JAKARTA — Dunia tinju dunia berduka. World Boxing Council (WBC) mengumumkan meninggalnya petinju Puerto Riko, Prichard Colón, di usia 33 tahun. Kabar duka ini disampaikan langsung melalui akun resmi WBC di platform X (Twitter).
Kabar meninggalnya Prichard Colón menjadi salah satu topik yang ramai dicari di Google Trends Indonesia dengan volume pencarian lebih dari 200 ribu. Nama petinju yang dikenal dengan julukan “Digget” ini memang lekat di ingatan pencinta tinju dunia.
Ungkapan Duka Resmi WBC
Melalui unggahan resminya, WBC di X (@WBCBoxing) menyampaikan belasungkawa mendalam atas kepergian Colón.
Today, we mourn the passing of Prichard Colón. A true warrior whose strength, courage, and fighting spirit inspired people around the world. The WBC family extends its deepest condolences to his mother, Nieves, his family, and loved ones. Rest in peace, Champion.
“Hari ini kami berduka atas kepergian Prichard Colón. Seorang pejuang sejati yang kekuatan, keberanian, dan semangat bertarungnya menginspirasi orang-orang di seluruh dunia. Keluarga besar WBC menyampaikan belasungkawa terdalam kepada ibunya, Nieves, keluarga, dan orang-orang tercinta. Beristirahatlah dengan tenang, Juara,” demikian bunyi pernyataan WBC yang diunggah pada 13 Agustus 2026.
Baca Juga
India Resmi Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Karier dan Perjalanan Hidup Colón
Prichard Colón merupakan petinju kelas welter junior yang memulai karier profesionalnya pada 2013. Ia mencatat rekor impresif 16 kemenangan (13 KO) tanpa kekalahan sebelum insiden tragis terjadi.
Pada Oktober 2015, Colón mengalami cedera kepala parah usai bertarung melawan Terrel Williams. Ia ditemukan mengalami pendarahan otak dan koma selama 221 hari. Setelah sadar, Colón hidup dengan keterbatasan fisik dan harus menjalani perawatan intensif selama bertahun-tahun, namun semangatnya tak pernah padam.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, khususnya ibunda Nieves Colón yang setia mendampingi perjuangannya selama lebih dari satu dekade, serta seluruh komunitas tinju dunia yang menganggap Colón sebagai simbol ketangguhan.
Sumber: Unggahan resmi World Boxing Council di X (@WBCBoxing)
