ASATUNEWS.CO, Bandung — Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi membuka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) ke-V Tahun 2026. Pembukaan latihan yang melibatkan ribuan personel multinasional itu dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Senin (31/8/2026). Latihan ini akan berlangsung mulai 31 Agustus hingga 11 September 2026.
Keterangan resmi tersebut disampaikan TNI melalui akun media sosial resmi Pusat Penerangan TNI (@Puspen_TNI) pada Selasa (1/9/2026) malam WIB, disertai video suasana upacara pembukaan. Dalam unggahannya, TNI menyebut latihan ini melibatkan 4.743 personel multinasional dari TNI dan negara-negara mitra di kawasan Indo-Pasifik, menjadikannya salah satu latihan gabungan terbesar yang digelar Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Kronologi Pembukaan
Upacara pembukaan berlangsung khidmat di lingkungan Sesko TNI, Bandung. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bertindak sebagai inspektur upacara, didampingi sejumlah pejabat tinggi TNI serta perwakilan negara-negara mitra yang ikut serta dalam latihan. Kehadiran Panglima TNI secara langsung menegaskan besarnya perhatian pimpinan TNI terhadap pelaksanaan latihan gabungan internasional ini.
Dalam sambutannya, Panglima TNI menekankan pentingnya latihan bersama dalam memperkuat interoperabilitas antarnegara. Latihan semacam ini dinilai menjadi sarana efektif untuk membangun kepercayaan dan kerja sama pertahanan di kawasan, sekaligus meningkatkan profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan yang semakin kompleks.
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Nama Latihan | Latgabma Super Garuda Shield (SGS) ke-V 2026 |
| Periode | 31 Agustus – 11 September 2026 |
| Pembukaan | Gedung Graha Widya Adibrata, Sesko TNI, Bandung |
| Inspektur Upacara | Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto |
| Jumlah Personel | 4.743 personel multinasional |
| Peserta | TNI dan negara-negara mitra Indo-Pasifik |
Super Garuda Shield dan Kerja Sama Indo-Pasifik
Super Garuda Shield merupakan latihan gabungan tahunan yang digelar Indonesia bersama negara-negara mitra, khususnya di kawasan Indo-Pasifik. Edisi 2026 ini merupakan penyelenggaraan yang kelima, menandai semakin matangnya kerja sama pertahanan Indonesia dengan sejumlah negara sahabat. Latihan ini mencakup berbagai skenario operasi militer, mulai dari latihan taktis pasukan darat, operasi udara, hingga simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Kawasan Indo-Pasifik sendiri menjadi pusat perhatian global karena dinamika geopolitiknya yang terus berkembang. Melalui latihan bersama seperti Super Garuda Shield, Indonesia menunjukkan komitmennya untuk berkontribusi menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat kemampuan pertahanan nasional. Partisipasi personel multinasional dalam jumlah besar juga menjadi bukti kepercayaan negara-negara mitra terhadap profesionalisme TNI.
Dampak bagi Pertahanan Nasional
Bagi TNI, latihan ini memberikan banyak manfaat, di antaranya peningkatan kemampuan tempur, pertukaran pengetahuan dan taktik dengan militer negara lain, serta penguatan interoperabilitas antarsatuan. Para prajurit yang terlibat akan diuji kemampuannya dalam berbagai skenario yang menuntut koordinasi lintas matra dan lintas negara, pengalaman yang tidak selalu didapatkan dalam latihan domestik.
Selain aspek militer, latihan ini juga berdampak pada perekonomian dan pariwisata daerah, khususnya Jawa Barat. Kehadiran ribuan personel dari berbagai negara selama hampir dua pekan otomatis menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, dan usaha kecil di sekitar lokasi latihan. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi daerah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan latihan.
Baca Juga
Stevano Dorong Guru PPPK di Daerah 3T Diprioritaskan Jadi PNS
Apa Artinya bagi Keamanan Regional
Penyelenggaraan Super Garuda Shield ke-V ini juga menjadi sinyal penting bagi dinamika keamanan kawasan. Di tengah meningkatnya kompetisi kekuatan besar di Indo-Pasifik, latihan gabungan yang transparan dan terencana justru berperan sebagai mekanisme confidence building, yang mengurangi potensi kesalahpahaman antarpihak. Indonesia, dengan kebijakan luar negeri bebas-aktifnya, memandang kerja sama pertahanan yang inklusif sebagai kunci menjaga perdamaian regional.
Rangkaian latihan akan terus berjalan hingga 11 September 2026 dengan berbagai skenario latihan di sejumlah lokasi. Masyarakat diimbau tetap tenang karena aktivitas latihan militer yang berlangsung telah dikoordinasikan dengan pihak terkait. TNI juga memastikan seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan, baik bagi personel yang terlibat maupun masyarakat sekitar lokasi latihan.
Sejarah dan Perkembangan Latihan
Super Garuda Shield pertama kali digelar pada tahun 2022 sebagai pengembangan dari latihan Garuda Shield yang telah berlangsung lama antara TNI dan mitra strategisnya. Sejak saat itu, cakupan dan jumlah peserta latihan terus berkembang setiap tahunnya. Dari awalnya yang berskala terbatas, kini latihan tersebut melibatkan ribuan personel dari berbagai negara dan mencakup skenario operasi yang semakin kompleks.
Evolusi latihan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan negara-negara mitra terhadap TNI sebagai mitra pertahanan yang kredibel. Selain latihan militer murni, Super Garuda Shield juga memasukkan komponen kerja sama sipil-militer, termasuk bantuan kemanusiaan, tanggap darurat, dan operasi penanggulangan bencana, yang menjadi ciri khas operasi militer modern di kawasan rawan bencana seperti Asia Tenggara.
Peran Prajurit TNI dalam Latihan
Ribuan prajurit TNI dari berbagai matra — Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara — dilibatkan dalam latihan ini. Mereka akan berlatih bersama personel militer negara mitra dalam berbagai skenario, mulai dari perencanaan operasi bersama, latihan tembak, hingga simulasi evakuasi dan bantuan kemanusiaan. Keterlibatan lintas matra ini menjadi ajang pembuktian kemampuan TNI dalam menggelar operasi gabungan secara terpadu.
Bagi para prajurit muda, latihan ini menjadi pengalaman berharga untuk berinteraksi dengan militer negara lain dan mempelajari standar operasi internasional. Pengalaman ini diharapkan mampu meningkatkan profesionalisme dan kesiapan tempur prajurit, sekaligus memperluas wawasan mereka tentang perkembangan doktrin militer global.
Respons Masyarakat dan Pemerintah Daerah
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut baik penyelenggaraan latihan ini di wilayahnya. Selain menjadi kebanggaan daerah, kehadiran peserta dari berbagai negara memberikan dampak ekonomi positif, terutama bagi sektor jasa dan pariwisata Bandung. Masyarakat setempat juga antusias menyaksikan aktivitas latihan, meski tetap diimbau untuk menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar lokasi.
TNI berkomitmen menjaga hubungan baik dengan masyarakat selama pelaksanaan latihan. Sejumlah kegiatan sosial juga dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian latihan, termasuk bakti kesehatan dan kegiatan kemanusiaan lainnya, sebagai wujud nyata kedekatan TNI dengan rakyat. Hal ini sejalan dengan doktrin TNI sebagai tentara rakyat yang selalu hadir di tengah masyarakat.
