Lompat ke konten

Persija Berduka, Mantan Pelatih Iwan Setiawan Meninggal Dunia

Persija Berduka, Mantan Pelatih Iwan Setiawan Meninggal Dunia
Foto: @Persija_Jkt (X)

ASATUNEWS.CO, Jakarta — Persija Jakarta kehilangan salah satu sosok penting dalam perjalanan panjang klub: mantan pelatih Iwan Setiawan dikabarkan meninggal dunia pada Kamis pagi (3/9/2026). Kabar duka tersebut dikonfirmasi klub melalui unggahan resmi di akun X @Persija_Jkt sekitar pukul 10.15 WIB. Dalam unggahan yang langsung menuai respons duka dari suporter Macan Kemayoran itu, Persija menyampaikan penghormatan terakhir sekaligus ucapan terima kasih atas jasa almarhum selama mengabdi untuk klub.

Iwan Setiawan dikenal sebagai pelatih senior dalam kancah sepak bola Indonesia. Sepanjang kariernya, pria yang dilaporkan wafat di usia 68 tahun itu pernah menukangi sejumlah klub, mulai dari Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, Sriwijaya FC Palembang, Borneo FC Samarinda, hingga Persela Lamongan. Namanya lekat dengan generasi pembinaan pemain dan pengembangan sepak bola nasional pada masanya.

Kabar ini menjadi perbincangan hangat karena Persija bukan sekadar klub biasa bagi pendukungnya. Sebagai salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Indonesia, Persija memiliki basis suporter yang sangat besar dan fanatik, sehingga kabar yang menyangkut figur-figur di dalamnya selalu menjadi perhatian luas. Tak heran, kata kunci “iwan setiawan persija” ikut melonjak dalam penelusuran warga net beberapa jam setelah unggahan duka itu muncul.

Kabar Duka dari Akun Resmi Persija

Duka cita itu mencuat setelah akun resmi Persija Jakarta mengunggah foto almarhum disertai pesan perpisahan yang menyentuh. Unggahan bernada doa itu menjadi sumber primer yang memastikan kabar kepergian pelatih senior tersebut, dan dapat disimak langsung melalui tautan berikut: https://x.com/Persija_Jkt/status/2095349954462335191

Selamat jalan, Coach Iwan Setiawan. Terima kasih atas perjuangan, dedikasi, dan pengabdian untuk Macan Kemayoran. Jejakmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Persija. Selamat beristirahat, Coach. Doa kami menyertai.

Meski tidak menyebutkan secara rinci penyebab maupun lokasi wafatnya almarhum, unggahan bernada duka itu menegaskan bahwa Iwan Setiawan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Persija. Hingga sore hari, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 500 pengguna dan dibagikan ulang lebih dari 130 kali, sebuah indikasi betapa besar pengaruh almarhum di mata pencinta sepak bola Indonesia.

Sebelum unggahan resmi klub muncul, kabar ini sempat lebih dulu beredar luas di sejumlah kanal percakapan dan media sosial. Kehadiran pernyataan dari akun resmi Persija menjadi titik terang yang mengonfirmasi kebenaran kabar tersebut sekaligus meredam berbagai spekulasi yang beredar. Hal ini sekaligus mengingatkan pentingnya merujuk pada sumber resmi ketika kabar duka maupun kabar penting lainnya menyebar cepat di dunia maya.

Rekam Jejak Pelatih Senior

Perjalanan Iwan Setiawan di dunia kepelatihan terbilang panjang dan penuh warna. Ia termasuk generasi pelatih yang malang melintang dari satu klub ke klub lain, dari Pulau Jawa hingga Sumatera dan Kalimantan. Pengalamannya menangani klub-klub besar membuatnya dikenal luas sebagai figur yang dekat dengan para pemain muda dan dihormati rekan seprofesinya.

Klub yang Pernah DitanganiBasis
Persija JakartaJakarta
Persebaya SurabayaSurabaya, Jawa Timur
Sriwijaya FCPalembang, Sumatera Selatan
Borneo FCSamarinda, Kalimantan Timur
Persela LamonganLamongan, Jawa Timur
Sejumlah klub yang pernah ditangani Iwan Setiawan sepanjang karier kepelatihannya.

