ASATUNEWS.CO, Riyadh — Al Hilal resmi mengumumkan kedatangan penyerang sayap asal Brasil, Gabriel Martinelli, dari Arsenal pada Kamis malam waktu Indonesia (23.30 WIB). Kepastian transfer itu disampaikan klub raksasa Arab Saudi tersebut lewat unggahan video di akun X resminya, yang langsung disusul unggahan perpisahan hangat dari Arsenal beberapa menit kemudian. Jurnalis transfer Fabrizio Romano melaporkan nilai kesepakatan mencapai paket 70 juta euro, sekaligus menjadi rekor penjualan termahal dalam sejarah Arsenal dengan klausul penjualan kembali (sell-on clause) yang tetap diamankan The Gunners.
Kepindahan ini menuntaskan saga transfer Martinelli yang berlangsung nyaris sepanjang bursa transfer musim panas 2026. Sejak pertengahan Agustus, nama pemain berusia 25 tahun itu memang gencar dikaitkan dengan sejumlah klub, dan Al Hilal muncul sebagai peminat paling serius. Kini, setelah proses negosiasi, pemeriksaan medis, dan penandatanganan kontrak, kepindahan itu resmi dikonfirmasi oleh kedua klub.
Pengumuman Resmi dari Al Hilal dan Arsenal
Al Hilal mengumumkan Martinelli melalui video berdurasi sekitar 35 detik yang diunggah pada 16.30 UTC (23.30 WIB). Dalam unggahan resmi Al Hilal, klub berjuluk si Manajemen itu menyambut pemain anyarnya dengan gaya khas mereka: visual sinematik berlatar biru khas Al Hilal yang menampilkan sosok Martinelli. Unggahan tersebut langsung membanjiri komentar suporter dari seluruh dunia, termasuk penggemar sepak bola Indonesia yang selama ini mengikuti karier Martinelli di Premier League.
Beberapa jam kemudian, giliran Arsenal yang berpamitan. Melalui unggahan perpisahan resmi Arsenal, The Gunners mengunggah video montase perjalanan karier Martinelli sejak pertama tiba di London Utara. Unggahan itu ditulis dengan nada emosional: “Arrived as a boy. Left as a champion. N5 will always be your home, Gabi” — tiba sebagai bocah, pergi sebagai juara; N5 (kode pos stadion Emirates) akan selalu menjadi rumahmu. Arsenal juga menyebut Martinelli sebagai bagian dari skuad yang mengantarkan mereka meraih gelar juara Premier League musim 2025/26.
Adapun detail nilai transfer diungkap akun X Fabrizio Romano yang menuliskan “OFFICIAL: Gabriel Martinelli joins Al Hilal on €70m package deal from Arsenal. Record sale for AFC with also a sell-on clause secured as part of the agreement.” Artinya, selain menerima paket 70 juta euro, Arsenal juga memastikan klausul penjualan kembali sehingga mereka tetap mendapat bagian jika suatu saat Al Hilal menjual Martinelli ke klub lain.
Rekor Penjualan di Tengah Musim Kejayaan
Nilai paket 70 juta euro menjadikan transfer ini sebagai penjualan termahal yang pernah dilakukan Arsenal. Hal itu terbilang menarik karena terjadi tepat setelah Arsenal menikmati musim terbaik mereka dalam beberapa dekade terakhir: mengangkat trofi Premier League 2025/26 dan mengukuhkan diri sebagai juara bertahan ketika musim 2026/27 bergulir.
Dari sisi pembukuan, rekor penjualan ini juga membantu Arsenal mematuhi regulasi profit and sustainability rules (PSR) kompetisi Inggris, yang membatasi kerugian klub dalam periode tiga tahun. Keuntungan dari transfer Martinelli menjadi ruang napas finansial bagi klub asuhan manajer asal Spanyol itu untuk berbelanja di bursa-bursa berikutnya, termasuk kemungkinan mendatangkan pengganti di posisi sayap.
