Lompat ke konten

13 Personel SOF TNI-US Army Lakukan Infiltrasi Udara di SGS 2026

13 Personel SOF TNI-US Army Lakukan Infiltrasi Udara di SGS 2026
Foto: @Puspen_TNI (X)

ASATUNEWS.CO, Jakarta — Sebanyak 13 personel pasukan operasi khusus (Special Operations Forces/SOF) gabungan TNI dan Angkatan Darat Amerika Serikat (US Army) sukses melaksanakan infiltrasi udara dalam Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 di Lanud Gatot Subroto, Selasa (1/9/2026). Informasi tersebut disampaikan Pusat Penerangan TNI melalui akun resminya di X (Twitter), @Puspen_TNI, pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.59 WIB: https://x.com/Puspen_TNI/status/2095043798648897767

Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah @Puspen_TNI, penerjunan dilakukan dari pesawat CN-235 Angkatan Udara Perancis dan berjalan lancar dalam dua sortie. Seluruh personel mendarat dengan aman, kemudian latihan dilanjutkan dengan simulasi sabotase terbatas terhadap sasaran strategis.

“Latihan ini menguji kemampuan operasi khusus yang menuntut kecepatan, kerahasiaan, dan presisi,” demikian bunyi pernyataan Puspen TNI dalam unggahan resminya. Keterlibatan Kopassus, Taifib, Kopasgat, dan US Army dalam satu skenario disebut menunjukkan soliditas serta interoperabilitas pasukan elite dalam menghadapi ancaman kontemporer.

Kronologi Latihan di Lanud Gatot Subroto

Infiltrasi udara menjadi salah satu rangkaian paling krusial dalam latihan SGS 2026. Dalam doktrin operasi militer modern, infiltrasi udara bertujuan menempatkan personel ke wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat maupun laut, baik untuk kepentingan pengintaian, penyelamatan, maupun penghancuran sasaran strategis di balik garis pertahanan lawan. Keberhasilan tahap ini menjadi penentu bagi kelancaran misi lanjutan di lapangan.

Setelah seluruh personel mendarat dengan aman, latihan langsung berlanjut ke simulasi sabotase terbatas terhadap sasaran strategis. Skenario semacam ini menguji kemampuan perencanaan, koordinasi antarsatuan, hingga eksekusi di lapangan yang menuntut ketepatan tinggi dalam waktu singkat dan tanpa diketahui pihak lawan.

Pengumuman Puspen TNI ini menyusul pembukaan Latihan Gabungan Terbesar (Latgabma) Super Garuda Shield 2026 oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto. Pada pembukaan yang diinformasikan melalui akun resmi @Puspen_TNI, latihan tahun ini disebut melibatkan 4.743 personel: https://x.com/Puspen_TNI/status/2094792825359798690

Pasukan Elite dari Tiga Matra

Yang menarik dari latihan infiltrasi kali ini adalah keterlibatan pasukan elite dari tiga matra TNI sekaligus, ditambah mitra dari Amerika Serikat. Masing-masing satuan memiliki spesialisasi yang berbeda, tetapi disatukan dalam satu skenario operasi khusus yang menuntut kerja sama erat.

UnitMatraSpesialisasi
KopassusTNI Angkatan DaratKomando pasukan khusus, operasi antiteror dan sabotase
TaifibTNI Angkatan Laut (Korps Marinir)Intai amfibi dan operasi pendaratan
KopasgatTNI Angkatan UdaraPasukan khusus penguasaan dan pengamanan pangkalan udara
US ArmyAngkatan Darat Amerika SerikatMitra latihan multinasional

Kopassus merupakan komando pasukan khusus TNI Angkatan Darat yang kerap diterjunkan dalam operasi antiteror maupun operasi khusus lainnya. Sementara Taifib, singkatan dari Batalyon Intai Amfibi, adalah pasukan elite Korps Marinir TNI Angkatan Laut yang mengkhususkan diri pada pengintaian dan operasi pendaratan amfibi. Adapun Kopasgat, komando pasukan gerak cepat TNI Angkatan Udara, dikenal dengan keahlian menguasai dan mengamankan pangkalan udara dari berbagai ancaman.