Di mata kolega dan pemain yang pernah bekerja sama, Iwan dikenal sebagai pelatih yang disiplin tetapi dekat dengan anak asuhnya. Gaya komunikasinya yang tegas namun hangat membuatnya dihormati, baik oleh pemain senior maupun pemain muda binaannya. Di tengah gempuran era profesional yang makin kompetitif, peran pelatih senior seperti almarhum tetap dihargai karena jam terbang panjang dan pengalaman menangani berbagai karakter tim. Baca Juga Rybakina Lolos ke R3 US Open Usai Kalahkan Bouzas Maneiro

Bagi klub sebesar Persija, ikatan dengan mantan pemain dan pelatih tidak pernah benar-benar putus. Mereka adalah bagian dari keluarga besar yang terus dikenang, baik saat tim meraih prestasi maupun ketika menghadapi masa sulit. Penghormatan yang ditunjukkan Persija melalui unggahan resminya mencerminkan budaya kekeluargaan yang selama ini menjadi salah satu kekuatan klub di mata para pendukungnya.

Jelang Laga Perdana BRI Super League

Kabar duka ini datang di tengah persiapan Persija menyongsong musim baru. Melalui unggahan resminya, Persija telah mengumumkan jadwal laga perdana BRI Super League 2026/2027, yakni menghadapi tuan rumah Borneo FC pada Sabtu (5/9/2026) pukul 19.00 WIB di Stadion Segiri, Samarinda, seperti dikutip dari unggahan @Persija_Jkt: https://x.com/Persija_Jkt/status/2095460645756117143

Menariknya, Borneo FC juga pernah menjadi klub yang ditangani almarhum. Artinya, laga pembuka musim Persija nanti akan berlangsung hanya beberapa hari setelah kepergian salah satu mantan pelatih yang pernah mengabdi untuk kedua klub tersebut, sehingga berpotensi menjadi momen emosional bagi kedua kubu. Sebelumnya, Macan Kemayoran menunjukkan kesiapan dengan memenangi laga uji coba 3-0 atas Semen Padang FC pada Rabu (2/9/2026) berkat dua gol Arlyansyah Abdulmanan dan satu gol Stjepan Loncar, sebagaimana diunggah akun resmi klub: https://x.com/Persija_Jkt/status/2095151594174402572

Warisan bagi Sepak Bola Indonesia

Kepergian Iwan Setiawan menjadi pengingat bahwa sepak bola Indonesia dibangun oleh banyak figur di balik layar yang jarang tersorot kamera. Pelatih-pelatih senior seperti almarhum adalah bagian dari rantai panjang yang melahirkan banyak pemain dan pelatih generasi berikutnya. Dedikasinya selama bertahun-tahun di lapangan layak dicatat sebagai bagian dari sejarah persepakbolaan nasional.

Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, terutama suporter Persija yang selama ini dekat dengan para mantan pemain dan pelatih klub. Banyak yang mengenang almarhum sebagai sosok rendah hati yang tidak pernah lelah berbagi ilmu kepada generasi yang lebih muda. Doa terbaik pun dipanjatkan agar seluruh amal ibadah dan pengabdian almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa.

Di tengah duka ini, kompetisi tetap harus berjalan. Persija dijadwalkan menggelar laga perdana musim 2026/2027 akhir pekan ini, dan seluruh keluarga besar klub dipastikan akan memberikan yang terbaik sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum. Semangat yang pernah ditanamkan Iwan Setiawan diharapkan tetap hidup di lapangan melalui setiap pemain yang pernah menerima ilmunya.

Persija sendiri menutup unggahan dukanya dengan kalimat doa: “Selamat beristirahat, Coach. Doa kami menyertai.” Sebuah perpisahan singkat, tetapi cukup menggambarkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakan klub dan segenap keluarga besar Macan Kemayoran atas kepergian Iwan Setiawan.

Ditulis oleh

Lanjut Baca