ASATUNEWS.CO, JAKARTA – Pertandingan Persija Jakarta kontra Brisbane Roar di Jakarta International Stadium (JIS), 29 Agustus 2026, bukan sekadar agenda pramusim bagi Shin Tae-yong.
Ada cerita masa lalu yang membuat pertandingan tersebut menjadi lebih menarik.
Brisbane Roar merupakan klub yang memiliki kaitan langsung dengan perjalanan karier Shin Tae-yong ketika masih aktif sebagai pesepak bola. Pada 2005, Shin bermain di Australia bersama Queensland Roar, klub yang kemudian berganti nama menjadi Brisbane Roar.
Lebih dari dua dekade kemudian, Shin kembali berhadapan dengan klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai pelatih Persija Jakarta.
Dari Korea Selatan hingga Australia
Sebelum dikenal sebagai pelatih yang membawa perubahan besar bagi sepak bola Indonesia, Shin Tae-yong merupakan salah satu pemain penting dalam sejarah sepak bola Korea Selatan.
Ia menghabiskan sebagian besar karier bermainnya bersama Ilhwa Chunma, yang kemudian dikenal sebagai Seongnam FC. Shin memperkuat klub tersebut selama lebih dari satu dekade dan menjadi bagian dari generasi yang meraih sejumlah gelar domestik serta Asia.
Pada 1992, Shin mendapatkan penghargaan K League Young Player of the Year.
Tiga tahun kemudian, ia menjadi bagian dari tim yang menjuarai Asian Club Championship 1995 bersama Ilhwa Chunma.
Shin juga dua kali meraih penghargaan MVP K League, yakni pada 1995 dan 2001.
Ringkasan karier bermain Shin Tae-yong
| Periode | Klub | Negara | Peran |
|---|---|---|---|
| 1992–2004 | Ilhwa Chunma/Seongnam | Korea Selatan | Pemain |
| 2005 | Queensland Roar | Australia | Pemain |
| 2005 | Queensland Roar | Australia | Asisten pelatih |
Catatan karier yang tersedia mencatat Shin membuat 401 penampilan dalam kompetisi domestik Korea dan mencetak 99 gol serta 68 assist. Ia kemudian mengakhiri karier bermainnya di Australia pada 2005 karena masalah cedera pergelangan kaki.
Queensland Roar, Awal Babak Australia
Kepindahan Shin ke Queensland Roar menjadi salah satu fase unik dalam kariernya.
Saat itu, ia sudah memasuki usia 30-an dan membawa pengalaman panjang dari sepak bola Korea Selatan ke kompetisi A-League Australia.
Namun kariernya sebagai pemain di Australia tidak berlangsung lama.
Pada September 2005, Shin mengumumkan pensiun sebagai pemain karena masalah cedera. Menariknya, ia tidak benar-benar meninggalkan klub.
Shin kemudian tetap berada di Queensland Roar dan membantu tim dalam kapasitas kepelatihan. ABC pada saat itu melaporkan bahwa Shin akan melanjutkan perannya di klub sebagai bagian dari staf kepelatihan setelah pensiun sebagai pemain.
Fakta Shin Tae-yong di Australia
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Klub | Queensland Roar |
| Tahun | 2005 |
| Kompetisi | A-League |
| Posisi saat bermain | Gelandang |
| Status berikutnya | Asisten pelatih |
| Alasan pensiun | Masalah cedera pergelangan kaki |
| Nama klub saat ini | Brisbane Roar |
Dengan demikian, Brisbane Roar bukan sekadar klub asing yang akan dihadapi Persija.
Klub tersebut merupakan salah satu bagian dari perjalanan transisi Shin Tae-yong dari pemain menjadi pelatih.
Dua Dekade Kemudian, Shin Kembali Bertemu Brisbane
Waktu telah berubah.
Queensland Roar kini dikenal sebagai Brisbane Roar. Sementara Shin Tae-yong telah berkembang dari pemain senior di Korea Selatan menjadi salah satu pelatih Asia yang memiliki pengalaman menangani klub dan tim nasional.
Pada 2010, Shin mencatat prestasi besar sebagai pelatih ketika membawa Seongnam Ilhwa Chunma menjuarai AFC Champions League.
Setahun kemudian, ia juga membawa Seongnam meraih Piala FA Korea.
Persija kemudian menjadikan rekam jejak tersebut sebagai salah satu alasan menunjuk Shin sebagai pelatih kepala untuk musim 2026/2027. Persija secara resmi mengumumkan Shin pada 8 Juni 2026.
