ASATUNEWS.CO, Glasgow — Celtic memetik kemenangan telak 3-0 atas Aberdeen pada lanjutan Scottish Premiership di Celtic Park, Kamis (3/9/2026) dini hari WIB. Tiga gol tuan rumah sudah tercipta sebelum jeda dan bertahan hingga peluit panjang, memastikan tiga poin penuh bagi juara bertahan Liga Skotlandia itu.
Kemenangan ini dikonfirmasi langsung oleh akun resmi kedua klub di media sosial. Celtic mengunggah status full-time dengan keterangan “FULL-TIME ⏱️ +3 ✅” di akun X resminya (https://x.com/CelticFC/status/2095249955057291681), sementara Aberdeen hanya menulis “Full-time” seusai laga (https://x.com/AberdeenFC/status/2095250001383342522). Pertandingan yang dimainkan Rabu malam waktu Inggris itu berakhir sekitar pukul 03.38 WIB.
Kronologi Laga dari Unggahan Resmi
Berdasarkan unggahan resmi kedua klub di X, kedudukan 3-0 untuk Celtic sudah terlihat pada papan skor saat babak kedua baru dimulai. Aberdeen bahkan langsung melakukan empat pergantian pemain sekaligus di awal babak kedua, dengan Smith, Olusanya, Ronan, dan Ntelo masuk menggantikan Aremu, Briedl, Mouloua, serta Nisbet, seperti ditulis akun resmi Aberdeen dalam unggahannya (https://x.com/AberdeenFC/status/2095238624291803179).
Ketertinggalan tiga gol membuat pelatih tamu mencoba mengubah dinamika permainan, namun rapatnya lini belakang Celtic membuat usaha itu gagal. Pada menit ke-76, Celtic justru melakukan pergantian untuk mengamankan keadaan dengan menarik Hassan dan memasukkan Tounekti (https://x.com/CelticFC/status/2095245890348851550). Enam menit berselang, giliran Aberdeen menarik Gavin Molloy dan memainkan Jack Milne.
| Waktu (WIB) | Menit | Momen Penting |
|---|---|---|
| 02.34 | Jeda | Babak pertama usai, Aberdeen mengunggah status half-time |
| 02.53 | 46′ | Babak kedua dimulai; skor 3-0; Aberdeen lakukan 4 pergantian pemain |
| 03.22 | 76′ | Celtic menarik Hassan, memasukkan Tounekti; skor 3-0 |
| 03.27 | 82′ | Aberdeen menarik Molloy, memasukkan Milne; skor 3-0 |
| 03.33 | ±86′ | Shumaira menjalani debut bersama Celtic |
| 03.38 | FT | Peluit panjang: Celtic 3-0 Aberdeen |
Akun resmi Celtic mengunggah momen-momen kunci laga ini secara berurutan, mulai dari pergantian pemain pada menit ke-76 hingga status full-time, sementara Aberdeen juga mengabari para pendukungnya melalui unggahan berkala sepanjang pertandingan. Pola komunikasi semacam ini menjadi bukti bahwa kedua klub memanfaatkan media sosial sebagai kanal informasi resmi yang cepat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Debut Manis Shumaira
Salah satu sorotan laga ini adalah debut Shumaira bersama tim utama Celtic. “Shumaira juga menjalani debutnya malam ini,” tulis akun resmi Celtic di X (https://x.com/CelticFC/status/2095248859127599124), menegaskan bahwa laga melawan Aberdeen menjadi ajang pertama pemain tersebut merasakan atmosfer kompetitif bersama The Hoops.
Kepercayaan yang diberikan pelatih kepada pemain anyar ini menunjukkan kedalaman skuad Celtic musim ini. Dengan jadwal padat antara Liga Skotlandia, Piala Skotlandia, dan Liga Champions, rotasi pemain menjadi keniscayaan bagi tim yang tengah membangun kekuatan untuk mempertahankan status juara. Memberi menit bermain kepada pemain muda di laga kandang yang sudah dalam keadaan aman adalah pola pembinaan yang lazim dilakukan klub-klub besar Eropa.
