ASATUNEWS.CO, Osnabrück — Bayern Munich memastikan langkah ke babak kedua Piala DFB (DFB-Pokal) 2026/27 setelah menaklukkan tuan rumah VfL Osnabrück dengan skor 4-1, Kamis dini hari WIB (3/9/2026). Kemenangan ini sekaligus menjadi jawaban atas perlawanan sengit klub asal Jerman barat laut itu, yang sempat unggul lebih dulu sebelum akhirnya dipatahkan comeback Bayern. Hasil ini ramai dicari pengguna internet Indonesia, terbukti dari masuknya kata kunci “piala dfb” dan “bayern” ke jajaran Google Trends Indonesia dalam beberapa jam terakhir.
Laga yang berlangsung di kandang Osnabrück tersebut berjalan menegangkan. Tim tuan rumah yang tampil tanpa beban mampu mencuri keunggulan lebih dulu, namun Bayern — yang datang dengan status salah satu favorit juara — segera membalikkan keadaan. Mentalitas juara semacam itu menjadi pembeda utama antara klub papan atas Bundesliga dengan lawan dari divisi bawah dalam format kompetisi piala yang selalu menghadirkan kejutan.
Dikutip dari akun resmi Bayern Munich di X (Twitter), kemenangan itu diumumkan dengan unggahan “JOB DONE! Wir stehen in der 2. Runde!” yang berarti “Pekerjaan selesai! Kami melaju ke babak kedua!”. Unggahan resmi klub tersebut dapat disaksikan melalui posting konfirmasi lolos Bayern di akun X resmi FC Bayern, dan menjadi sumber primer laporan ini.
Kronologi: Sempat Tertinggal, Lalu Comeback
Piala DFB sendiri adalah kompetisi tertua di Jerman dan memakai sistem gugur sejak babak pertama, dengan klub-klub amatir hingga raksasa Bundesliga saling berhadapan. Kejutan selalu mungkin terjadi — sejarah kompetisi ini penuh kisah klub kecil menyingkirkan tim besar — sehingga laga tandang seperti yang dijalani Bayern malam ini tidak pernah bisa dianggap remeh. Osnabrück, yang bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter, jelas datang dengan ambisi menciptakan kejutan.
Bayern sendiri datang ke laga ini dengan status salah satu unggulan utama. Kedalaman skuad yang dimiliki tim berjuluk Die Roten itu menjadi pembeda saat pertandingan berjalan ketat — rotasi pemain yang dilakukan pelatih di babak kedua terbukti mampu meningkatkan intensitas serangan. Justru di momen-momen seperti inilah nilai sebuah skuad besar teruji: bukan hanya soal 11 pemain pertama, tetapi bagaimana tim merespons ketika lawan tampil di atas ekspektasi.
Babak pertama menjadi ujian sesungguhnya bagi Bayern. Osnabrück berhasil mencetak gol pembuka lebih dulu dan membuat pendukung tuan rumah bergemuruh. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Bayern merespons dengan dua gol untuk membalikkan keadaan menjadi 2-1, skor yang bertahan hingga turun minum. Akun resmi Bayern menegaskan momen tersebut dengan unggahan “Partie gedreht und Führung zur Pause!” — “Pertandingan dibalikkan dan unggul saat jeda!” — pada menit 45+2.
Memasuki babak kedua, Bayern semakin menguasai jalannya pertandingan. Pelatih Bayern melakukan sejumlah pergantian untuk menjaga intensitas serangan, termasuk memasukkan Karl dan Davies pada menit ke-62 menggantikan Saibari dan Brown, seperti tercatat dalam unggahan pergantian pemain Bayern di akun X resminya. Pavlović juga masuk menggantikan Bischof pada menit ke-80 untuk memperkuat lini tengah.
Gol ketiga Bayern lahir pada menit ke-83, membuat kedudukan menjadi 3-1. Keunggulan dua gol tersebut sempat membuat Osnabrück tertekan, dan puncaknya terjadi pada menit ke-85 ketika Bayern mendapatkan hadiah penalti. Momen tersebut diabadikan akun resmi klub dengan unggahan “ELFER FÜR UNS!” atau “Penalti untuk kami!”.
Brace Harry Kane di 10 Menit Akhir
Harry Kane menjadi bintang di pengujung laga. Striker asal Inggris itu menuntaskan brace-nya lewat eksekusi penalti pada menit ke-86, memastikan skor menjadi 4-1. Akun resmi Bayern merayakan gol tersebut dengan unggahan “DRIN! DOPPELPACK KANE!” — “Masuk! Brace Kane!” — yang mengonfirmasi dua gol Kane dalam laga ini, seperti terlihat pada posting brace Kane di akun X resmi FC Bayern.
