Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyambut kedatangan Menteri Pertahanan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Laksamana Dong Jun, di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (20/8/2026). Penyambutan itu diunggah akun resmi Kementerian Pertahanan RI di media sosial X.
Dalam unggahan @Kemhan_RI, Kamis malam, terlihat Sjafrie Sjamsoeddin menerima langsung Laksamana Dong Jun di area bandara. Kehadiran Menhan RRT di Indonesia menjadi sinyal penguatan dialog pertahanan kedua negara di tengah dinamika keamanan kawasan Asia Tenggara yang semakin kompleks.
Kunjungan di Tengah Penguatan Kerja Sama Bilateral
Kunjungan pejabat tinggi pertahanan Tiongkok ke Indonesia bukan kali pertama terjadi. Kedua negara selama ini aktif menjalin komunikasi pertahanan, baik lewat pertemuan bilateral, latihan bersama, maupun forum keamanan regional seperti ASEAN Defence Ministers’ Meeting (ADMM). Penyambutan di Bali kali ini menegaskan bahwa jalur komunikasi tingkat menteri pertahanan kedua negara tetap terjaga.
Baca Juga
Pidato Kenegaraan Prabowo: Empat Pedoman, Target Ekonomi 6 Persen
Laksamana Dong Jun sendiri merupakan sosok senior di lingkungan militer Tiongkok dengan latar belakang Angkatan Laut. Pertemuannya dengan Sjafrie Sjamsoeddin di Indonesia menjadi perhatian luas, mengingat posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar dengan kepentingan besar pada stabilitas maritim kawasan.
Agenda Belum Diungkap, Publik Menanti
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai agenda pertemuan kedua menteri pertahanan tersebut. Akun resmi Kementerian Pertahanan RI baru mengonfirmasi momen penyambutan di Bandara Ngurah Rai. Publik menanti apakah kunjungan ini akan diikuti dengan pembahasan kerja sama pertahanan baru, kunjungan balasan, atau agenda bilateral lain di hari-hari berikutnya.
Momen ini sekaligus menjadi sorotan karena berlangsung hanya beberapa hari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, dan di tengah meningkatnya perhatian dunia pada keseimbangan kekuatan di kawasan Indo-Pasifik. Indonesia selama ini konsisten menjalankan politik luar negeri bebas-aktif, termasuk dalam menjalin kerja sama pertahanan dengan berbagai negara besar.
