Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) meninjau penanganan pascagempa di Ruteng, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak. Kunjungan ini dikonfirmasi melalui akun resmi DPR RI pada Senin (24/8/2026).
Dalam kunjungannya, Charles menyampaikan duka cita mendalam kepada masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026. “Atas nama Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IX DPR RI, kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores pada tanggal 15 Agustus 2026, khususnya kepada keluarga yang kehilangan anggota keluarganya,” ujar Charles di Ruteng, Jumat (21/8/2026).
Berdasarkan data BNPB hingga 21 Agustus 2026, jumlah korban meninggal akibat gempa NTT bertambah menjadi 83 jiwa, korban luka-luka sebanyak 986 jiwa, dan 110.785 jiwa mengungsi. Bencana ini juga menyebabkan sedikitnya 44.946 rumah warga di delapan kabupaten mengalami kerusakan, dengan dampak terparah tercatat di Kabupaten Manggarai Timur.
Dorong Koordinasi Layanan Kesehatan Regional Flores
Wakil Ketua Komisi IX tersebut menegaskan bahwa penanganan pascagempa perlu dilakukan dalam kerangka koordinasi regional Flores. “Komisi IX DPR RI memandang bahwa penanganan pascagempa perlu dilakukan dalam kerangka koordinasi regional Flores, khususnya dalam memastikan keberlangsungan pelayanan kesehatan dan sistem rujukan antarkabupaten,” tegasnya.
Baca Juga
PDIP Minta Tersangka Korupsi Batubara Dihukum Seberat-beratnya
Komisi IX mendorong ketersediaan tenaga medis, obat-obatan, dan alat kesehatan yang memadai untuk merawat ribuan korban, serta memastikan pemulihan operasional fasilitas publik agar pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal di tengah situasi darurat. “Komisi IX ingin memperoleh satu gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi korban dan pengungsi, kerusakan dan operasional fasilitas kesehatan, kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan alat kesehatan, sistem rujukan, pelayanan JKN, keamanan obat dan makanan, serta kebutuhan pangan dan gizi,” imbuhnya.
Bantuan Logistik Disalurkan
Dalam peninjauan lapangan tersebut, Komisi IX turut mendistribusikan bantuan logistik esensial, antara lain 10 buah tenda ukuran 6 x 14 meter, 2.286 kaleng sarden, 1.435 buah kornet, 544 buah beras porang, 30 kuintal beras, 25.700 unit air mineral dalam berbagai kemasan, 828 botol susu untuk anak, serta 2.062 buah makanan siap konsumsi atau retort food. Bantuan ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Kunjungan Komisi IX menjadi bagian dari pengawasan parlemen atas penanganan bencana di NTT. Fokus pada keberlanjutan layanan kesehatan menjadi penting mengingat ribuan warga masih mengungsi dan fasilitas kesehatan di sejumlah kabupaten terdampak. DPR RI memastikan penanganan pascagempa tidak hanya berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga mencakup pemulihan jangka panjang bagi para penyintas.