Baca Juga
West Ham Hajar Wolves 4-2, Mukasa Jadi Bintang di Kemenangan Perdana
Setelah gol penalti tersebut, Kane langsung ditarik keluar pada menit ke-87 bersamaan dengan Olise, digantikan Bara dan Laimer — sebuah tanda bahwa laga telah terkunci aman bagi Bayern. Empat menit tambahan waktu pun tidak mengubah skor. Osnabrück, yang sempat memberi perlawanan heroik, akhirnya harus mengakui keunggulan kualitas skuad Bayern yang jauh lebih dalam.
Kane sendiri merupakan salah satu striker paling produktif di eranya, dan konsistensinya menjadi modal utama Bayern di semua kompetisi musim ini. Kemampuannya mencetak gol dari berbagai situasi — termasuk titik penalti — membuatnya tetap menjadi tumpuan utama lini depan Bayern.
Tidak hanya soal hasil akhir, laga ini juga memberi pelajaran tentang bahaya meremehkan lawan di kompetisi piala. Osnabrück membuktikan bahwa organisasi permainan yang rapi dan semangat juang tinggi bisa merepotkan tim mana pun, setidaknya untuk satu babak penuh. Bagi Osnabrück, meski harus tersingkir, penampilan melawan salah satu klub terbesar Eropa akan menjadi kenangan manis bagi para pemain muda mereka — pengalaman bermain di panggung yang jauh lebih besar dari liga tempat mereka sehari-hari berlaga.
Dari sisi statistik, kemenangan 4-1 ini juga menegaskan ketajaman lini depan Bayern yang mampu mencetak empat gol meski sempat tertinggal. Pola semacam ini kerap menjadi sinyal positif bagi klub yang menargetkan gelar di banyak kompetisi sekaligus, karena menunjukkan daya gedor yang tidak padam meski tekanan sedang tinggi. Sebaliknya, bagi para pengamat, laga ini juga mengingatkan bahwa lini belakang Bayern tetap perlu waspada di laga-laga berikutnya — kebobolan lebih dulu dari tim divisi bawah adalah catatan yang tidak boleh diulang saat menghadapi lawan sekelas Bundesliga.
Dengan hasil ini, Bayern pun menjaga catatan sempurna di awal kompetisi musim 2026/27. Langkah berikutnya di Piala DFB akan ditentukan melalui undian babak kedua, sementara fokus terdekat klub adalah kembali ke persaingan Bundesliga. Bagi Kane, dua gol malam ini juga menjadi modal kepercayaan diri yang berharga — penalti yang dieksekusinya dengan tenang di tengah tekanan suporter tuan rumah menunjukkan kelas seorang penyerang utama, dan publik Bayern tentu berharap ketajaman itu berlanjut di laga-laga selanjutnya.
Dampak dan Arti bagi Bayern
Kemenangan ini mengantarkan Bayern ke babak kedua Piala DFB, turnamen tertua di Jerman yang mempertemukan klub dari seluruh tingkatan liga. Format kompetisi yang menggunakan sistem gugur sejak babak pertama membuat klub Bundesliga seperti Bayern selalu diwajibkan tampil serius sejak awal, dan lolos dari jebakan laga tandang melawan tim divisi bawah adalah langkah pertama yang krusial menuju gelar.
Bagi Osnabrück, kekalahan ini tetap menjadi pengalaman berharga. Menjamu raksasa Bavaria di kompetisi resmi adalah mimpi bagi klub sekelas mereka, dan sempat unggul lebih dulu meski akhirnya kalah merupakan pencapaian yang layak diapresiasi pendukungnya. Pendapatan dari tiket dan hak siar laga melawan Bayern juga menjadi suntikan finansial yang signifikan bagi klub beranggaran kecil tersebut.
Di Indonesia, laga ini menarik perhatian karena basis penggemar Bayern Munich yang besar, salah satu yang terbesar di Asia Tenggara. Kata kunci “piala dfb” yang menembus jajaran trending Google Indonesia menunjukkan animo publik terhadap kompetisi piala Jerman, terutama ketika klub-klub besar seperti Bayern tampil. Dengan hasil ini, Bayern menjaga momentum positif di awal musim 2026/27, dan laga babak kedua nanti akan dinanti para pendukungnya di seluruh dunia — termasuk Indonesia.
