Jakarta — Anggota Komisi VIII DPR RI Lisda Hendrajoni mendorong pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) agar tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat terdampak dan perbaikan kerusakan rumah warga.
Pernyataan itu disampaikan Lisda dan diunggah akun resmi X (Twitter) DPR RI @DPR_RI, Sabtu (22/8/2026), merujuk pada wawancaranya di Ciawi, Bogor, Kamis (20/8/2026). Lisda menyampaikan keprihatinannya atas bencana gempa yang melanda sejumlah wilayah di NTT.
“Tentu kita sangat prihatin atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di NTT. Hingga saat ini, jumlah korban masih terus bertambah. Kami juga telah menerima data mengenai kerusakan rumah warga, baik yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan. Kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Lisda.
Penanganan Pascagempa NTT
Gempa berkekuatan M7,7 yang berpusat di Laut Flores pada 17 Agustus 2026 telah menyebabkan kerusakan luas di sejumlah kabupaten, antara lain Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, dan Nagekeo. Pemerintah melalui BNPB, TNI, Polri, serta kementerian/lembaga terus menyalurkan bantuan logistik, mendirikan hunian sementara, dan memulihkan akses infrastruktur yang sempat terputus akibat longsor.
Baca Juga
Menhan Sjafrie Sjamsoedin Terima C-130H Hasil Modernisasi GMF untuk TNI AU
Memasuki hari ketujuh pascagempa, TNI telah mengerahkan ribuan personel untuk mendukung penanganan bencana, sementara berbagai komisi DPR terus mengawal agar bantuan tepat sasaran — mulai dari sekolah darurat, hunian sementara, hingga pemulihan ekonomi warga terdampak.
Desakan Lisda menambah daftar perhatian DPR agar penanganan bencana di NTT tidak berhenti pada tahap darurat, tetapi berlanjut pada pemulihan dan rekonstruksi rumah warga yang rusak.
