Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Nasyirul Falah Amru, menegaskan agar para tersangka dalam kasus korupsi batubara yang melibatkan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah dihukum seberat-beratnya. Sikap itu disampaikannya pada Minggu (23/8/2026) melalui akun resmi DPP PDI Perjuangan di platform X (Twitter), sebagai bentuk keprihatinan atas kasus yang dinilainya menyangkut hajat hidup orang banyak.
Dalam pernyataannya, Nasyirul Falah Amru menyebut kasus ini memalukan dan mengecewakan hati nurani rakyat. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk mengadili para tersangka dengan hukuman maksimal, tanpa pandang bulu.
“Ini adalah sesuatu yang sungguh sangat memalukan dan sungguh sangat mengecewakan hati nurani rakyat seluruh Indonesia. Oleh karena itu, saya meminta pelaku, tersangka, diadili yang seberat-beratnya. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Nasyirul Falah Amru dalam video yang diunggah PDI Perjuangan.
Siapa Febrie Adriansyah?
Febrie Adriansyah adalah mantan Jampidsus Kejaksaan Agung yang namanya kini dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi batubara. Posisi Jampidsus sendiri merupakan jabatan strategis di Kejaksaan Agung yang membawahi penanganan tindak pidana khusus, termasuk korupsi. Karena itu, keterlibatan nama seorang mantan pejabat puncak penegakan hukum dalam kasus korupsi dinilai publik sebagai tamparan bagi upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Baca Juga
Pendataan Rumah Terdampak dan Kenyamanan Pengungsi NTT Jadi Perhatian Komisi VIII DPR
Pernyataan tegas dari anggota Komisi III DPR ini datang di tengah sorotan publik yang terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Komisi III DPR RI merupakan mitra kerja Kejaksaan Agung, Kepolisian, dan KPK, sehingga sikap anggotanya kerap menjadi perhatian dalam setiap kasus hukum nasional.
Korupsi Batubara dan Kepentingan Publik
Alasan Nasyirul Falah Amru menuntut hukuman maksimal tak lepas dari dampak korupsi di sektor batubara. Sebagai komoditas energi utama, pengelolaan batubara yang korup berpotensi merugikan keuangan negara dalam jumlah besar serta merugikan masyarakat yang bergantung pada sektor ini, baik sebagai konsumen energi maupun penerima manfaat penerimaan negara.
PDI Perjuangan melalui DPP-nya secara konsisten menyuarakan tuntutan penegakan hukum yang tegas dalam kasus ini. Pernyataan resmi partai yang diunggah di akun X @PDI_Perjuangan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa kasus korupsi batubara yang melibatkan eks Jampidsus akan terus menjadi sorotan politik nasional hingga tuntas di pengadilan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Febrie Adriansyah maupun Kejaksaan Agung terkait pernyataan tersebut. Publik menanti langkah lanjutan aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini.
