Ahmad Zaki Ali, pendiri Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan duka cita secara resmi melalui akun X-nya, Sabtu (22/8/2026).
“Di tengah situasi bencana, almarhum memilih hadir dan membantu mereka yang membutuhkan. Dedikasi dan kepeduliannya menjadi bagian dari perjuangan kemanusiaan yang akan selalu dikenang,” demikian pernyataan BNPB dalam unggahan belasungkawanya.
Gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Flores, NTT, pada 18 Agustus lalu memicu gelombang besar aksi kemanusiaan dari berbagai pihak. Ribuan personel gabungan TNI, Polri, BNPB, Basarnas, dan relawan dikerahkan untuk penanganan darurat, termasuk penyaluran logistik melalui jalur darat, laut, dan udara. Kepergian Ahmad Zaki Ali terjadi di tengah padatnya operasi bantuan tersebut.
Baca Juga
KRI dr. Soeharso Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT
Duka Mendalam BNPB
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Segenap keluarga besar Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ahmad Zaki Ali, Founder Yayasan Gerak Bareng, yang meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan membantu masyarakat terdampak gempabumi M7,7 di Nusa Tenggara Timur,” tulis BNPB.
BNPB mendoakan seluruh amal kebaikan dan pengabdian almarhum diterima di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Kepergian relawan di tengah tugas kemanusiaan ini menyoroti pengorbanan para sukarelawan yang turun langsung membantu korban bencana di NTT.
