Lompat ke konten

Brace Vakoun Bayo Bawa Udinese ke 16 Besar Coppa Italia

Brace Vakoun Bayo Bawa Udinese ke 16 Besar Coppa Italia
Foto: Lega Serie A (@SerieA_EN)

ASATUNEWS.CO, Udine — Udinese Calcio memastikan satu tempat di babak 16 besar Coppa Italia Frecciarossa 2026/2027 seusai menaklukkan Venezia dengan skor 2-1 dalam laga babak 32 besar yang berlangsung di Bluenergy Stadium, Rabu malam (2/9/2026) waktu Indonesia. Sempat tertinggal lebih dulu melalui gol Richie Sagrado, tim tuan rumah membalikkan keadaan berkat dua gol penyerang Vakoun Bayo. Hasil itu sekaligus menegaskan konsistensi Udinese di ajang piala domestik Italia setelah sebelumnya tampil solid pada awal musim ini.

Laga yang berakhir sekitar pukul 00.50 WIB, Kamis (3/9/2026), dini hari ini berjalan ketat sejak menit awal. Akun resmi Lega Serie A memantau jalannya pertandingan menit demi menit dan mengunggah setiap momen penting, termasuk dua gol kemenangan Udinese, sehingga publik dapat mengikuti perkembangan skor secara langsung dari unggahan resmi tersebut.

Venezia sendiri datang ke laga ini dengan modal kepercayaan diri setelah menjalani bursa transfer yang sibuk. Sepekan terakhir, klub asal kota kanal itu mengumumkan sejumlah rekrutan anyar melalui akun resmi mereka, termasuk nama-nama yang diharapkan memperkuat skuad asuhan Giovanni Stroppa musim ini. Meski demikian, pada laga ini mereka harus puas pulang dengan kekalahan tipis dari kandang lawan.

Kronologi: Tertinggal Lebih Dulu, Lalu Comeback

Venezia tampil mengejutkan di awal laga. Melalui unggahan akun resmi Lega Serie A di platform X, Richie Sagrado membawa Venezia unggul lebih dulu pada babak pertama. Gol pemain muda Venezia itu sempat membuat tim tamu percaya diri, sementara Udinese kesulitan membongkar pertahanan lawan pada menit-menit awal.

Udinese akhirnya menemukan ritme permainan. Vakoun Bayo menyamakan kedudukan lewat sundulan pada sisa babak pertama, dan skor 1-1 bertahan hingga turun minum. Momen penyama kedudukan itu diabadikan dalam unggahan foto resmi Lega Serie A, memperlihatkan euforia pemain tuan rumah setelah gol tersebut tercipta.

Memasuki babak kedua, Udinese terus menekan dan akhirnya berbalik unggul. Bayo kembali menjadi aktor utama: gol keduanya pada laga ini membuat kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk tuan rumah. Akun Serie A English di X menggambarkan momen itu sebagai kebangkitan tuan rumah yang berhasil membalikkan keadaan (“the hosts have turned this one around”).

Pada menit-menit akhir, Venezia meningkatkan intensitas serangan demi memaksakan hasil imbang. Namun, lini belakang Udinese tampil disiplin dan mampu mengamankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 2-1 untuk kemenangan Udinese menjadi hasil akhir laga ini.

Tekanan tinggi yang dilancarkan Venezia pada pengujung laga sempat membuat publik tuan rumah menahan napas. Pelatih Venezia mencoba peruntungan dengan memasukkan pemain-pemain segar di babak kedua demi mengejar gol penyama kedudukan, karena hasil imbang hingga 90 menit akan membawa laga ke adu penalti. Namun, barisan pertahanan Udinese yang dikomandoi lini belakang solidnya mampu mematahkan setiap ancaman, termasuk pada menit-menit akhir ketika laga memasuki masa tambahan waktu.

Vakoun Bayo, Pahlawan Comeback Udinese

Vakoun Bayo menjadi bintang pada laga ini. Penyerang asal Pantai Gading yang memperkuat lini depan Udinese itu mencetak dwigol (brace), masing-masing pada babak pertama dan kedua. Gol pertamanya menyamakan kedudukan setelah Udinese tertinggal, sementara gol keduanya memastikan kemenangan dan tiket melaju ke babak berikutnya.

