ASATUNEWS.CO, Malang — Arema FC mengawali musim dengan kemenangan telak 4-0 atas Isenmulang Kalteng FC pada laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (4/9/2026) sore. Empat gol kemenangan tim berjulukan Singo Edan itu dicetak oleh Johan Ahmad Farizi pada menit ke-6, Diego Landis menit ke-14, Marcos Vinícius menit ke-45+6, dan Mauro Zijlstra pada menit ke-85.
Hasil tersebut terkonfirmasi dari data pertandingan di laman FotMob yang mencatat laga berakhir dengan skor 4-0, serta sejalan dengan unggahan resmi akun X Arema FC @AremafcOfficial yang mengunggah kesiapan skuad jelang laga pembuka dengan tagar #SiapTempur dan #BRISuperLeague pada Jumat pagi.
Kemenangan ini sekaligus menjadi pesta perdana Arema di kandang sendiri pada musim baru, di hadapan Aremania yang memadati tribun Stadion Kanjuruhan. Sebaliknya, laga ini menjadi debut pahit bagi Isenmulang Kalteng FC yang untuk pertama kalinya tampil di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dengan identitas baru.
Jelang laga, Arema FC memang menunjukkan kesiapan penuh. Melalui unggahan resminya di X, tim berjulukan Singo Edan itu mengunggah pesan Siap Tempur dengan tagar #SalamSatuJiwa dan #TH39REATNESS, yang menegaskan target tiga poin di hadapan pendukung sendiri. Kemenangan 4-0 ini pun menjadi jawaban atas seluruh persiapan yang dilakukan skuad asuhan pelatih anyar Arema sepanjang pramusim.
Skuad Arema musim ini diperkuat sejumlah nama asing yang tampil apik di laga pembuka. Gabriel Silva dan Gustavo yang tercatat memberikan assist untuk dua gol pertama menunjukkan peran penting lini tengah dalam skema serangan Arema, sementara trio penyerang Diego Landis, Marcos Vinícius, dan Mauro Zijlstra membuktikan ketajaman mereka di depan gawang lawan. Zijlstra sendiri merupakan penyerang muda keturunan Belanda-Indonesia yang menjadi andalan Arema dalam beberapa musim terakhir.
Babak Pertama: Tiga Gol Sebelum Turun Minum
Arema FC langsung tampil menekan sejak menit awal dan membuka keunggulan pada menit ke-6 melalui Johan Ahmad Farizi memanfaatkan umpan Gabriel Silva. Gol tersebut menjadi sinyal bahwa laga pembuka di kandang sendiri tidak akan berjalan mudah bagi tim tamu.
Delapan menit berselang, giliran Diego Landis yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-14 setelah menerima assist dari Gustavo. Arema terus menguasai jalannya pertandingan, meski sempat kehilangan konsentrasi yang berujung kartu kuning bagi Betinho pada menit ke-18. Tim tamu juga harus menerima kartu kuning setelah Makan Konaté dijatuhkan wasit pada menit ke-22.
Di sisa babak pertama, gempuran Arema akhirnya berbuah gol ketiga. Marcos Vinícius mencetak gol pada masa injury time babak pertama, tepatnya menit ke-45+6, sehingga skor 3-0 bertahan hingga turun minum. Keunggulan tiga gol tanpa balas itu membuat Arema hampir dipastikan mengamankan tiga poin perdana musim ini.
| Menit | Pencetak Gol | Skor |
|---|---|---|
| 6′ | Johan Ahmad Farizi (assist Gabriel Silva) | 1-0 |
| 14′ | Diego Landis (assist Gustavo) | 2-0 |
| 45+6′ | Marcos Vinícius | 3-0 |
| 85′ | Mauro Zijlstra | 4-0 |
Babak Kedua: Zijlstra Tutup Pesta Gol Singo Edan
Memasuki babak kedua, Arema tidak mengendurkan tekanan meski sudah unggul tiga gol. Namun pertandingan sempat berjalan lebih ketat setelah wasit mengeluarkan kartu kuning kepada Douglas Cruz dari kubu Isenmulang Kalteng pada menit ke-52 dan Alfeandra Dewangga dari kubu Arema pada menit ke-57.
