ASATUNEWS.CO, Cagliari — Hellas Verona memastikan satu tempat di babak 16 besar (ottavi di finale) Coppa Italia Frecciarossa 2026/27 setelah menaklukkan tuan rumah Cagliari dengan skor 1-2 pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Stadion Unipol Domus, Kamis malam hingga Jumat dini hari WIB. Gol kemenangan Verona dicetak oleh penyerang Samuele Mulattieri pada menit ke-87, hanya beberapa menit setelah Cagliari berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Paul Mendy. Dengan hasil ini, Verona melaju ke babak berikutnya, sementara Cagliari yang tampil sebagai tuan rumah harus mengucapkan selamat tinggal pada kompetisi piala domestik musim ini.
Kemenangan Verona ini dikonfirmasi langsung oleh akun resmi Cagliari yang menuliskan status singkat bertajuk “Passa il turno il Verona” (“Verona lolos ke babak berikutnya”) melalui akun X resmi @CagliariCalcio. Unggahan tersebut sekaligus menjadi penanda resmi berakhirnya perjuangan tim asal Sardinia itu di ajang piala musim 2026/27. Sementara itu, akun resmi Hellas Verona @HellasVeronaFC merayakan gol penentu Mulattieri dengan keterangan “MULATTIERIII!” pada menit ke-87, menegaskan bahwa gol sundulan-kaki kanan pemain asal Italia itu menjadi pembeda di laga sengit tersebut.
Kronologi Pertandingan
Kronologi pertandingan berjalan menegangkan sejak babak pertama. Verona unggul lebih dulu pada menit ke-23 melalui Abdou Harroui yang mencetak gol lewat penyelesaian sederhana (tap in) memanfaatkan assist Rocha Livramento, sebagaimana ditulis akun resmi @HellasVeronaFC. Gol tersebut membuat tuan rumah Cagliari tertinggal, dan skor 0-1 bertahan hingga jeda. Menjelang turun minum, akun @CagliariCalcio mengunggah keterangan “Sotto di una rete all’intervallo” yang berarti timnya tertinggal satu gol di babak pertama.
Memasuki babak kedua, Cagliari berusaha bangkit dan akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-56. Gol penyama dicetak oleh Paul Mendy, yang oleh akun resmi Cagliari disambut dengan kalimat “PAUL LA RIPRENDE” (“Paul menyamakannya”), mengubah skor menjadi 1-1. Momentum ini sempat memberi harapan bagi pendukung tuan rumah untuk memaksa pertandingan berlanjut. Namun, Verona tidak kehilangan ketenangan. Pada menit ke-87, Samuele Mulattieri mencetak gol kemenangan dengan sepakan kaki kanan yang menuntaskan peluang di tiang dekat, membawa Verona unggul 1-2 hingga peluit panjang berbunyi.
Format Coppa Italia dan Konteks Laga
Hasil ini menjadi bagian dari rangkaian babak 32 besar (sedicesimi) Coppa Italia Frecciarossa 2026/27 yang mempertemukan klub-klub Serie A dan Serie B. Sesuai format kompetisi edisi terbaru, laga babak ini tidak mengenal perpanjangan waktu; jika skor imbang setelah 90 menit, pertandingan langsung ditentukan melalui adu penalti. Kendati demikian, duel Cagliari kontra Verona dini hari tadi berakhir dalam waktu normal tanpa perlu drama adu penalti karena Verona berhasil memastikan kemenangan di menit-menit akhir.
Cagliari sejatinya melangkah ke babak ini setelah menyingkirkan Arezzo di babak sebelumnya, sebagaimana pernah diberitakan Asatunews saat tuan rumah menjamu lawan dari Serie C tersebut. Namun, langkah Cagliari terhenti di hadapan Verona yang tampil efektif memanfaatkan peluang. Di sisi lain, Verona sendiri sebelumnya juga telah melewati satu ronde piala dengan kemenangan lewat adu penalti, dan kini mereka kembali menunjukkan mentalitas sebagai tim knockout yang sulit dikalahkan dalam 90 menit.
Baca Juga
Adama Traore Terbang ke Spanyol demi Deportivo La Coruña
Mulattieri dan Kunci Kemenangan Verona
Nama Samuele Mulattieri menjadi sorotan utama laga ini. Penyerang kelahiran 2000 yang kini membela Verona itu mencetak gol penentu pada menit ke-87, sebuah gol yang oleh akun resmi klub digambarkan sebagai penyelesaian kaki kanan untuk menuntaskan peluang di tiang dekat. Gol tersebut sekaligus menegaskan peran penting Mulattieri di lini depan Verona musim ini, setelah sebelumnya ia sempat berkarier di sejumlah klub Italia sebelum akhirnya memperkuat tim asal Veneto tersebut.
Selain Mulattieri, Abdou Harroui yang membuka keunggulan Verona pada menit ke-23 juga layak mendapat pujian. Gelandang asal Belanda itu menunjukkan insting mencetak gol dengan hadir di kotak penalti untuk menyelesaikan umpan Rocha Livramento. Kombinasi lini tengah dan serangan Verona terbukti menjadi pembeda, terutama ketika mereka mampu mencetak gol balasan tepat setelah Cagliari menyamakan kedudukan. Sementara bagi Cagliari, gol Paul Mendy pada menit ke-56 menjadi satu-satunya hiburan sebelum akhirnya tim asuhan pelatih asal Sardinia itu harus rela tersingkir di kandang sendiri.
Dampak Hasil Laga dan Artinya bagi Kedua Tim
Kemenangan ini memberi Verona tiket melaju ke babak 16 besar (ottavi di finale) Coppa Italia, sekaligus menjaga asa mereka untuk meraih prestasi di kompetisi piala yang kerap menjadi panggung kejutan. Bagi Verona, melaju ke fase ini menjadi modal berharga di tengah jadwal padat Serie A, dengan rotasi pemain yang diharapkan tetap menjaga kesegaran skuad. Keberhasilan menyingkirkan Cagliari yang notabene bermain di kandang sendiri juga menunjukkan bahwa Verona mampu tampil kompetitif di laga sistem gugur.
Sebaliknya, bagi Cagliari kekalahan ini menjadi pukulan di awal musim. Sebagai klub Serie A yang berambisi tampil konsisten, tersingkir lebih awal di Coppa Italia berarti mereka kehilangan satu jalur menuju trofi dan harus memusatkan seluruh perhatian pada kompetisi liga. Meski demikian, penampilan Cagliari di babak kedua, ketika mereka mampu menyamakan kedudukan melalui Paul Mendy, menunjukkan bahwa tim tetap memiliki daya juang yang layak diapresiasi.
Bagi para penggemar sepak bola Italia, hasil ini menambah daftar kejutan di Coppa Italia musim ini, di mana tim-tim yang dianggap lebih unggul kerap tersingkir oleh lawan yang tampil lebih efektif. Verona kini tinggal menunggu undian babak berikutnya untuk mengetahui lawan mereka di ottavi di finale. Dengan performa yang ditunjukkan dini hari tadi, Verona layak diperhitungkan sebagai salah satu kandidat yang bisa melaju jauh di kompetisi piala bergengsi Italia tersebut.
Laga Cagliari kontra Verona dini hari WIB itu sekaligus menjadi pengingat bahwa di ajang piala, hasil tidak selalu ditentukan oleh nama besar atau status tuan rumah, melainkan oleh efektivitas dan ketenangan dalam memanfaatkan momen. Verona membuktikan hal itu dengan dua gol dari peluang yang terbatas, sementara Cagliari harus menelan pil pahit karena gagal mengonversi dominasi mereka menjadi kemenangan.
