Lompat ke konten

Gempa Susulan M5,6 dan M5,1 Kembali Guncang Ruteng-Manggarai Malam Ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Susulan M5,6 dan M5,1 Kembali Guncang Ruteng-Manggarai Malam Ini, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Foto: @infoBMKG (X)

Dua gempa bumi kembali mengguncang wilayah Ruteng-Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (16/8/2026) malam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa susulan berkekuatan magnitudo 5,6 dan 5,1 yang terjadi beruntun dalam rentang waktu kurang dari 20 menit, dan memastikan keduanya tidak berpotensi tsunami.

Gempa pertama berkekuatan M5,6 terjadi pukul 17.14.37 WIB. Episenter berada di koordinat 7,93 Lintang Selatan dan 120,65 Bujur Timur, tepatnya 78 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer. Sekitar 17 menit kemudian, pukul 17.31.37 WIB, gempa susulan M5,1 kembali terjadi di lokasi yang hampir sama, yakni 7,93 LS dan 120,62 BT, atau di laut 78 kilometer utara Ruteng-Manggarai dengan kedalaman yang sama.

Informasi resmi tersebut disampaikan BMKG melalui akun X resminya @infoBMKG. Dalam cuitan pertama, BMKG menuliskan: “#Gempa Mag:5.6, 16-Agu-26 17:14:37 WIB, Lok:7.93 LS,120.65 BT (78 km TimurLaut RUTENG-MANGGARAI-NTT), Kedlmn:10 Km, tdk berpotensi tsunami #BMKG”. Sementara pada cuitan pembaruan, BMKG menyebut gempa M5,1 dirasakan hingga skala MMI IV di Kabupaten Manggarai.

Rentetan Gempa Masih Berlanjut

Gempa malam ini merupakan bagian dari rentetan aktivitas seismik yang belum reda di wilayah Flores, NTT, sejak gempa besar M7,7 mengguncang Nagekeo pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan data yang beredar di media sosial, gempa besar tersebut menewaskan puluhan orang, merusak ratusan bangunan, dan memaksa ribuan warga mengungsi. Sebelum dua gempa malam ini, BMKG juga mencatat gempa M5,7 di lokasi yang sama pada pukul 13.51 WIB.

Baca Juga Viral Challenge Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Polisi Mulai Selidiki The Sounds Project

Getaran gempa M5,1 dengan skala MMI IV berarti dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah pada siang hari, dan dapat menimbulkan keretakan halus pada dinding bangunan. Bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa sebelumnya, getaran susulan tentu menambah kekhawatiran, terutama menjelang malam hari.

Imbauan BMKG: Tenang dan Waspada

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Warga diminta menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, dan kembali ke rumah hanya setelah memastikan kondisi bangunan aman. Informasi resmi mengenai gempa dan peringatan dini tsunami hanya bersumber dari akun resmi BMKG, baik melalui @infoBMKG di X maupun kanal resmi lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan signifikan akibat dua gempa susulan malam ini. Warga di pesisir tetap diminta waspada mengingat episenter berada di laut, meski BMKG menegaskan kedua gempa tidak berpotensi tsunami.

Sumber: Cuitan resmi @infoBMKG (gempa M5,6) dan Cuitan resmi @infoBMKG (gempa M5,1).

Ditulis oleh

Lanjut Baca