Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama TNI Angkatan Laut mengerahkan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta untuk mendistribusikan logistik bantuan bagi warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal tersebut berlayar dari Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menuju Pelabuhan Reok di Kabupaten Manggarai.
“BNPB bersama dengan TNI Angkatan Laut bersinergi untuk percepatan penanganan pascagempa M7,7 NTT,” demikian keterangan yang disampaikan BNPB melalui akun resmi X (Twitter) @BNPB_Indonesia, Rabu (19/8/2026). Dalam pelayaran ini, KRI Bung Hatta mengangkut paket bantuan Presiden RI, paket sembako, tenda keluarga, dan tenda pengungsi dari BNPB, serta sejumlah bantuan donasi dari masyarakat.
Rute dan Muatan Bantuan
Setelah bersandar di Pelabuhan Reok, logistik tersebut selanjutnya akan dikirim ke wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. BNPB menjelaskan, transportasi laut dipilih untuk mempercepat dukungan logistik tiba di wilayah terdampak, mengingat sebagian wilayah di sekitar pusat gempa sulit dijangkau lewat jalur darat.
Selain KRI Bung Hatta, pemerintah melalui TNI AL juga mengerahkan KRI dr. Soeharso (KRI SHS), kapal bantu rumah sakit milik TNI Angkatan Laut, untuk melaksanakan bantuan kesehatan bagi korban gempa di NTT. Kehadiran kapal rumah sakit ini menjadi bagian dari upaya memastikan layanan kesehatan tetap berjalan bagi warga terdampak, termasuk di daerah yang fasilitas kesehatannya terganggu akibat bencana.
Baca Juga
Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Misi Kemanusiaan Gempa NTT
Gelombang Bantuan Darat-Udara-Laut
Pengerahan KRI Bung Hatta menambah gelombang bantuan pemerintah untuk menangani dampak gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Flores dan sekitarnya pada Selasa (18/8). Sebelumnya, Kementerian Sosial telah mengirim 65 ton logistik tambahan menggunakan lima pesawat TNI AU, sehingga total logistik yang dikirim mencapai 253 ton. Kini jalur laut dikerahkan untuk menjangkau wilayah yang membutuhkan percepatan distribusi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lebih dari 1.500 gempa susulan pasca gempa utama M7,7 tersebut. Penanganan darurat terus berjalan di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya, termasuk pendirian dapur umum dan posko pengungsian untuk melayani warga yang rumahnya rusak.
Informasi resmi terkait pengerahan KRI Bung Hatta dan KRI dr. Soeharso dapat disimak melalui unggahan BNPB di akun X resminya: https://x.com/BNPB_Indonesia/status/2089914315512139813
