ASATUNEWS.CO, Porto Alegre — Grêmio memastikan satu tempat di semifinal Copa do Brasil 2026 setelah mengalahkan rival sekota, Internacional, dengan skor 3-1 pada leg kedua perempat final yang digelar di Arena do Grêmio, Jumat (4/9/2026) pagi WIB. Hasil itu membuat Grêmio melaju dengan agregat 3-1, setelah leg pertama di kandang Internacional pada 27 Agustus lalu berakhir imbang tanpa gol.
Kepastian lolosnya Grêmio disampaikan langsung melalui unggahan resmi akun klub di X, @Gremio, sesaat setelah pertandingan usai. “O GRÊMIO É COPEROOOOO!!! Grêmio 3×1 Internacional. Malam Piala, stadion penuh, dan tiket semifinal diamankan. Kami mendominasi permainan dari awal hingga akhir dan, dengan dukungan suporter terbesar dari Selatan, kami melaju ke babak berikutnya Copa do Brasil 2026. Carlos Vinícius (dua gol) dan Krovinović membobol gawang lawan,” demikian antara lain bunyi unggahan tersebut (diterjemahkan dari bahasa Portugis).
Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) melalui akun resmi penyelenggara, @CopaDoBrasilCBF, juga mengonfirmasi kelolosan Grêmio. “Grêmio selamat dari Gre-Nal, mengeliminasi Internacional, dan berada di semifinal Copa Betano do Brasil,” tulis akun tersebut. CBF kemudian menegaskan Grêmio sebagai semifinalis pertama yang terkonfirmasi pada edisi tahun ini.
Kronologi Laga
Grêmio tampil agresif sejak menit awal dan langsung menghukum Internacional lewat dua gol cepat Carlos Vinícius. Penyerang itu membuka keunggulan pada menit ke-14, lalu menggandakannya hanya delapan menit berselang pada menit ke-22. Keunggulan 2-0 bertahan hingga turun minum, membuat tuan rumah menguasai jalannya pertandingan di hadapan lebih dari 55 ribu penonton yang memadati Arena do Grêmio.
Pada babak kedua, Grêmio semakin nyaman. Gelandang asal Kroasia, Krovinović, mencetak gol ketiga pada menit ke-68 untuk mengubah skor menjadi 3-0. Internacional sempat memperkecil kedudukan melalui sundulan Vitinho pada menit ke-79, memanfaatkan umpan silang Alan Patrick, namun tidak cukup untuk mengubah arah pertandingan. Skor 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Akun resmi Internacional, @SCInternacional, hanya menulis “Fim de jogo” (pertandingan usai) dalam unggahan penutupnya, sementara unggahan sebelumnya mengakui ketertinggalan 3-0 sebelum Vitinho mencetak gol hiburan. Pelatih Internacional sempat mengubah strategi di babak kedua dengan memasukkan Alerrandro dan Paulinho, namun upaya itu tidak mampu membendung dominasi tuan rumah.
Internacional sejatinya mencoba memberi perlawanan di awal babak kedua. Pada menit ke-60, kapten Alan Patrick menerima umpan Bruno Gomes dan melepas tembakan kaki kiri dari luar kotak penalti, tetapi bola masih melambung di atas gawang Grêmio, sebagaimana dirinci dalam unggahan resmi @SCInternacional. Peluang itu menjadi salah satu dari sedikit ancaman nyata yang mampu diciptakan tim tamu sebelum akhirnya kebobolan gol ketiga delapan menit kemudian.
Laga yang berlangsung pada Kamis malam waktu setempat itu menjadi panggung bagi rekor kehadiran penonton. Arena do Grêmio, markas kebanggaan klub yang terletak di kawasan Porto Alegre, dilaporkan dipadati lebih dari 55 ribu pendukung—angka yang disebut klub sebagai rekor untuk stadion tersebut. Atmosfer itu pula yang disebut para pemain dan ofisial sebagai energi tambahan untuk tampil dominan sejak menit awal.
