Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. terjun langsung ke Posko BPBD Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memantau penanganan pascagempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Dari posko tersebut, berbagai informasi dan kondisi di lapangan dijadikan dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Kehadiran Kepala BNPB di Posko BPBD Sikka disampaikan melalui akun resmi BNPB Indonesia di X, Rabu (19/8/2026). Kepala BNPB datang langsung ke lokasi untuk melihat perkembangan penanganan bencana, bersamaan dengan upaya pemerintah mempercepat pemulihan daerah terdampak gempa.
Rapat Koordinasi di Posko Sikka
Bersama pemerintah daerah dan unsur terkait, Kepala BNPB memimpin rapat koordinasi untuk membahas kebutuhan masyarakat terdampak, dukungan yang diperlukan, hingga kelancaran distribusi bantuan. BNPB menegaskan koordinasi terus diperkuat agar setiap langkah penanganan bergerak sesuai kebutuhan dan benar-benar sampai ke masyarakat terdampak.
Baca Juga
KRI dr. Soeharso Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT
Gempa M7,7 yang berpusat di wilayah Flores itu telah memicu kerusakan di sejumlah kabupaten di NTT, termasuk Manggarai, Sikka, dan Nagekeo. Sebelumnya, pemerintah telah mengirimkan puluhan ton bantuan logistik bagi warga terdampak melalui lima pesawat TNI AU yang dilepas Seskab Teddy Indra Wijaya bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wamen Sosial Agus Jabo Priyono, Rabu dini hari (19/8/2026).
“Dari Sikka, koordinasi terus diperkuat agar setiap langkah penanganan dapat bergerak sesuai kebutuhan dan benar-benar sampai ke masyarakat terdampak,” demikian pernyataan BNPB dalam unggahan resminya.
Langkah Kepala BNPB turun langsung ke posko penanganan menjadi bagian dari upaya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi, mulai dari tempat tinggal sementara, makanan, hingga layanan kesehatan pascagempa. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