Perjalanan penting Shin Tae-yong
| Tahun | Momen penting |
|---|---|
| 1992 | K League Young Player of the Year |
| 1993–1995 | Meraih tiga gelar liga Korea bersama Ilhwa Chunma |
| 1995 | MVP K League dan juara Asian Club Championship |
| 2001 | Kembali meraih MVP K League |
| 2005 | Bermain untuk Queensland Roar |
| 2005 | Pensiun sebagai pemain dan masuk staf kepelatihan Queensland Roar |
| 2010 | Membawa Seongnam menjuarai AFC Champions League |
| 2011 | Membawa Seongnam menjuarai Piala FA Korea |
| 2017 | Menjadi pelatih Korea Selatan |
| 2018 | Membawa Korea Selatan tampil di Piala Dunia Rusia |
| 2019/2020 | Mulai menangani Timnas Indonesia |
| 2023 | Membawa Indonesia ke babak 16 besar Piala Asia untuk pertama kalinya |
| 2024 | Membawa Indonesia mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 |
| 2026 | Ditunjuk sebagai pelatih Persija Jakarta |
Persija sendiri menegaskan bahwa pengalaman Shin di level klub dan tim nasional menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukannya. Klub ibu kota itu juga menyoroti kemampuannya mengembangkan pemain muda.
Era Shin Tae-yong Bersama Timnas Indonesia
Nama Shin Tae-yong di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari perkembangan Timnas dalam beberapa tahun terakhir.
FIFA mencatat bahwa di bawah Shin, Indonesia berhasil mencapai babak 16 besar Piala Asia 2023 untuk pertama kalinya. Indonesia juga berhasil mencapai putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, sebuah pencapaian penting dalam sejarah kualifikasi Indonesia.
FIFA bahkan mencatat perkembangan ranking Indonesia yang cukup signifikan selama periode tersebut. Dalam analisis FIFA pada 2024, posisi Indonesia disebut meningkat dari sekitar peringkat 175 pada September 2021 menjadi 133 pada Juli 2024.
Prestasi Shin bersama Indonesia
| Pencapaian | Status |
|---|---|
| Piala Asia 2023 | Babak 16 besar |
| Kualifikasi Piala Dunia 2026 | Putaran ketiga |
| Perkembangan pemain muda | Menjadi salah satu fokus utama |
| Ranking FIFA | Mengalami peningkatan signifikan selama periodenya |
| Masa kepelatihan | Berakhir Januari 2025 |
FIFA mencatat PSSI mengakhiri masa kepelatihan Shin pada Januari 2025 dengan alasan antara lain berkaitan dengan komunikasi dan taktik.
Kini, setelah sempat meninggalkan posisi pelatih Timnas Indonesia, Shin kembali ke sepak bola Indonesia melalui Persija.
Persija dan Babak Baru Shin Tae-yong
Penunjukan Shin menjadi salah satu keputusan terbesar Persija dalam menyambut musim 2026/2027.
Macan Kemayoran sebelumnya mengakhiri Super League 2025/2026 di posisi ketiga.
Persija mengumpulkan 71 poin dari 22 kemenangan, lima hasil imbang dan tujuh kekalahan. Mereka mencetak 65 gol dan hanya kebobolan 29 gol.
Statistik Persija di Super League 2025/2026
| Statistik | Catatan |
|---|---|
| Posisi akhir | 3 |
| Poin | 71 |
| Menang | 22 |
| Imbang | 5 |
| Kalah | 7 |
| Gol | 65 |
| Kebobolan | 29 |
Target Shin sekarang tentu berbeda.
Ia tidak lagi membangun Timnas dari level nasional, tetapi sebuah klub dengan tuntutan kompetisi mingguan.
Start Shin Bersama Persija Belum Mulus
Shin tidak mendapatkan waktu panjang untuk membangun Persija.
Latihan perdana Persija di bawah Shin baru dimulai pada 14 Juli 2026. Pada fase awal, Shin memprioritaskan peningkatan kondisi fisik sebelum masuk lebih jauh ke aspek taktik.
Persija kemudian mengikuti Piala Presiden 2026 sebagai salah satu bagian persiapan.
Baca Juga
Fenerbahce Takluk 1-2 dari Genclerbirligi di Laga Pembuka Liga Turki
Debut Shin di kompetisi tersebut berakhir dengan kekalahan 0-1 dari Persebaya pada 26 Juli.
Pada pertandingan berikutnya, Persija bermain imbang 2-2 melawan Port FC setelah sempat tertinggal dua gol. Arlyansyah Abdulmanan dan Stjepan Loncar menjadi pencetak gol Persija dalam pertandingan tersebut.
Dua laga awal Shin di Piala Presiden 2026
| Pertandingan | Hasil | Gol Persija |
|---|---|---|
| Persebaya vs Persija | 1-0 | – |
| Port FC vs Persija | 2-2 | Arlyansyah, Stjepan Loncar |
Hasil tersebut menunjukkan satu hal: Persija masih berada dalam proses pembangunan.
Shin sendiri sebelumnya mengakui persiapan tim belum ideal dan memperkirakan kondisi persiapan baru berada di kisaran 60–70 persen menjelang Piala Presiden.