Pelatih Arema melakukan sejumlah pergantian pemain di menit ke-65 untuk menjaga ritme dan memberi menit bermain bagi pemain pengganti. Isenmulang Kalteng pun berusaha keluar dari tekanan dan melakukan pergantian ganda pada menit ke-75 demi mencari gol hiburan, tetapi pertahanan Arema masih terlalu kokoh.
Baca Juga
Voli Putri Indonesia ke Perempat Final AVC Continental 2026, Kalahkan Australia
Gol keempat akhirnya lahir di penghujung laga. Mauro Zijlstra memastikan kemenangan telak Arema menjadi 4-0 pada menit ke-85, sekaligus mengunci tiga poin perdana Singo Edan di BRI Super League 2026/2027. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 4-0 tidak berubah.
Debut Isenmulang Kalteng di Kasta Tertinggi
Bagi Isenmulang Kalteng FC, laga kontra Arema menjadi babak baru dalam sejarah klub. Klub yang sebelumnya dikenal sebagai Adhyaksa FC ini musim ini tampil dengan nama baru yang mewakili Kalimantan Tengah setelah memastikan promosi ke kasta tertinggi. Nama Isenmulang sendiri diambil dari motto daerah Kalimantan Tengah yang bermakna pantang mundur.
Perjalanan tim promosi di kandang Singo Edan tentu bukan tugas mudah. Bermain di Stadion Kanjuruhan yang dikenal sebagai salah satu stadion paling bergairah di Indonesia dengan dukungan Aremania yang masif menjadi ujian berat bagi para pemain muda Isenmulang Kalteng. Meski kalah telak, pengalaman berlaga di hadapan puluhan ribu penonton ini menjadi modal berharga untuk laga-laga berikutnya.
Isenmulang Kalteng FC sendiri lahir dari transformasi Adhyaksa FC, klub yang identik dengan korps kejaksaan dan berhasil menembus kasta tertinggi lewat kompetisi musim lalu. Dengan mengusung identitas baru Kalimantan Tengah, klub ini diharapkan menjadi kebanggaan baru masyarakat Dayak dan Kalimantan Tengah secara umum. Kehadiran pemain asing seperti Makan Konaté asal Mali dan Sergio Mendonca di lini tengah diharapkan bisa mempercepat adaptasi tim di kompetisi tertinggi, meski di laga perdana mereka masih kesulitan menghadapi pressing tinggi Arema.
Bagi Arema FC, kemenangan ini menjadi awal yang ideal untuk membangun kepercayaan diri sepanjang musim. Bermain di kandang sendiri sejak pekan pertama memberi keuntungan bagi skuad asuhan pelatih anyar yang tengah meramu komposisi tim dengan sejumlah pemain baru. Konsistensi lini depan yang mampu mencetak empat gol di laga perdana menjadi sinyal positif produktivitas Arema musim ini.
Apa Artinya bagi Klasemen Awal
Dengan kemenangan ini, Arema FC mengoleksi tiga poin perdana dan untuk sementara menempati posisi atas klasemen BRI Super League 2026/2027. Sementara itu, Isenmulang Kalteng FC masih tanpa poin dan harus segera berbenah jelang laga kandang perdana mereka.
Sebelumnya, laga pembuka musim ini memang dinanti Aremania setelah musim lalu Arema menutup kompetisi dengan hasil yang kurang memuaskan. Kemenangan telak 4-0 di laga pembuka diharapkan menjadi pembuka jalan bagi kebangkitan Arema untuk bersaing di papan atas BRI Super League musim ini.
Di sisi lain, para pencinta sepak bola Kalimantan Tengah berharap Isenmulang Kalteng FC segera bangkit. Debut yang berat di kandang lawan bukan berarti akhir segalanya, terlebih kompetisi masih panjang dengan total belasan pekan lagi ke depan. Semangat Isen Mulang yang pantang mundur akan kembali diuji pada laga-laga berikutnya, termasuk saat menjamu lawan-lawannya di kandang sendiri.
Laga pekan pertama BRI Super League 2026/2027 sendiri berlangsung serentak di sejumlah kota. Bagi Arema, hasil positif di laga pembuka menjadi fondasi penting, mengingat musim kompetisi yang panjang menuntut konsistensi, bukan sekadar start yang baik. Sementara itu, publik sepak bola Indonesia akan terus memantau perkembangan kedua tim pada pekan-pekan berikutnya.
