Lompat ke konten

SGS 2026: Pasukan Marinir Latihan Tembak Mortir di Teluk Pandan, Lampung

SGS 2026: Pasukan Marinir Latihan Tembak Mortir di Teluk Pandan, Lampung
Foto: Pusat Penerangan TNI (X)

ASATUNEWS.CO, Pesawaran — Pasukan marinir (Marfor) peserta Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2026 menggelar latihan menembak mortir dan menembak reaksi di Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut diunggah Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) melalui akun X resmi @Puspen_TNI pada Kamis (3/9/2026) sore dalam bentuk video berdurasi sekitar satu menit lebih.

Dalam keterangannya, Puspen TNI menyebut latihan ini dirancang untuk menguji keterampilan, ketepatan, dan kecepatan personel dalam menembak mortir, sekaligus mengasah naluri tempur melalui latihan tembak lorong reaksi. Video yang diunggah memperlihatkan personel yang tergabung dalam delegasi negara peserta SGS 2026 berlatih dengan senjata mortir di area terbuka kawasan pesisir Teluk Pandan.

Kronologi dan Isi Latihan

“Peserta Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 Marfor melaksanakan latihan Menembak Mortir dan Menembak Reaksi di Teluk Pandan, Kab. Pesawaran, Lampung, Selasa (1/9/2026). Delegasi negara peserta menguji keterampilan, ketepatan, dan kecepatan dalam menembak mortir serta mengasah naluri tempur melalui latihan tembak lorong reaksi.”

Kutipan tersebut menjadi bagian dari unggahan resmi Puspen TNI yang diunggah dengan tagar #sgs26, #TogetherWeTrain, dan #StrengthThroughPartnership. Video berdurasi sekitar 76 detik itu memperlihatkan rangkaian latihan: personel menyiapkan mortir, melakukan tembakan ke sasaran, hingga latihan reaksi tembak cepat di lorong latihan. Unggahan ini menjadi dokumentasi resmi kegiatan SGS 2026 yang disebarluaskan TNI kepada publik.

Bagi pembaca yang belum familiar, mortir adalah senjata artileri yang menembakkan peluru dengan lintasan melengkung (parabola) ke sasaran, umumnya digunakan untuk mendukung infanteri menghancurkan sasaran di balik perlindungan atau jarak menengah. Adapun tembak reaksi melatih kecepatan personel dalam membidik dan menembak sasaran yang muncul secara mendadak — keterampilan yang penting dalam pertempuran jarak dekat maupun operasi di area terbangun.

Marfor sendiri merujuk pada kekuatan marinir yang terlibat dalam latihan tersebut. Di tubuh TNI, Korps Marinir merupakan pasukan inti TNI Angkatan Laut yang mengemban tugas operasi amfibi, pertahanan pangkalan, dan pengamanan objek vital nasional. Keterlibatan pasukan marinir dalam SGS 2026 sejalan dengan fokus latihan pada operasi gabungan di wilayah pesisir, di mana kemampuan pendaratan dan penguasaan pantai menjadi salah satu skenario utama yang diuji.

Teluk Pandan sendiri merupakan kecamatan di Kabupaten Pesawaran yang berada di pesisir Teluk Lampung, tidak jauh dari Bandar Lampung. Kawasan ini dikenal memiliki garis pantai yang panjang dan medan yang beragam, sehingga cocok dijadikan lokasi latihan menembak maupun manuver pasukan. Pemilihan lokasi di Lampung juga menegaskan bahwa SGS 2026 tidak terpusat di satu daerah, melainkan tersebar di sejumlah titik strategis untuk menguji kemampuan pasukan di medan yang berbeda-beda.

