Lompat ke konten

Marcos Llorente Pensiun dari Timnas Spanyol di Usia 31 Tahun

Marcos Llorente Pensiun dari Timnas Spanyol di Usia 31 Tahun
Foto: RFEF/Seleccion Espanola (X)

ASATUNEWS.CO, Madrid — Gelandang Atletico Madrid, Marcos Llorente, mengumumkan keputusan pensiun dari tim nasional Spanyol pada usia 31 tahun. Kabar mengejutkan itu disampaikan jurnalis transfer Fabrizio Romano melalui akun X-nya pada Jumat dini hari WIB (00.11 WIB), lengkap dengan pernyataan pribadi sang pemain. Tak lama berselang, Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) melalui akun resmi timnas, @SEFutbol, memberikan penghormatan resmi kepada salah satu pemain kunci La Roja di era kejayaan mereka.

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak karena Llorente dinilai masih berada di usia produktif untuk seorang gelandang. Namun dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan keputusan pribadi yang telah dipikirkan secara mendalam. Yang perlu digarisbawahi, keputusan ini hanya berlaku untuk karier internasionalnya — karier klubnya bersama Atletico Madrid di La Liga musim 2026/27 tetap berlanjut.

Pensiun di usia 31 tahun memang bukan hal yang umum bagi pesepak bola elite, terlebih bagi pemain yang baru saja menjadi bagian skuad juara dunia. Namun keputusan semacam ini kerap diambil pemain yang ingin memberi ruang bagi generasi berikutnya atau yang merasa telah mencapai puncak karier internasional. Dalam kasus Llorente, pilihan untuk mundur justru datang di saat namanya masih kerap masuk pertimbangan pemanggilan timnas.

Llorente memulai kiprahnya bersama tim nasional Spanyol pada 2020 di bawah asuhan Luis Enrique, dan sejak itu menjadi langganan pemanggilan di berbagai turnamen besar. Fleksibilitasnya menjadi nilai lebih: ia pernah dimainkan sebagai gelandang bertahan, gelandang tengah, hingga bek kanan. Kemampuan beradaptasi itulah yang membuat para pelatih Spanyol mempercayakannya mengisi berbagai peran penting di laga-laga krusial, termasuk saat La Roja menjuarai Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026.

Pernyataan Llorente

“Saya memutuskan untuk mengakhiri masa saya bersama tim nasional Spanyol, meskipun saya sadar usia saya masih muda. Ini adalah keputusan pribadi, yang telah saya pikirkan dengan sangat matang dan, di atas segalanya, datang dari hati. Merupakan suatu kehormatan bisa mewakili negara saya.”

Pernyataan tersebut dikutip dari laporan Fabrizio Romano yang melaporkan kabar pensiunnya Llorente sebagai berita utama (breaking news). Dalam laporannya, Romano menyebut gelandang kelahiran Madrid itu memutuskan mundur dari timnas di usia 31 tahun setelah mempertimbangkan berbagai hal. Unggahan Romano itu menjadi pemicu perbincangan hangat di media sosial, mengingat Llorente adalah salah satu pemain yang identik dengan generasi emas Spanyol.

Penghormatan RFEF: “Juara Dunia” Pamit

RFEF menyambut keputusan Llorente dengan unggahan penghormatan yang menyentuh. Melalui akun X resmi timnas Spanyol, federasi menulis: “Seorang juara dunia berpamitan dari rumah yang selalu menjadi rumahnya. Terima kasih untuk setiap perjuangan, setiap pertempuran, dan setiap momen. Jersey ini adalah bagian dari sejarahmu, dan kamu akan selalu menjadi bagian dari kami.” Unggahan itu disertai dua foto kebersamaan Llorente dengan rekan-rekan setimnya di La Roja.

Baca Juga Botafogo Kalah 1-3 dari Athletico Paranaense di Brasileirão

Sebutan “juara dunia” dalam unggahan RFEF merujuk pada kiprah Llorente bersama Spanyol yang pada 2026 berhasil mengangkat trofi Piala Dunia. Ia menjadi bagian dari skuad La Roja yang tampil konsisten di turnamen-turnamen besar, melanjutkan tradisi kejayaan Spanyol yang sebelumnya juga menjuarai Piala Eropa 2024. Pensiunnya Llorente menandai berakhirnya satu era bagi generasi pemain yang menghantarkan Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia.

Karier Llorente: Dari Akademi Real Madrid ke Pilar Atletico

Marcos Llorente lahir di Madrid pada 30 Januari 1995 dan tumbuh di akademi Real Madrid. Ia menimba ilmu di La Fabrica, akademi terkenal Real Madrid, sebelum menembus tim utama pada musim 2015/16. Pada 2019, ia memutuskan pindah ke rival sekota, Atletico Madrid, sebuah langkah yang sempat menimbulkan pro-kontra di kalangan penggemar, tetapi terbukti menjadi keputusan tepat bagi perkembangan kariernya.

Di bawah asuhan Diego Simeone, Llorente bertransformasi menjadi pemain serba bisa: mampu bermain sebagai gelandang bertahan, gelandang box-to-box, hingga bek sayap kanan. Ketangguhan fisik dan etos kerjanya membuatnya menjadi salah satu pemain paling diandalkan Atletico. Ia ikut mengantarkan Los Rojiblancos merebut gelar juara La Liga 2020/21 dan secara konsisten menjadi starter di laga-laga besar.

Bersama tim nasional Spanyol, Llorente menjadi bagian penting skuad yang meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk Piala Eropa 2024 dan Piala Dunia 2026. Kemampuannya bermain di beberapa posisi membuat para pelatih Spanyol kerap memanfaatkannya sebagai pemain serbaguna, baik saat menyerang maupun bertahan. Konsistensinya di level internasional menjadi salah satu alasan ia bertahan lama di timnas.

Karier Llorente juga menarik karena ia tumbuh di tengah rivalitas dua raksasa Madrid. Lahir dan besar di ibu kota Spanyol, ia mengawali karier di akademi Real Madrid sebelum akhirnya justru menjadi pilar Atletico Madrid. Perpindahan pada 2019 itu sempat menjadi perbincangan hangat, tetapi Llorente membuktikan pilihannya tepat dengan tampil konsisten dan membantu Atletico merebut gelar La Liga 2020/21. Di Indonesia, namanya dikenal penggemar La Liga yang mengikuti laga-laga derbi Madrid maupun kiprah Atletico di kompetisi Eropa.

Apa Artinya bagi Spanyol dan Atletico

Kepergian Llorente dari timnas membuka ruang bagi regenerasi di lini tengah Spanyol. La Roja yang kini berstatus juara dunia bertahan dipastikan akan melakukan penyegaran skuad menyambut kompetisi-kompetisi berikutnya, dengan sejumlah pemain muda yang siap mengisi posisi yang ditinggalkan. Meski demikian, pengalaman dan kepemimpinan Llorente di ruang ganti akan tetap dirindukan.

Sementara itu, Atletico Madrid justru diuntungkan: dengan tidak lagi dipanggil membela timnas, Llorente dapat sepenuhnya fokus menjaga kebugaran dan performanya sepanjang musim. Bagi penggemar sepak bola Indonesia yang mengikuti La Liga maupun turnamen internasional, nama Marcos Llorente akan selalu dikenang sebagai salah satu gelandang pekerja keras yang menjadi tulang punggung Spanyol di era emasnya.

Ditulis oleh

Lanjut Baca