Keputusan melepas Martinelli juga menarik dicermati karena Arsenal selama ini dikenal jarang menjual pemain bintang yang masih berada di puncak karier. Namun, dengan nilai yang mencapai rekor klub, keputusan ini dinilai sebagai langkah bisnis yang rasional: dana segar yang masuk dapat langsung diinvestasikan kembali untuk memperkuat skuad yang musim ini harus tampil di Premier League, Piala FA, dan ajang Eropa. Arsenal pun tetap mengamankan kepentingan jangka panjang lewat klausul penjualan kembali yang melekat pada kesepakatan.
Baca Juga
Hasil Singapura vs Thailand 1-3: Teerasak Brace, Gajah Perang Unggul di Semifinal
Kedatangan Martinelli di Al Hilal terjadi di tengah menggeliatnya proyek sepak bola Arab Saudi yang gencar menarik bintang-bintang Eropa. Bagi penggemar di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, keberadaan pemain sekaliber Martinelli di kompetisi Asia membuat Liga Arab Saudi semakin mudah diakses untuk diikuti, baik lewat siaran langsung maupun sorotan media sosial. Nama-nama besar yang dulu hanya tampil di Eropa kini bisa disaksikan lebih dekat dengan jadwal yang bersahabat dengan penonton Asia.
Karier Martinelli: Dari Ituano ke Puncak Premier League
Gabriel Martinelli bergabung dengan Arsenal pada Januari 2019 dari klub Brasil Ituano, saat usianya baru 17 tahun. Ia datang sebagai pemain muda yang nyaris tidak dikenal publik Eropa, tetapi berkembang pesat menjadi salah satu penyerang sayap paling diandalkan Arsenal. Kecepatan, dribel, dan insting mencetak golnya menjadikannya momok bagi barisan pertahanan lawan di Premier League maupun ajang Eropa.
Selama lebih dari enam musim membela Arsenal, Martinelli menjadi bagian penting lini serang klub London Utara itu. Puncaknya terjadi pada musim 2025/26 ketika ia ikut mengantarkan Arsenal meraih gelar juara Premier League — gelar liga pertama klub sejak musim 2003/04. Ia juga merupakan pemain reguler tim nasional Brasil, yang membuat namanya makin dikenal luas, termasuk oleh penggemar sepak bola di Indonesia.
Di atas lapangan, Martinelli dikenal sebagai pemain sayap dengan kecepatan eksplosif dan keberanian membawa bola. Ia kerap ditempatkan di sisi kiri serangan, menusuk dari sayap ke kotak penalti, dan tidak segan bekerja keras membantu pertahanan saat timnya kehilangan bola. Kombinasi antara daya gedor dan etos kerja itulah yang membuatnya dicintai suporter Arsenal sekaligus dihargai para pelatih yang menanganinya.
Ambisi Baru Al Hilal di Bawah Kepemilikan Baru
Kedatangan Martinelli menegaskan ambisi besar Al Hilal pada musim 2026/27. Pekan sebelumnya, klub asal Riyadh itu baru saja resmi berada di bawah kendali Kingdom Holding yang menguasai 70 persen saham klub — langkah yang memperkuat daya beli Al Hilal di bursa transfer. Di lapangan, Al Hilal juga tampil meyakinkan setelah menumbangkan Al Ahli 3-0 dengan gol debut penyerang anyar mereka, Ollie Watkins.
Dengan hadirnya Martinelli, lini serang Al Hilal semakin bertabur bintang. Kombinasi kecepatan dan ketajamannya di sayap diharapkan menjadi pembeda saat Al Hilal bersaing memperebutkan gelar Saudi Pro League serta tampil di kompetisi Asia. Bagi Martinelli sendiri, tantangan baru di Liga Arab Saudi menjadi babak anyar setelah nyaris satu dekade berkarier di Inggris.
Kepindahan ini juga menegaskan tren perpindahan pemain papan atas Eropa ke Arab Saudi yang masih berlanjut. Al Hilal, yang kini memiliki daya finansial lebih besar, tampaknya akan terus menjadi salah satu klub paling agresif di bursa transfer dunia. Publik sepak bola Indonesia yang selama ini mengikuti perkembangan Premier League pun akan menyaksikan bagaimana Martinelli beradaptasi dengan sepak bola Asia.
