PDI Perjuangan melepas keberangkatan Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati untuk menjalankan misi kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Banten, Kamis (20/8/2026), sesuai arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Pelepasan dipimpin Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, didampingi Ketua DPD PDI Perjuangan Banten Ade Sumardi, Sekretaris DPD Wanto Sugito, jajaran DPC PDI Perjuangan Kota Cilegon, dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Banten, sebagaimana diunggah akun resmi @PDI_Perjuangan di X.
RSA Laksamana Malahayati membawa kapten, kru, dan tenaga kesehatan untuk melayani warga terdampak gempa M7,7 yang mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya pada 18 Agustus lalu. Kehadiran rumah sakit apung menjadi penting bagi daerah kepulauan yang sulit dijangkau layanan kesehatan darat, terutama untuk evakuasi medis pasien dari pulau-pulau terpencil.
Baca Juga
Gempa M6,2 Guncang Parigi Moutong, Getaran Terasa hingga Palu
Dalam unggahannya, PDI Perjuangan menegaskan misi tersebut bukan sekadar pelayaran biasa.
Rumah sakit apung ini menambah daftar panjang bantuan kemanusiaan yang mengalir ke NTT pascagempa, mulai dari logistik, tenaga medis, hingga kapal perang rumah sakit TNI AL. Penanganan darurat di NTT masih terus berjalan dengan fokus pada pengungsian, layanan kesehatan, dan pemulihan infrastruktur.
PDI Perjuangan menyebut misi ini membawa semangat gotong royong dan keberpihakan kepada rakyat. Doa dan dukungan pun disampaikan agar kapten, kru, tenaga kesehatan, dan seluruh tim diberi keselamatan serta kelancaran dalam menjalankan tugas.
Bukan sekadar pelayaran, tetapi membawa semangat kemanusiaan, gotong royong, dan keberpihakan kepada rakyat.
