat ini BNPB telah menyalurkan 954 ton logistik; sebanyak 651,4 ton di antaranya didistribusikan dari Labuan Bajo ke sejumlah lokasi terdampak, sementara lebih dari 300 ton lainnya disalurkan melalui Maumere.
Baca Juga
Gempa M5,2 Guncang Ruteng Manggarai, Tak Berpotensi Tsunami
“Di samping jalur udara, kami juga mengerahkan sepeda motor. Ojek-ojek ini mengambil logistik di posko, kemudian kami libatkan untuk masuk ke lokasi-lokasi terdampak, supaya tidak ada lagi masyarakat yang mengungsi secara mandiri karena takut pulang ke rumahnya,” pungkas Suharyanto.
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores. Berdasarkan data BNPB, bencana tersebut menimbulkan 83 korban meninggal dunia, 986 orang luka-luka, dan lebih dari 110 ribu warga mengungsi, dengan puluhan ribu rumah rusak di delapan kabupaten. Marwan berharap optimalisasi distribusi dapat mempercepat penanganan sehingga masa tanggap darurat segera dilalui dan masyarakat dapat memasuki tahap pemulihan, rehabilitasi, serta rekonstruksi.
“Mudah-mudahan dengan sigapnya pemerintah yang dikoordinasikan oleh Pak Kepala BNPB ini, mudah-mudahan masyarakat tertangani dengan baik dan segera pulih,” tandasnya.
