ASATUNEWS.CO, Jakarta — Kesepakatan transfer penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, dari AS Monaco ke Everton dikabarkan batal di menit-menit akhir bursa transfer musim panas 2026. Jurnalis transfer kenamaan Fabrizio Romano melalui akun X pribadinya @FabrizioRomano mengabarkan bahwa kesepakatan yang sempat hampir rampung itu akhirnya runtuh total pada Rabu (2/9/2026) dini hari WIB.
“Setelah transfer Lamine Camara ke Chelsea batal karena Monaco menjual Balogun… kesepakatan Balogun juga kini ambruk. Monaco telah diberi tahu, menyusul laporan @_pauljoyce,” tulis Romano dalam unggahan berlabel BREAKING yang langsung menjadi perbincangan warganet. Unggahan tersebut mengonfirmasi bahwa klub asal Kerajaan Monako itu kehilangan dua kesepakatan keluar pemain sekaligus di hari terakhir bursa musim panas.
Batalnya kepindahan Balogun menjadi babak terbaru dari kekacauan transfer Monaco di deadline day. Sebelumnya, pada Selasa (1/9/2026) malam WIB, Romano melaporkan bahwa Monaco membatalkan transfer gelandang Lamine Camara ke Chelsea — padahal kedua klub disebut telah menandatangani kesepakatan tertulis — karena Monaco memilih memproses penjualan Balogun ke Everton. Chelsea disebut sangat marah dan menilai cara Monaco berbisnis “sangat tidak profesional”. Kini, ironisnya, kesepakatan yang menjadi alasan pembatalan tersebut justru ikut gagal.
Kronologi Batalnya Dua Kesepakatan
Rangkaian peristiwa itu berlangsung sangat cepat dalam hitungan jam di penghujung jendela transfer. Berdasarkan kronologi yang diungkap Romano, Monaco terlebih dahulu membatalkan transfer Camara ke Chelsea meski kedua klub telah sepakat secara tertulis. Keputusan itu diambil karena Monaco ingin melanjutkan rencana menjual Balogun ke Everton guna mendatangkan pemasukan besar di akhir bursa. Chelsea bereaksi keras, menyebut langkah Monaco tidak profesional karena menggagalkan kesepakatan yang sudah dianggap final.
Namun belum sempat transfer Balogun diresmikan, kabar buruk datang dari arah sebaliknya. Laporan Paul Joyce, jurnalis The Times yang menjadi rujukan pemberitaan transfer klub-klub Inggris, menyebut kesepakatan Balogun ikut batal. Romano kemudian mengonfirmasi bahwa Monaco telah diberi tahu soal pembatalan tersebut. Dengan demikian, Monaco gagal menjual dua pemain kunci di hari terakhir bursa, sementara Chelsea dan Everton sama-sama kehilangan target yang sempat dianggap hampir pasti.
Bagi Everton, kabar ini menjadi pukulan telak. Klub asal kota pelabuhan Liverpool itu memburu tambahan tenaga di lini depan untuk memperkuat opsi mencetak gol musim ini, dan Balogun menjadi target utama mereka di hari terakhir bursa. Gagalnya kesepakatan ini membuat Everton harus menutup bursa tanpa tambahan striker yang direncanakan, sebuah skenario yang tentu tidak diinginkan para pendukung The Toffees. Apalagi bursa musim panas Inggris kali ini berlangsung sengit: banyak klub Premier League berburu penyerang di hari terakhir, sehingga opsi pengganti yang tersisa setelah tenggat sangat terbatas.
Bagi Monaco, gagalnya penjualan Balogun berarti klub mempertahankan salah satu aset serangan terbaiknya. Di satu sisi ini kabar baik bagi kedalaman skuad, tetapi di sisi lain Monaco kehilangan potensi pemasukan besar yang sempat direncanakan untuk menyeimbangkan neraca keuangan klub setelah musim lalu berakhir tanpa tiket kompetisi Eropa.
Baca Juga
MPL ID S18: NAVI Comeback Kalahkan Team Liquid 2-0
Profil Folarin Balogun
Folarin Balogun adalah striker kelahiran New York, Amerika Serikat, pada 3 Juli 2001. Ia menempuh pembinaan usia muda di akademi Arsenal dan sempat dipinjamkan ke sejumlah klub sebelum namanya melejit bersama Reims pada musim 2022/2023. Bersama klub Ligue 1 tersebut, Balogun mencetak 22 gol dalam satu musim, catatan yang membuatnya menjadi salah satu pencetak gol terbanyak liga dan menarik perhatian banyak klub Eropa.
Performa impresif itu membuat Monaco meminangnya pada musim panas 2023 dengan nilai transfer yang dilaporkan mencapai sekitar 30 juta euro. Ia menandatangani kontrak jangka panjang hingga 2028 dan langsung dipercaya menjadi ujung tombak utama. Sebagai penyerang andalan tim nasional Amerika Serikat, setiap pergerakannya di bursa transfer selalu menjadi sorotan media, terutama karena ia memilih membela AS dibandingkan Inggris yang juga sempat memburu jasanya.
Namun dua musim terakhir karier Balogun di Monaco tidak berjalan mulus. Cedera bahu yang dialaminya pada awal 2024 membuatnya absen berbulan-bulan, dan musim 2024/2025 ia kesulitan merebut kembali tempat inti di tengah persaingan lini depan yang ketat. Musim ini ia kembali masuk dalam rencana skuad utama, tetapi ketertarikan Everton membuat masa depannya di Monaco sempat menjadi tanda tanya besar hingga menit terakhir bursa.
Dampak dan Nasib Para Pemain
Dengan batalnya kedua kesepakatan, Camara tetap menjadi bagian dari skuad Monaco, demikian pula Balogun. Bagi Balogun, gagalnya kepindahan ke Everton berarti ia kembali bersaing memperebutkan menit bermain di lini depan Monaco pada musim 2026/2027. Situasi ini sekaligus menjadi ujian mental bagi pemain 25 tahun itu untuk membuktikan konsistensinya setelah dua musim yang penuh cedera.
Kekacauan transfer Monaco ini menjadi pengingat klasik tentang risiko deadline day: klub yang mencoba mengatur ulang dua atau tiga kesepakatan sekaligus dalam hitungan jam bisa kehilangan semuanya. Kasus Camara-Chelsea yang batal demi Balogun-Everton, lalu Balogun-Everton yang ikut batal, menunjukkan betapa rapuhnya kesepakatan yang belum ditandatangani secara final di bursa transfer.
Sementara itu, musim panas 2026 juga menjadi musim Piala Dunia yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Sebagai salah satu striker utama tim nasional AS, performa Balogun di level klub selalu menjadi sorotan publik Amerika. Gagalnya kepindahan ke Everton berarti ia akan menjalani musim ini bersama Monaco, dengan tekanan untuk kembali menemukan ketajaman yang sempat menghilang akibat cedera.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Monaco maupun Everton terkait batalnya kesepakatan tersebut. Yang jelas, nama Folarin Balogun dipastikan akan kembali hangat diperbincangkan ketika jendela transfer musim dingin dibuka pada Januari 2027, kecuali ia mampu tampil gemilang dan mengamankan tempatnya di skuad utama Monaco.
