JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah merencanakan pembiayaan sebesar Rp671,2 triliun pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027, dengan defisit 2,40 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026), dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden.
Besaran pembiayaan itu turun dibandingkan rencana pembiayaan APBN 2026 yang mencapai Rp689,1 triliun dengan defisit 2,68 persen PDB. Dalam pidato yang tayang di akun resmi Sekretariat Presiden itu, Prabowo menegaskan komitmennya menekan defisit lebih kecil lagi ke depan.
“Pembiayaan direncanakan sebesar Rp671,2 triliun dengan defisit sebesar 2,40 persen terhadap produk domestik bruto. Ini akan kita usahakan untuk kita tekan lebih kecil lagi. Kita memahami bahwa defisit yang ideal adalah sekecil-kecilnya, bahkan cita-cita kita adalah menuju anggaran yang berimbang.” — Presiden Prabowo Subianto dalam pidato penyampaian RUU APBN 2027 (YouTube Sekretariat Presiden)
Postur APBN 2027
Dalam pidato yang sama, Prabowo memaparkan belanja negara 2027 direncanakan mencapai Rp4.097,2 triliun, naik dari Rp3.842,7 triliun pada APBN 2026, sementara pendapatan negara diperkirakan Rp3.426 triliun. Pertumbuhan ekonomi 2027 ditargetkan 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen, dengan inflasi dijaga pada kisaran 2,5 persen.
Baca Juga
Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby, Bahas Penguatan Pertahanan
Menariknya, Prabowo juga menjelaskan angka defisit tersebut sangat bergantung pada asumsi makroekonomi. Jika PDB aktual lebih besar dari asumsi Rp27.987 triliun, defisit riil akan jauh lebih kecil. “Tapi jika ternyata PDB kita lebih besar, yang banyak lembaga internasional mengatakan seperti itu, maka defisit kita akan jauh lebih kecil,” ujarnya.
Kemenkeu: APBN Tetap Sehat dan Berkelanjutan
Kementerian Keuangan melalui akun resmi X @KemenkeuRI menyampaikan gambaran RAPBN 2027 dalam utas resminya. “Strategi ekonomi dan fiskal difokuskan pada delapan program prioritas, dengan APBN yang tetap dijaga sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” tulis akun @KemenkeuRI. Belanja negara juga diarahkan semakin berkualitas dan efisien, termasuk memperkuat pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia.
Topik utang negara ini ramai diperbincangkan warganet dan masuk daftar tren pencarian Google Indonesia. Sebagian menyoroti nominal pembiayaan yang masih besar, sebagian lain menyambut tren penurunan defisit dari tahun ke tahun sebagai sinyal disiplin fiskal.
Sumber: Video resmi Pidato Presiden RI — Penyampaian RUU APBN 2027 dan Nota Keuangan (YouTube Sekretariat Presiden, 14 Agustus 2026) dan utas resmi @KemenkeuRI soal RAPBN 2027.