Super Garuda Shield 2026

Super Garuda Shield merupakan latihan gabungan bersama tahunan antara TNI dan militer Amerika Serikat yang pada 2026 memasuki edisi kelima (ke-V). Latihan ini melibatkan personel dari berbagai matra TNI serta militer negara sahabat, dengan fokus memperkuat interoperabilitas dan kesiapan operasi bersama menghadapi ancaman kontemporer. Tahun ini, rangkaian SGS 2026 berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Lampung dan Jakarta. Baca Juga Samuel Wattimena: Akses Modal UMKM Harus Dipermudah

Sepanjang pekan ini, Puspen TNI merilis sejumlah kegiatan SGS 2026 lainnya. Pada Selasa (1/9/2026), misalnya, 13 personel operasi khusus (SOF) gabungan TNI dan US Army melaksanakan infiltrasi udara dari pesawat CN-235 milik Angkatan Udara Perancis di Lanud Gatot Subroto, Lampung, dalam dua sortie yang berjalan lancar. Kegiatan itu kemudian dilanjutkan simulasi sabotase terbatas terhadap sasaran strategis, menunjukkan tingkat kompleksitas latihan yang melibatkan berbagai kecabangan.

TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat juga menggelar seminar hukum dan kesehatan di Kolat Koarmada I, Kelapa Gading, Jakarta, pada 1-2 September 2026. Dalam forum bertajuk Medical Subject Matter Expert Exchange itu, para peserta membahas materi seperti Tactical Combat Casualty Care (TCCC), Damage Control Surgery (DCS), hingga bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (HADR). Kegiatan-kegiatan tersebut menunjukkan bahwa SGS 2026 mencakup spektrum luas, dari operasi tempur hingga dukungan medis.

Di Lampung, SGS 2026 memanfaatkan sejumlah fasilitas latihan, antara lain Lanud Gatot Subroto yang menjadi lokasi latihan infiltrasi udara personel operasi khusus gabungan TNI dan US Army, serta Teluk Pandan di Kabupaten Pesawaran yang menjadi lokasi latihan menembak pasukan marinir. Sementara di Jakarta, rangkaian kegiatan mencakup seminar hukum dan kesehatan yang digelar TNI Angkatan Laut bersama Angkatan Laut Amerika Serikat di Kolat Koarmada I, Kelapa Gading, serta sejumlah latihan lain yang dirilis Puspen TNI sepanjang pekan ini.

Makna Latihan Menembak bagi Kesiapan Operasi

Latihan menembak mortir di kawasan pesisir seperti Teluk Pandan memiliki makna strategis tersendiri. Teluk Pandan berada di pesisir Teluk Lampung, wilayah yang secara geografis relevan dengan doktrin operasi pendaratan amfibi dan pertahanan pantai. Bagi pasukan marinir, kemampuan menembak yang presisi di medan pantai merupakan salah satu kompetensi inti yang harus terus dipelihara.

Latihan tembak lorong reaksi, di sisi lain, melatih aspek taktis yang berbeda: pengambilan keputusan cepat di bawah tekanan. Personel dituntut bergerak dalam lorong latihan sambil membidik sasaran yang bermunculan secara tiba-tiba, meniru situasi pertempuran jarak dekat di area permukiman atau hutan. Kombinasi kedua latihan ini menunjukkan bahwa SGS 2026 tidak hanya menguji alutsista, tetapi juga naluri tempur dan profesionalisme prajurit.

Interoperabilitas dan Semangat Kemitraan

Pelibatan delegasi negara peserta dalam latihan menembak ini menegaskan semangat utama SGS: berlatih bersama, bertukar pengalaman, dan memperkuat kepercayaan antarpersonel lintas negara. Melalui tagar #TogetherWeTrain dan #StrengthThroughPartnership, TNI menekankan bahwa latihan semacam ini menjadi ajang memperkuat kerja sama pertahanan yang saling menguntungkan.

Bagi publik Indonesia, unggahan resmi semacam ini menjadi jendela untuk melihat langsung kesiapan prajurit TNI dalam latihan bertaraf internasional. Puspen TNI sendiri secara rutin merilis dokumentasi kegiatan SGS 2026, sehingga perkembangan latihan dapat dipantau masyarakat melalui kanal media sosial resmi TNI. Rangkaian SGS 2026 yang masih berlangsung diharapkan terus mempererat hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat.

Ditulis oleh

Lanjut Baca