Baca Juga
Hull City Kalahkan Manchester United 2-0 di Laga Pembuka PL
Pernyataan Resmi dan Data Pertandingan
Suasana kemenangan juga dirayakan dengan catatan rekor. Dalam unggahan terpisah, @Gremio menulis: “REKOR PENGUNJUNG DI ARENA! Lebih dari 55 ribu suara mendorong Tricolor pada malam Kamis ini. Kalian suporter terbaik di dunia!” (diterjemahkan dari bahasa Portugis). Adapun CBF menyebut performa Grêmio pada laga ini sebagai “malam yang magis” setelah tuan rumah unggul 3-0 lebih dulu.
| Menit | Pencetak Gol | Tim | Skor |
|---|---|---|---|
| 14′ | Carlos Vinícius | Grêmio | 1-0 |
| 22′ | Carlos Vinícius | Grêmio | 2-0 |
| 68′ | Krovinović | Grêmio | 3-0 |
| 79′ | Vitinho | Internacional | 3-1 |
Berikut hasil dua leg perempat final Gre-Nal edisi ini: leg pertama di Stadion Beira-Rio, Porto Alegre, pada 27 Agustus 2026 berakhir 0-0, sedangkan leg kedua di Arena do Grêmio berakhir 3-1 untuk tuan rumah. Dengan demikian, agregat akhir 3-1 menjadi milik Grêmio.
Gre-Nal ke-454: Rivalitas Tertua di Brasil Selatan
Laga ini tercatat sebagai Gre-Nal ke-454, julukan untuk duel antara Grêmio Foot-Ball Porto Alegrense dan Sport Club Internacional yang berasal dari kota yang sama, Porto Alegre, ibu kota negara bagian Rio Grande do Sul. Rivalitas keduanya dikenal sebagai salah satu derbi paling panas dan paling tradisional di Brasil, kerap dijuluki “duel terbesar di Selatan”—sejalan dengan tagar #OSulTemDono (“Selatan punya pemiliknya”) yang dipakai klub dalam unggahan kemenangannya.
Di pentas Copa do Brasil, Grêmio memang memiliki tradisi kuat. Klub berjulukan Imortal Tricolor itu tercatat lima kali mengangkat trofi turnamen ini, yaitu pada 1989, 1994, 1997, 2001, dan 2016. Ungkapan CBF yang menyebut Grêmio “menuju gelar keenam” (“rumo ao hexa”) menjadi penanda bahwa ambisi klub pada edisi 2026 ini adalah menambah koleksi gelar, sekaligus membalas kegagalan pada musim-musim sebelumnya.
Bagi Internacional, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri karena rival abadinya kembali menjadi mimpi buruk di kompetisi knockout. Meski memiliki sejarah panjang di kancah nasional maupun Amerika Selatan, Internacional harus mengubur asa di perempat final, sementara Grêmio terus melaju. Turnamen edisi 2026 ini berlangsung dengan tajuk komersial Copa Betano do Brasil, merujuk pada sponsor utama penyelenggaraan.
Apa Artinya bagi Grêmio
Kelolosan ini menjadi modal berharga bagi Grêmio yang sedang membangun konsistensi di musim 2026. Sebagai semifinalis pertama yang terkonfirmasi, Grêmio kini menunggu lawan dari tiga perempat final lain yang masih berjalan. Keunggulan agregat yang bersih tanpa kebobolan di leg pertama, plus lini depan yang tajam lewat Carlos Vinícius, membuat tim asal Rio Grande do Sul itu layak diperhitungkan sebagai kandidat kuat juara.
Carlos Vinícius sendiri tampil sebagai bintang dengan dua gol pada delapan menit pertama pertandingan. Sementara itu, Krovinović membuktikan perannya sebagai pengatur serangan sekaligus ancaman di kotak penalti lawan. Kombinasi keduanya akan menjadi kunci bagi Grêmio ketika menghadapi lawan semifinal nanti. Informasi resmi seputar kelolosan ini dapat disimak pada unggahan @Gremio dan @CopaDoBrasilCBF.
Bagi pencinta sepak bola Brasil, Gre-Nal bukan sekadar pertandingan biasa. Duel ini lahir dari persaingan dua klub besar di negara bagian Rio Grande do Sul yang sama-sama pernah merasakan kejayaan di pentas nasional maupun kontinental. Ketika keduanya bertemu di ajang knockout seperti Copa do Brasil, tensinya selalu naik berlipat—terlebih ketika tiket semifinal menjadi taruhannya. Kemenangan Grêmio kali ini pun otomatis menjadi bahan perbincangan hangat di Porto Alegre, baik di kalangan suporter Imortal maupun pendukung Internacional yang harus menerima kenyataan pahit tersingkir di hadapan rival abadinya sendiri.
