Lompat ke konten

Polri: Video Bus Viral di Medsos Tak Sesuai Narasi yang Beredar

Polri: Video Bus Viral di Medsos Tak Sesuai Narasi yang Beredar
Foto: @DivHumas_Polri (X)

Korlantas Polri mengimbau masyarakat tidak terburu-buru percaya pada video bus yang beredar di media sosial, setelah pemantauan lapangan menemukan sejumlah video tersebut tidak sesuai dengan narasi yang menyertainya. Imbauan ini disampaikan melalui akun X resmi @DivHumas_Polri, Selasa (25/8/2026) sore.

Dalam unggahannya, jajaran Korlantas Polri melalui Induk PJR disebut terus melakukan monitoring langsung di berbagai gerbang tol dan jalur menuju Jakarta. “Dari hasil pemantauan lapangan, sejumlah video bus yang beredar di media sosial ternyata tidak sesuai dengan narasi yang menyertainya. Karena itu, masyarakat diimbau tidak terburu-buru menyimpulkan hanya berdasarkan potongan video atau informasi yang beredar,” demikian keterangan resmi Polri (x.com/DivHumas_Polri/status/2092160619617362174).

Klarifikasi ini muncul di tengah ramainya pencarian kata kunci “kecelakaan maut kramat jati” yang sempat menjadi salah satu topik terpopuler di Google Trends Indonesia pada Selasa sore, dengan volume pencarian 1.000 dan kenaikan tajam dalam empat jam terakhir. Imbauan Polri menjadi pengingat bahwa narasi yang beredar di media sosial belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan. Baca Juga Polri Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di 9 Provinsi

Jangan Langsung Percaya Potongan Video

Polri juga menyampaikan pesan bagi masyarakat yang sedang berwisata menggunakan bus agar tetap selamat dan menikmati perjalanan, serta mengajak seluruh pengguna jalan untuk tertib berlalu lintas. “Mari tetap tertib berlalu lintas, utamakan keselamatan, dan cek-ricek sebelum percaya dan membagikan informasi. Jangan sampai salah informasi membuat kita tersesat di jalan. Karena perjalanan yang aman dimulai dari informasi yang benar,” tulis Polri dengan tagar #CekRicek dan #SaringSebelumSharing.

Pola klarifikasi proaktif seperti ini menjadi langkah penting di tengah cepatnya penyebaran potongan video tanpa konteks. Bagi warga Jakarta yang menerima video kecelakaan atau peristiwa lain di grup keluarga maupun media sosial, langkah yang disarankan adalah mengecek ulang ke kanal resmi — termasuk akun kepolisian dan instansi terkait — sebelum membagikannya, agar informasi yang salah tidak semakin meluas.

Ditulis oleh

Lanjut Baca