Moderna dan Merck (dikenal sebagai MSD di luar Amerika Serikat dan Kanada) mengumumkan hasil positif uji klinis fase 3 INTerpath-001 untuk intismeran autogene, terapi neoantigen individual (individualized neoantigen therapy/INT) berbasis mRNA yang dikembangkan bersama kedua perusahaan. Terapi ini diberikan dalam kombinasi dengan Keytruda (pembrolizumab) sebagai pengobatan adjuvan bagi pasien melanoma stadium IIB-IV yang tumornya telah diangkat seluruhnya melalui operasi (reseksi lengkap).
Pengumuman itu disampaikan melalui akun resmi Moderna (@moderna_tx) dan Merck (@Merck) di X (Twitter), Rabu (19/8/2026). Dalam unggahannya, akun resmi Merck menyatakan:
In collaboration with @moderna_tx, we’re excited to share the first positive Phase 3 topline results for our investigational individualized neoantigen therapy (INT) in combination with our company’s immunotherapy in the adjuvant setting for certain patients with completely resected stage IIB-IV melanoma.
Hasil Uji Klinis Fase 3
Uji coba INTerpath-001 dinyatakan memenuhi endpoint utama berupa kesintasan bebas kekambuhan (recurrence-free survival/RFS) dan endpoint sekunder kunci berupa kesintasan bebas metastasis jauh (distant metastasis-free survival/DMFS) dibandingkan Keytruda saja. Ini merupakan hasil fase 3 positif pertama untuk terapi neoantigen individual dan untuk terapi kanker berbasis mRNA, sekaligus studi fase 3 pertama yang menunjukkan perbaikan bermakna secara klinis dibandingkan Keytruda saja pada pengobatan adjuvan melanoma.
Pada analisis interim yang ditetapkan sebelumnya, kombinasi intismeran autogene dan Keytruda menunjukkan perbaikan RFS dan DMFS yang signifikan secara statistik dan bermakna secara klinis pada pasien melanoma kulit stadium IIB, IIC, III, atau IV yang telah menjalani reseksi lengkap dan belum pernah menerima terapi sistemik. Sesuai protokol, studi akan dilanjutkan untuk mengevaluasi endpoint sekunder kunci lainnya, termasuk kesintasan keseluruhan (overall survival/OS). Profil keamanan kombinasi ini konsisten dengan studi-studi sebelumnya, tanpa ditemukan sinyal keamanan baru.
Langkah Selanjutnya
Data hasil uji akan dipresentasikan pada pertemuan medis internasional dan dibagikan kepada otoritas regulasi sebagai bagian dari persiapan pengajuan (filing) untuk intismeran autogene dalam kombinasi dengan Keytruda. CEO Moderna, Stéphane Bancel, dalam pengumuman resmi bersama menyebut temuan fase 3 ini sebagai momen penting bagi riset kanker. “For many years, the idea of creating an mRNA treatment designed specifically for an individual patient’s cancer was aspirational. We are now helping turn that vision into a reality,” ujarnya.
Baca Juga
BMKG Peringatkan Hujan Sedang-Lebat di Sumatera Utara
Intismeran autogene (sebelumnya dikenal sebagai V940 atau mRNA-4157) dirancang khusus untuk setiap pasien berdasarkan kumpulan mutasi unik di dalam tumornya, untuk melatih dan mengaktifkan sistem imun agar mengenali serta melawan sel kanker. Teknologi mRNA yang sama dengan vaksin COVID-19 kini menunjukkan potensi baru di bidang onkologi: terapi yang “dijahit” sesuai profil tumor masing-masing pasien.
Program pengembangan INTerpath saat ini mencakup sembilan uji klinis fase 2 dan fase 3 yang mengevaluasi intismeran autogene dalam berbagai kombinasi terapi, termasuk sebagai monoterapi.
Sumber
Unggahan resmi Moderna dan Merck di X dapat dilihat pada tautan berikut:
https://x.com/moderna_tx/status/2090123761949507881 https://x.com/moderna_tx/status/2090029002735882492 https://x.com/Merck/status/2090030431534006549
