ASATUNEWS.CO, Kairo — Al Ahly meraih tiga poin penting di lanjutan Egyptian Premier League setelah menaklukkan Smouha dengan skor tipis 1-0 di Stadion Internasional Kairo, Jumat dini hari WIB. Gol semata wayang kemenangan dicetak pada menit 90+3 oleh bek tengah Yasser Ibrahim lewat penyelesaian apik yang oleh akun resmi klub disebut sebagai “finish yang fantastis”. Kemenangan itu diumumkan akun resmi Al Ahly dengan keterangan singkat: tiga poin aman.
Laga yang berlangsung ketat ini nyaris berakhir tanpa gol. Kedua tim saling jaga ketat sepanjang babak pertama hingga jeda, dan Smouha — klub asal kota pelabuhan Alexandria — tampil disiplin untuk menahan gempuran tuan rumah. Namun, di pengujung injury time, Al Ahly akhirnya memecah kebuntuan melalui sundulan maupun penyelesaian Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati, memastikan tiga poin tetap tinggal di Kairo.
Drama Menit Akhir di Stadion Internasional Kairo
Pertandingan dimulai pukul 17.00 UTC atau tepat tengah malam WIB. Akun resmi Al Ahly membuka laga dengan semangat tinggi, tetapi Smouha yang datang sebagai tim tamu mampu meredam agresivitas tuan rumah. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata, sebagaimana dicatat unggahan resmi klub yang menyebut kedudukan imbang tanpa gol saat turun minum.
Memasuki babak kedua, Al Ahly terus menekan namun kerap buntu di sepertiga akhir lapangan. Smouha beberapa kali nyaris mencuri gol lewat serangan balik cepat, tetapi lini belakang tuan rumah tetap waspada. Kebuntuan akhirnya pecah di masa injury time. Pada menit 90+3, Yasser Ibrahim melepaskan penyelesaian yang oleh unggahan resmi Al Ahly digambarkan sebagai “finish yang fantastis” untuk membawa timnya unggul 1-0. Tak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi, dan skor 1-0 bertahan untuk kemenangan tuan rumah. Gol yang lahir di pengujung laga itu sekaligus mengawetkan catatan tanpa kebobolan Al Ahly pada pertandingan ini. Bagi tim sekelas Al Ahly, kombinasi antara ketajaman di depan gawang lawan dan kekokohan di lini belakang adalah fondasi utama untuk bersaing memperebutkan gelar juara di akhir musim. Euforia suporter tuan rumah yang memadati tribun pun meledak ketika wasit menunjuk titik tengah lapangan setelah gol tersebut — pertanda laga akan segera berakhir dengan kemenangan untuk mereka.
Yasser Ibrahim, Bek yang Menjadi Pahlawan
Nama Yasser Ibrahim mungkin tidak biasa disebut sebagai mesin gol, sebab ia adalah bek tengah — bukan penyerang. Namun, pada laga ini, pemain tim nasional Mesir tersebut menjadi penentu kemenangan Al Ahly lewat gol di menit krusial. Bagi seorang bek, mencetak gol penentu di injury time adalah momen langka yang kerap menjadi pembeda antara satu poin dan tiga poin di klasemen.
Baca Juga
West Brom Ditahan Imbang 1-1 oleh Charlton Athletic
Kemenangan dramatis semacam ini bukan hal baru bagi Al Ahly. Klub berjuluk “Klub Afrika Abad ke-20” itu dikenal sebagai raja kompetisi antarklub Afrika dengan koleksi gelar Liga Champions Afrika terbanyak sepanjang sejarah, melampaui klub mana pun di benua itu. Mentalitas untuk terus menekan hingga menit akhir menjadi salah satu ciri khas yang membuat Al Ahly kerap memenangi laga-laga ketat seperti ini. Yasser Ibrahim sendiri bukan nama asing di sepak bola Afrika. Bek tengah yang telah lama menjadi bagian penting lini belakang Al Ahly itu juga rutin dipanggil memperkuat tim nasional Mesir di berbagai turnamen. Sebagai pemain bertahan, kontribusinya lebih sering terlihat dari ketenangan memotong serangan lawan dan keunggulan duel udara di kotak penalti sendiri. Karena itu, gol penentu di laga ini terasa istimewa — gol seperti ini biasanya lahir dari situasi bola mati, momen ketika seorang bek tengah naik membantu serangan karena tim sedang membutuhkan gol di pengujung laga.
Konteks Perjalanan Al Ahly di Liga Mesir
Sejarah Al Ahly di kompetisi domestik juga sulit ditandingi. Klub yang bermarkas di Kairo ini telah mengoleksi puluhan gelar Egyptian Premier League dan Piala Mesir, menjadikannya salah satu klub dengan palmarès terlengkap di Afrika. Julukan “Klub Afrika Abad ke-20” yang melekat pada Al Ahly pun bukan tanpa alasan — penghargaan tersebut diberikan atas dominasi mereka di kompetisi antarklub Afrika pada abad lalu, dan tradisi itu terus berlanjut hingga kini, menjadikan Al Ahly hampir selalu difavoritkan di setiap ajang yang mereka ikuti. Bagi Smouha, kekalahan tipis ini tentu menyakitkan. Hampir sepanjang laga, tim tamu menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang mudah — organisasi permainan yang rapi dan disiplin tinggi nyaris mengantarkan mereka pulang membawa satu poin dari kandang raksasa Mesir. Namun, satu kelengahan kecil di masa injury time berbuah petaka, dan Smouha harus mengakui bahwa di level tertinggi sepak bola Mesir, konsentrasi hingga peluit akhir adalah segalanya.
Laga di Stadion Internasional Kairo itu juga menjadi pengingat bahwa dalam sepak bola, pertandingan belum berakhir sebelum peluit panjang dibunyikan. Selama hampir 90 menit Smouha nyaris membawa pulang satu poin berkat disiplin bertahan, sebelum satu momen krusial di injury time mengubah segalanya. Bagi Al Ahly, gol telat Yasser Ibrahim tidak hanya bernilai tiga poin, tetapi juga menjaga momentum kepercayaan diri tim di awal musim kompetisi.
Dengan hasil ini, Al Ahly melanjutkan kebiasaan mereka memenangi laga kandang di hadapan pendukung sendiri. Dalam persaingan Egyptian Premier League musim 2026/27 yang baru berjalan, setiap poin penuh sangat menentukan, apalagi lawan-lawan berat lain juga dipastikan akan saling mengincar puncak klasemen. Publik sepak bola Mesir tentu berharap konsistensi semacam ini terjaga, mengingat Al Ahly hampir selalu menjadi kandidat utama juara di setiap musim. Pertandingan berikutnya di Egyptian Premier League akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad asuhan pelatih Al Ahly untuk membuktikan bahwa kemenangan dramatis ini bukan sekadar keberuntungan belaka.
