Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Pernyataan itu disampaikan Megawati dalam arahannya pada Konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur yang digelar di Surabaya, Minggu (23/8/2026).
Dalam arahannya, Megawati mengutip penyebutan Bung Karno terhadap Surabaya sebagai “Dapur Nasionalisme”. Penegasan ini disampaikan PDI Perjuangan melalui akun resmi X (Twitter) @PDI_Perjuangan.
“Jawa Timur, khususnya Surabaya, memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan dan pembentukan pemikiran Presiden Pertama RI Soekarno atau Bung Karno. Bahkan, Bung Karno menyebut Surabaya sebagai ‘Dapur Nasionalisme’,”
demikian keterangan resmi PDI Perjuangan yang dikutip dari posting akun X @PDI_Perjuangan pada Minggu malam (23/8/2026).
Arahan Perkuat Basis di Akar Rumput
Dalam konsolidasi tersebut, Megawati menegaskan kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada ideologi, semangat juang, serta kedekatan dan pergerakan bersama rakyat di akar rumput. Karena itu, Megawati memerintahkan seluruh jajaran PDI Perjuangan Jawa Timur untuk semakin memperkuat basis dan kerja politik di tengah masyarakat.
“Kekuatan utama PDI Perjuangan terletak pada ideologi, semangat juang, serta kedekatan dan pergerakan bersama rakyat di akar rumput,”
Baca Juga Harris Turino Desak OJK Awasi Skema Tadpole Pinjol
tulis akun resmi PDI Perjuangan menegaskan arahan Ketua Umumnya kepada kader di Jawa Timur.
Pesan untuk Anak Muda
Megawati juga mengingatkan agar anak muda tidak takut memimpin. Ia mencontohkan Bung Karno yang berproses menjadi pemimpin dari sosok pemuda miskin dengan visi yang besar.
“Anak muda tidak takut bermimpin, seperti Bung Karno yang berproses menjadi pemimpin dari sosok pemuda miskin dengan visi yang besar,”
imbuh keterangan resmi tersebut.
Penyebutan Surabaya sebagai “Dapur Nasionalisme” bukan tanpa dasar. Kota Pahlawan itu menjadi saksi berbagai peristiwa besar pergerakan kemerdekaan, termasuk Pertempuran 10 November 1945 yang dikenal sebagai Hari Pahlawan, serta lahirnya banyak tokoh dan organisasi pergerakan nasional. Konsolidasi PDIP Jawa Timur di Surabaya ini menjadi bagian dari penguatan mesin partai di provinsi dengan basis massa terbesar tersebut.