Konteks: Juara Bertahan yang Sedang Tajam
Celtic datang ke laga ini dengan status juara bertahan. Pada profil akun resminya di X, klub asal Glasgow itu menuliskan “2025/26 DOUBLE WINNERS!” sebagai penanda gelar ganda yang diraih musim lalu. Sebelumnya, pada akhir Agustus, Celtic juga memastikan tiket ke fase liga Liga Champions setelah melewati babak play-off, sehingga laga melawan Aberdeen menjadi bagian dari ritme kompetitif yang padat di awal musim 2026/27.
Baca Juga
Juventus Menang 1-0 atas Frosinone di Laga Pembuka
Celtic sendiri adalah klub paling sukses dalam sejarah sepak bola Skotlandia dengan puluhan gelar liga, dan Celtic Park kerap dijuluki salah satu stadion dengan atmosfer terbaik di Eropa berkat dukungan fanatik pendukungnya. Kedatangan ribuan suporter ke stadion di timur kota Glasgow itu pada setiap laga kandang menjadi energi tersendiri yang kerap membuat lawan tertekan sejak menit awal.
Adapun Aberdeen bukan lawan sembarangan. Klub berjuluk The Dons itu merupakan salah satu tim terbesar di Skotlandia di luar Old Firm dan memiliki sejarah panjang bersaing di papan atas. Aberdeen adalah klub terakhir di luar Celtic dan Rangers yang berhasil meraih gelar juara liga Skotlandia, tepatnya pada pertengahan 1980-an, ketika klub ini juga menjuarai kompetisi antarklub Eropa. Karena itu, kemenangan bersih 3-0 tanpa balas atas Aberdeen menjadi sinyal positif bagi konsistensi lini pertahanan Celtic.
Data dari unggahan resmi menunjukkan Celtic mampu menjaga gawangnya tetap perawan sejak babak pertama hingga akhir laga. Clean sheet ini menjadi modal berharga menjelang sederet laga berat, mengingat kebocoran pertahanan kerap menjadi faktor penentu di kompetisi sepanjang musim. Selain itu, mencetak tiga gol sebelum jeda menunjukkan efisiensi serangan yang menjadi momok bagi lawan-lawannya di Liga Skotlandia.
Apa Artinya bagi Kedua Tim
Bagi Celtic, tiga poin ini menjaga laju mereka di papan atas klasemen Scottish Premiership sekaligus membangun momentum sebelum kembali berlaga di Eropa. Scottish Premiership sendiri memakai format 12 tim dengan 38 pertandingan per musim, terbagi menjadi fase reguler dan fase final setelah 33 pekan, sehingga setiap kemenangan kandang seperti ini sangat menentukan dalam perebutan gelar.
Sementara bagi Aberdeen, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah bagi staf pelatih untuk membenahi organisasi pertahanan, terutama saat menghadapi tekanan di babak pertama. Empat pergantian pemain sekaligus di awal babak kedua menunjukkan kegelisahan tim tamu, yang wajib segera bangkit pada laga-laga berikutnya agar tidak tertinggal jauh di klasemen. Konsistensi menjadi kata kunci bagi tim mana pun yang ingin bersaing di papan atas kompetisi Skotlandia yang didominasi dua raksasa Glasgow itu.
Menariknya, kemenangan ini datang di tengah padatnya kalender Celtic. Setelah memastikan tempat di fase liga Liga Champions, anak asuh manajer asal Belgia itu harus membagi fokus antara kompetisi domestik dan Eropa. Rotasi pemain seperti yang terlihat pada laga ini, termasuk memberi kesempatan debut kepada Shumaira, menjadi strategi penting agar skuad tetap segar sepanjang musim.
Bagi para pengamat, kemenangan 3-0 ini juga menjawab keraguan sebagian pihak mengenai konsistensi Celtic di awal musim. Tampil trengginas sejak babak pertama, langsung mencetak tiga gol sebelum jeda, dan menutup laga tanpa kebobolan adalah resep sempurna yang ingin dilihat pendukungnya setiap pekan.
Dengan gaya bermain menekan dan kolektivitas yang makin matang, Celtic musim ini kembali layak difavoritkan di Liga Skotlandia. Namun kompetisi masih panjang, dan konsistensi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi pasukan hijau-putih itu dalam perjalanan mempertahankan takhta. Kemenangan 3-0 atas Aberdeen setidaknya memberi sinyal awal yang kuat bahwa musim ini mereka tidak berniat berbagi gelar dengan siapa pun.