Latihan operasi khusus memiliki karakter yang berbeda dengan latihan operasi konvensional. Jika operasi konvensional mengandalkan kekuatan dan jumlah pasukan, operasi khusus justru menuntut jumlah personel yang kecil tetapi berkemampuan tinggi, bergerak secara senyap dan cepat, serta memiliki kecakapan baku tembak, navigasi, dan komunikasi yang mumpuni. Karena itu, latihan gabungan semacam ini menjadi ajang pembuktian profesionalisme pasukan elite dari berbagai negara.

Super Garuda Shield: Latihan Multinasional TNI-AS

Super Garuda Shield merupakan latihan gabungan tahunan antara TNI dan militer Amerika Serikat yang digelar rutin dan menjadi salah satu agenda latihan terbesar di kawasan. Berawal dari latihan bilateral berskala kecil, latihan ini kini berkembang menjadi latihan multinasional yang melibatkan ribuan personel dari berbagai matra dan sejumlah negara sahabat. Baca Juga Sari Yuliati: Framing Negatif Bikin Investor Batal Masuk Pati, Masyarakat Pesisir Jangan Jadi Korban

Unsur Angkatan Udara Perancis yang menerbangkan pesawat CN-235 dalam sesi penerjunan menjadi salah satu penanda dimensi multinasional latihan tersebut. CN-235 sendiri merupakan pesawat angkut bermesin ganda bermuatan sedang yang banyak digunakan untuk operasi angkutan militer maupun penerjunan pasukan di berbagai negara.

Sepanjang sejarah penyelenggaraannya, latihan Super Garuda Shield digelar di sejumlah lokasi di Indonesia dengan melibatkan personel dari berbagai satuan, baik di darat, laut, maupun udara. Cakupan latihan pun terus berkembang dari sekadar latihan tingkat satuan menjadi latihan gabungan multinasional berskala besar yang mencakup berbagai dimensi operasi militer.

Bagi TNI, latihan semacam ini menjadi sarana penting untuk mengukur kesiapan operasional prajurit, menguji alutsista, sekaligus memperkuat diplomasi pertahanan dengan negara sahabat. Interoperabilitas yang terbangun lewat latihan bersama menjadi modal berharga apabila di kemudian hari dibutuhkan operasi gabungan multinasional, misalnya dalam kerangka misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Signifikansi bagi Pertahanan Negara

Simulasi sabotase terhadap sasaran strategis yang dilatihkan kali ini relevan dengan perkembangan ancaman kontemporer yang semakin tidak konvensional. Kemampuan pasukan elite untuk bergerak cepat, senyap, dan presisi menjadi salah satu jawaban atas ancaman-ancaman tersebut, termasuk potensi gangguan terhadap objek vital nasional.

Keberhasilan 13 personel SOF dalam penerjunan dua sortie ini juga menunjukkan kesiapan personel TNI dalam operasi gabungan lintas negara. Kemampuan terjun udara yang dipelihara secara rutin melalui latihan semacam ini menjadi bagian penting dari kesiapan satuan, mengingat keterampilan tersebut tidak dapat dipertahankan tanpa praktik langsung secara berkala dengan pesawat angkut militer.

Seluruh rangkaian Super Garuda Shield 2026 yang masih berlangsung dapat dipantau publik melalui unggahan-unggahan resmi Puspen TNI di akun X @Puspen_TNI, termasuk dokumentasi foto kegiatan latihan di sejumlah lokasi.

Latihan ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama pertahanan bilateral dengan Amerika Serikat maupun negara sahabat lainnya di kawasan Indo-Pasifik, sejalan dengan kebijakan pertahanan negara yang mengedepankan diplomasi dan kesiapan operasional.

Puspen TNI dalam unggahannya juga menyertakan tagar #tniprima, #tnirakyat, dan #indonesiaemas2045, yang kerap digunakan dalam publikasi kegiatan TNI di berbagai penugasan, termasuk operasi kemanusiaan dan latihan gabungan.

Dengan berlangsungnya SGS 2026 yang dijadwalkan dalam beberapa tahap, publik dapat menantikan agenda-agenda latihan berikutnya yang akan kembali diumumkan melalui kanal resmi TNI.

Ditulis oleh

Lanjut Baca