Ketua DPR RI Puan Maharani menugaskan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) NTT untuk bersiaga dan terus berkoordinasi dalam penanganan pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Penugasan itu disampaikan Puan di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dan diumumkan melalui akun resmi DPR RI di media sosial.
“Kami juga menugaskan teman-teman anggota DPR dari dapil NTT untuk bisa terus berkoordinasi dan standby (siaga) di sana untuk melakukan hal-hal yang diperlukan dan berkomunikasi yang dibutuhkan,” kata Puan, dikutip dari unggahan resmi DPR RI.
Puan memastikan DPR terus mengawal proses penanganan gempa NTT. Ia juga kembali menyampaikan dukacita bagi masyarakat NTT dan sekitarnya yang terdampak gempa. “NTT tidak sendirian. DPR, Pemerintah, unsur-unsur masyarakat, partai politik, insyaallah semuanya bergotong royong untuk segera mempercepat proses atau mempercepat bantuan yang harus segera dilaksanakan di sana,” tuturnya.
Kronologi Penanganan DPR di NTT
Sebelumnya, DPR RI melalui Satgas Galapana telah melakukan kunjungan ke NTT pada Minggu (16/8). Kunjungan yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal itu meninjau dan memastikan efektivitas penanganan darurat pascagempa berjalan satu komando bersama pemerintah dan BNPB.
Baca Juga
Edison Sitorus Salurkan 11 Unit Ambulans untuk Warga Banten II
Pimpinan dan sejumlah anggota DPR RI pun dijadwalkan kembali mengunjungi NTT bersama menteri-menteri terkait, termasuk Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, untuk memberikan bantuan sekaligus mendorong relokasi anggaran penanganan bencana.
Bantuan dari Dewan
Menurut Puan, rombongan DPR juga akan membawa bantuan dari dewan. “Kami juga sudah berkoordinasi, kami akan mengirimkan bantuan yang kemarin sudah dicek apa saja yang dibutuhkan,” jelas Puan. Setelah itu, DPR akan menggelar rapat koordinasi lanjutan dengan pemerintah terkait kebutuhan yang belum terpenuhi di lapangan.
Gempa bumi M7,7 yang berpusat di wilayah Flores, NTT, terjadi Sabtu (15/8/2026) pagi dan hingga kini wilayah terdampak masih dilanda gempa susulan. Penanganan darurat terus berjalan dengan dukungan TNI, Polri, BNPB, dan kementerian terkait, termasuk pengiriman logistik ke sejumlah kabupaten terdampak seperti Manggarai, Sikka, dan Nagekeo.
