Lompat ke konten

Monza Singkirkan Torino 1-0 di Coppa Italia, Penalti Dianulir VAR

Monza Singkirkan Torino 1-0 di Coppa Italia, Penalti Dianulir VAR
Foto: @TorinoFC_1906 (X)

ASATUNEWS.CO, Torino — AC Monza melaju ke babak 16 besar Coppa Italia Frecciarossa setelah menang 1-0 atas Torino pada laga babak 32 besar (sedicesimi di finale) di kandang Torino, Rabu dini hari WIB. Kemenangan itu terasa dramatis: Torino sempat mendapat hadiah penalti di masa injury time, tetapi keputusan itu dianulir setelah pemeriksaan VAR.

Laga ini dikonfirmasi sebagai partai resmi Coppa Italia oleh kedua klub. Akun resmi Monza menuliskan bahwa pertandingan ini valid untuk babak 32 besar Coppa Italia Frecciarossa (“partita valevole per i sedicesimi di finale di CoppaItalia Frecciarossa”) saat mengumumkan kick-off (unggahan @ACMonza). Sementara itu, akun resmi Torino membagikan pembaruan skor secara berkala hingga akhir laga. Pertandingan digelar di kandang Torino — Stadio Olimpico Grande Torino, stadion bersejarah yang menjadi markas Il Toro sejak lama.

Pada menit ke-78, Torino nyaris menyamakan kedudukan. Akun resmi klub menuliskan, “Duvan a un passo dal gol, la palla sfiora il palo” — Duvan nyaris mencetak gol, bola hanya mengenai tiang gawang (unggahan @TorinoFC_1906). Pada saat itu skor masih 0-1 untuk keunggulan Monza, dan peluang emas yang gagal itu menjadi salah satu titik balik mental permainan tuan rumah.

Drama Penalti yang Dianulir VAR

Babak kedua berjalan menegangkan hingga menit-menit akhir. Pada menit 90+3, Torino mendapat hadiah penalti di masa perpanjangan waktu. “Rigore per il Toro nel recupero!” — penalti untuk Torino di injury time — demikian unggahan resmi klub (unggahan @TorinoFC_1906). Para pendukung tuan rumah yang memadati stadion sempat bersiap merayakan, karena satu gol dari titik putih akan memaksa laga berlanjut.

Namun dua menit kemudian, keputusan berubah total. Pada menit 90+5, Torino mengabarkan bahwa setelah pemeriksaan VAR, penalti tersebut dibatalkan: “A seguito di valutazione al VAR, annullato il calcio di rigore per il Toro” — setelah evaluasi VAR, penalti untuk Torino dianulir (unggahan @TorinoFC_1906). Momen ini menjadi contoh nyata bagaimana teknologi VAR bekerja di kompetisi Italia: wasit yang semula menunjuk titik putih, kemudian mengubah keputusan setelah meninjau ulang insiden dari berbagai sudut kamera.

Monza Melaju ke Babak 16 Besar

Dengan berakhirnya laga tanpa gol tambahan, Monza mengunci kemenangan 1-0. “Il Monza passa il turno” — Monza melaju ke babak berikutnya — demikian pernyataan resmi Torino yang mengakui keunggulan lawan (unggahan @TorinoFC_1906). Bagi Monza, hasil ini menjadi modal berharga di tengah musim yang penuh tantangan, sekaligus balasan manis. Monza sendiri memulai musim Serie A dengan hasil kurang menyenangkan — mereka sempat kalah telak 4-1 dari Inter Milan pada pekan pembuka — sehingga kemenangan di piala domestik ini menjadi suntikan moral yang sangat dibutuhkan sebelum kembali fokus ke kompetisi liga.

Baca Juga Cienciano Lolos ke Perempat Final Sudamericana Meski Kalah dari Botafogo

Sementara itu, bagi Torino, tersingkir di babak 32 besar tentu menjadi pukulan. Kegagalan mengonversi peluang — termasuk sundulan Duvan yang membentur tiang dan penalti yang dianulir — menjadi catatan penting yang harus segera diperbaiki tim asuhan pelatih mereka sebelum kembali ke fokus Serie A.

Kemenangan ini menambah catatan positif Monza di kompetisi piala musim ini. Sebagai klub yang masih membangun identitas di kasta tertinggi, lolos ke babak 16 besar Coppa Italia memberi ruang bagi para pemain muda dan rekrutan anyar untuk terus mengasah kepercayaan diri, sekaligus memberi pelatih kesempatan merotasi skuad di tengah jadwal yang padat. Sebaliknya, bagi Torino, kekalahan ini menjadi pukulan beruntun di awal musim yang menambah tekanan — dan mereka harus segera bangkit karena kompetisi liga tidak menunggu siapa pun.

Monza, Klub yang Sedang Berbenah

Monza sendiri tengah menunjukkan aktivitas besar di bursa transfer. Sehari sebelum laga ini, klub mengumumkan dua rekrutan anyar: Exequiel Zeballos, pemain asal Argentina, dan Saba Goglichidze, bek asal Georgia. Keduanya diumumkan melalui akun resmi klub lengkap dengan tautan komunikasi resmi di situs klub (unggahan @ACMonza soal Zeballos, unggahan @ACMonza soal Goglichidze).

Perombakan skuad yang agresif ini menunjukkan ambisi Monza untuk tampil lebih kompetitif setelah musim lalu yang berat. Kombinasi rekrutan baru dengan skuad yang ada diharapkan mampu membawa Monza melaju lebih jauh — dan kemenangan atas Torino di piala domestik menjadi pembuktian awal bahwa arah baru klub mulai menunjukkan hasil. Kini Monza menunggu undian babak 16 besar, sementara Torino harus melupakan mimpi piala dan berkonsentrasi penuh pada kompetisi liga.

Coppa Italia sendiri adalah kompetisi piala tertua di Italia yang diikuti klub dari seluruh tingkatan liga, dari Serie A hingga klub amatir, dengan format gugur. Bagi klub sekelas Monza dan Torino, piala ini kerap menjadi jalur paling realistis menuju trofi — dan juga tiket kompetisi Eropa, karena juara Coppa Italia otomatis mendapat tempat di Liga Europa. Karena itu, tersingkir di babak 32 besar adalah hasil yang menyakitkan bagi Torino, sementara bagi Monza, setiap langkah maju di piala ini bernilai besar.

Monza sendiri adalah klub yang baru beberapa tahun terakhir menikmati panggung Serie A setelah promosi bersejarah, dan sejak itu berusaha membangun diri menjadi klub yang stabil di kasta tertinggi Italia. Kombinasi manajemen yang ambisius, rekrutan baru, dan hasil positif seperti kemenangan atas Torino ini menjadi fondasi yang mereka butuhkan untuk terus berkembang.

Ditulis oleh

Lanjut Baca