ASATUNEWS.CO, Jakarta — Fraksi PDI Perjuangan DPR RI mendorong pemerintah segera menghadirkan kebijakan konkret untuk menjamin kesejahteraan dan perlindungan tenaga kesehatan. Dorongan ini disampaikan melalui keterangan resmi fraksi yang diunggah akun DPP PDI Perjuangan di X pada Kamis (3/9/2026): https://x.com/PDI_Perjuangan/status/2095451739864584704
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan para tenaga kesehatan atau nakes memperoleh penghasilan dan insentif yang layak, perlindungan kerja, jaminan sosial, serta kepastian status. Fraksi PDI Perjuangan juga menekankan pentingnya keseriusan dan komitmen pemerintah untuk segera merealisasikan kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk kepastian status bagi tenaga kesehatan non-ASN yang selama ini kerap berada dalam posisi paling rentan.
Dorongan Konkret Fraksi PDI Perjuangan
Dalam keterangan yang disiarkan melalui media sosial resminya, Fraksi PDI Perjuangan menyebut sejumlah aspek yang harus dipenuhi pemerintah agar kesejahteraan nakes tidak sekadar menjadi wacana. Dorongan itu mencakup perbaikan penghasilan, jaminan perlindungan saat bertugas, akses jaminan sosial, hingga kejelasan status kepegawaian bagi mereka yang belum berstatus aparatur sipil negara.
Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan nakes memperoleh penghasilan dan insentif yang layak, perlindungan kerja, jaminan sosial, serta kepastian status tenaga kesehatan,
Fraksi PDI Perjuangan menegaskan bahwa keseriusan dan komitmen pemerintah menjadi kunci utama. Tanpa komitmen yang kuat, berbagai kebijakan yang sudah digulirkan dikhawatirkan kembali mandek di tataran implementasi, sementara tuntutan di lapangan terus berjalan seiring kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat yang semakin kompleks.
| Aspek | Pokok Dorongan Fraksi PDIP |
|---|---|
| Penghasilan dan insentif | Layak dan segera direalisasikan |
| Perlindungan kerja | Jaminan keamanan saat bertugas |
| Jaminan sosial | Akses bagi seluruh tenaga kesehatan |
| Kepastian status | Termasuk nakes non-ASN |
Tabel di atas merangkum pokok-pokok dorongan yang termuat dalam keterangan resmi Fraksi PDI Perjuangan. Keempat aspek itu saling berkaitan: kepastian status, misalnya, menjadi pintu masuk bagi nakes untuk mengakses skema jaminan sosial dan jenjang karier yang lebih baik.
Konteks: Posisi Tenaga Kesehatan Non-ASN
Persoalan kesejahteraan tenaga kesehatan sebenarnya bukan persoalan baru. Di banyak daerah, sebagian besar tenaga kesehatan di puskesmas dan fasilitas layanan kesehatan masih berstatus non-ASN, baik sebagai tenaga kontrak maupun honorer. Mereka mengemban tugas pelayanan dasar yang berat, termasuk di daerah terpencil dan tertinggal, namun kerap menghadapi ketidakpastian soal penghasilan, jaminan sosial, hingga kelanjutan status kepegawaian.
Ketidakpastian itu berdampak nyata pada mutasi dan retensi tenaga kesehatan. Tidak sedikit nakes yang akhirnya memilih pindah ke kota besar atau ke sektor swasta karena merasa masa depannya lebih terjamin, sementara fasilitas kesehatan di daerah kekurangan tenaga. Kondisi inilah yang membuat desakan agar pemerintah memberi kepastian status bagi nakes non-ASN terus mengemuka, baik di DPR maupun di kalangan organisasi profesi kesehatan.
Baca Juga
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Tuntas Desember
Di sisi lain, transformasi kepegawaian yang tengah berjalan di lingkungan pemerintahan, termasuk pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK, menjadi salah satu jalur yang dinanti banyak tenaga kesehatan non-ASN. Namun, tanpa kebijakan afirmatif yang memadai, tidak semua nakes bisa tertampung, sehingga desakan terhadap pemerintah untuk menyiapkan skema yang jelas dan berkeadilan menjadi relevan.
Kepastian status bukan sekadar soal administrasi kepegawaian. Bagi seorang nakes, status kepegawaian menentukan jenjang karier, besaran tunjangan, akses pelatihan, hingga jaminan hari tua. Tanpa kepastian itu, banyak tenaga kesehatan muda yang enggan meniti karier panjang di daerah asalnya, dan pada gilirannya pemerintah daerah kesulitan mempertahankan tenaga terlatih yang sudah diinvestasikan biaya pendidikan dan pelatihannya.
Apa Artinya bagi Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Kesejahteraan tenaga kesehatan pada akhirnya berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat. Nakes yang dihargai dengan penghasilan layak dan dilindungi saat bertugas cenderung lebih termotivasi memberikan pelayanan prima. Sebaliknya, beban kerja tinggi tanpa kepastian kesejahteraan berpotensi menurunkan kualitas layanan dan meningkatkan risiko kesalahan medis di tengah keterbatasan fasilitas.
Dorongan Fraksi PDI Perjuangan ini juga muncul di tengah perhatian publik yang besar terhadap dunia kesehatan, mulai dari upaya pemerataan layanan hingga digitalisasi rekam medis. Dengan adanya tekanan politik yang konsisten dari DPR, pemerintah diharapkan memasukkan agenda kesejahteraan nakes secara konkret dalam perencanaan anggaran dan kebijakan kepegawaian, bukan hanya dalam bentuk janji.
Keterangan resmi fraksi tersebut melengkapi rangkaian pernyataan politik PDI Perjuangan pekan ini terkait isu-isu kesejahteraan masyarakat. Publik, khususnya organisasi profesi kesehatan dan para nakes di daerah, akan mencermati apakah dorongan ini ditindaklanjuti dalam kebijakan pemerintah, termasuk dalam pembahasan anggaran pendidikan dan kesehatan di DPR pada masa sidang mendatang. Kepastian itu pula yang selama ini dinanti para garda terdepan layanan kesehatan Indonesia.
Perhatian terhadap nasib tenaga kesehatan sebenarnya menguat sejak masa krisis kesehatan global beberapa tahun lalu, ketika nakes menjadi barisan paling depan dengan risiko paling besar. Pengalaman itu meninggalkan pelajaran berharga: negara perlu hadir tidak hanya saat krisis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari para nakes melalui penghasilan yang layak dan perlindungan yang memadai. Banyak pihak menilai momentum itu belum sepenuhnya dimanfaatkan pemerintah untuk melakukan perbaikan struktural bagi profesi ini.
Di tingkat daerah, persoalan yang dihadapi nakes bahkan lebih beragam. Sebagian daerah masih kesulitan membayar insentif tepat waktu karena keterbatasan anggaran, sementara di daerah terpencil, tantangan berupa minimnya fasilitas dan akses transportasi menambah berat tugas mereka. Karena itu, dorongan politik dari DPR dinilai perlu dibarengi skema pendanaan yang jelas, baik dari anggaran pemerintah pusat maupun transfer ke daerah, agar kebijakan kesejahteraan nakes tidak berbeda-beda antardaerah.
Fraksi PDI Perjuangan sendiri selama ini konsisten menyuarakan isu-isu pelayanan publik dan kesejahteraan pekerja, termasuk di sektor kesehatan. Dengan menyampaikan sikap ini secara terbuka melalui kanal resmi partai, publik dapat menjadikannya bahan evaluasi terhadap konsistensi pemerintah dalam merealisasikan perlindungan sosial bagi profesi yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak tersebut.