Fokus Shin: Fisik, Adaptasi dan Identitas Permainan
Salah satu ciri pendekatan Shin Tae-yong adalah tuntutan fisik dan intensitas.
Hal itu terlihat sejak latihan pertama Persija. Ia terlebih dahulu membangun fondasi fisik sebelum memasukkan materi taktik secara lebih intensif.
Persija kemudian menjalani pemusatan latihan di Thailand. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan Agustus sebagai bagian dari persiapan menghadapi musim baru.
Artinya, pertandingan melawan Brisbane Roar datang pada fase yang sangat penting.
Bukan hanya pertandingan hiburan.
Laga tersebut menjadi kesempatan bagi Shin untuk menguji sejauh mana perkembangan tim setelah menjalani rangkaian persiapan pramusim.
Persija vs Brisbane Roar
Pertandingan Persija melawan Brisbane Roar dijadwalkan berlangsung di JIS pada 29 Agustus 2026.
Pertandingan tersebut juga menjadi bagian dari agenda launching skuad dan jersey Persija untuk musim 2026/2027. Kabar mengenai laga tersebut muncul pada 12 Agustus 2026 dan telah dikonfirmasi oleh sejumlah sumber.
Data pertandingan
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Pertandingan | Persija Jakarta vs Brisbane Roar |
| Status | International Friendly |
| Tanggal | 29 Agustus 2026 |
| Stadion | Jakarta International Stadium |
| Kota | Jakarta |
| Pelatih Persija | Shin Tae-yong |
| Klub lawan | Brisbane Roar |
| Agenda | Uji coba & launching Persija 2026/2027 |
Persija bahkan menggunakan tema “Rise for Glory” untuk agenda launching tersebut. Informasi yang beredar mencantumkan pertandingan dijadwalkan pada pukul 19.00 WIB.
Bukan Hanya Shin, Ada Cerita Rafael Struick
Pertandingan Brisbane Roar di Indonesia juga memiliki cerita lain.
Brisbane Roar dijadwalkan menjalani pertandingan melawan Dewa United sebelum menghadapi Persija.
Laga tersebut akan mempertemukan Brisbane Roar dengan Rafael Struick, pemain Indonesia yang pernah memperkuat klub Australia tersebut dan kini bermain untuk Dewa United.
Artinya, tur Brisbane Roar ke Indonesia menghadirkan dua cerita reuni sekaligus.
Rafael Struick menghadapi mantan klubnya.
Sementara Shin Tae-yong menghadapi klub yang pernah menjadi bagian dari perjalanan kariernya.
Mengapa Laga Ini Menarik?
Jika dilihat sekilas, Persija vs Brisbane Roar hanyalah pertandingan persahabatan.
Namun jika konteksnya diperluas, ada beberapa lapisan cerita.
Pertama, ini merupakan pertandingan internasional Persija menjelang musim baru.
Kedua, pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses Shin Tae-yong membangun tim.
Ketiga, Brisbane Roar memiliki hubungan historis dengan Shin.
Keempat, laga berlangsung di JIS dalam agenda launching Persija.
Dan kelima, pertandingan tersebut menjadi salah satu kesempatan pertama publik melihat sejauh mana perubahan Persija setelah menjalani persiapan di bawah Shin.
Lima alasan laga Persija vs Brisbane Roar layak dinantikan
| No | Alasan | Nilai cerita |
|---|---|---|
| 1 | Shin Tae-yong menghadapi klub masa lalunya | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| 2 | Persija menjalani uji coba internasional | ⭐⭐⭐⭐ |
| 3 | Bagian dari launching tim dan jersey | ⭐⭐⭐⭐ |
| 4 | Ujian persiapan sebelum Super League | ⭐⭐⭐⭐⭐ |
| 5 | Digelar di JIS | ⭐⭐⭐⭐ |
Dua Puluh Satu Tahun Setelah Australia
Ada sesuatu yang menarik dari pertemuan ini.
Pada 2005, Shin Tae-yong berada di Australia sebagai pemain Queensland Roar.
Pada 2026, ia kembali bertemu klub yang sama—dengan nama Brisbane Roar—tetapi dalam posisi yang sepenuhnya berbeda.
Dulu ia berada di lapangan sebagai pemain.
Kini ia berdiri di pinggir lapangan sebagai pelatih.
Dulu ia sedang berada di penghujung karier bermainnya.
Kini ia kembali ke Indonesia dengan tugas membangun salah satu klub terbesar di tanah air.
Itulah yang membuat Persija vs Brisbane Roar menjadi lebih dari sekadar pertandingan pramusim.
Bagi Shin Tae-yong, laga tersebut seperti sebuah lingkaran perjalanan karier yang kembali bertemu di Jakarta.
Dari Queensland Roar pada 2005, menuju perjalanan panjang di dunia kepelatihan, kemudian Timnas Indonesia, dan kini Persija Jakarta.