Baca Juga Burnley vs Middlesbrough Imbang 1-1 di Championship

Dua gol tersebut menegaskan peran penting Bayo di lini serang Udinese musim ini. Kemampuannya memenangi duel udara terlihat jelas pada gol penyama kedudukan yang lahir dari sundulan, sedangkan gol kedua menunjukkan instingnya dalam memanfaatkan peluang di kotak penalti. Kinerja impresifnya pada laga ini tentu menjadi modal berharga bagi Udinese dalam menjalani kompetisi musim ini.

Bagi Bayo, laga ini menjadi panggung pembuktian bahwa dirinya layak menjadi ujung tombak utama tim. Penyerang berusia 29 tahun itu menunjukkan naluri gol yang tajam, baik saat berduel udara maupun ketika menempatkan diri di kotak penalti. Penampilannya melawan Venezia tentu menjadi catatan positif bagi staf pelatih dalam menentukan komposisi lini serang pada laga-laga berikutnya, baik di kompetisi domestik maupun ajang lainnya.

Selain Bayo, lini belakang Udinese juga layak mendapat sorotan. Pada pengujung laga, ketika Venezia menggempur pertahanan tuan rumah, barisan belakang Udinese tampil tenang dan melakukan sejumlah penyelamatan penting yang membuat keunggulan 2-1 tetap terjaga hingga akhir pertandingan.

Langkah Berikutnya: Tantangan Atalanta

Dengan hasil ini, Udinese melaju ke babak 16 besar (ottavi di finale) Coppa Italia Frecciarossa. Berdasarkan bagan kompetisi, pemenang laga ini dijadwalkan berhadapan dengan Atalanta pada babak tersebut. Atalanta sendiri tengah dalam performa meyakinkan, sehingga laga nanti diprediksi menjadi ujian berat bagi pasukan asal Friuli Venezia Giulia itu.

Udinese bukan satu-satunya klub yang memastikan tempat di 16 besar pada pekan ini. Pada hari yang sama, Sassuolo menyingkirkan Frosinone lewat adu penalti 5-4 setelah skor imbang 1-1 pada waktu normal, sebagaimana dikonfirmasi akun resmi klub dan Lega Serie A. Sebelumnya, Monza dan Cremonese juga telah lebih dulu melaju setelah menyingkirkan Torino dan Parma.

Menariknya, pada edisi Coppa Italia musim ini, laga babak 32 besar menggunakan format satu pertandingan tanpa perpanjangan waktu: jika skor imbang setelah 90 menit, pemenang langsung ditentukan melalui adu penalti. Format itu terbukti pada laga Sassuolo kontra Frosinone, dan nyaris kembali terjadi pada duel Udinese melawan Venezia sebelum gol-gol Bayo memastikan kemenangan di waktu normal.

Coppa Italia selalu memiliki tempat tersendiri dalam kalender sepak bola Italia. Selain memperebutkan trofi bergengsi, ajang ini kerap menjadi peluang bagi klub-klub di luar empat besar untuk meraih gelar serta membuka jalan tampil di kompetisi Eropa pada musim berikutnya. Karena itu, setiap kemenangan di babak-babak awal seperti ini bernilai penting, dan Udinese pantas berbangga karena berhasil melewati salah satu rintangan terberat di babak 32 besar.

Bagi Venezia, kekalahan ini menghentikan langkah mereka di Coppa Italia musim ini. Meski sempat unggul lebih dulu dan tampil kompetitif, tim tamu harus mengakui keunggulan tuan rumah. Fokus Venezia kini kembali ke kompetisi liga untuk memperbaiki posisi mereka setelah tersingkir dari ajang piala.

Adapun bagi Udinese, keberhasilan melaju ke 16 besar Coppa Italia menjadi suntikan kepercayaan diri menjelang rangkaian laga berikutnya. Dengan Bayo yang sedang dalam performa tajam dan soliditas tim yang mulai terbentuk, peluang Udinese untuk melangkah lebih jauh di ajang ini tetap terbuka lebar.

Ditulis oleh

Lanjut Baca