Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 kali gempa bumi susulan pasca gempa utama magnitudo 7,7 yang mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Hingga Senin (17/8/2026), rangkaian gempa susulan masih terus berlangsung dan sejumlah di antaranya masih dirasakan warga.
Melalui akun resmi X (Twitter) @infoBMKG, BMKG mengumumkan gempa utama itu dengan keterangan: “Gempa Mag:7.7, 15-Aug-2026 04:58:24WIB, Lok:8.35LS, 121.37BT (36 km TimurLaut MBAY-NAGEKEO-NTT), Kedlmn:10 Km”. Gempa tersebut masuk dalam daftar gempa bumi berpotensi tsunami yang dirilis BMKG. https://x.com/infoBMKG/status/2088385710629986385
Ribuan Gempa Susulan Tercatat
Hingga pukul 07.00 WIB, Senin (17/8/2026), BMKG mencatat 1.598 kali gempa susulan dengan magnitudo terbesar 6,2 dan terkecil 1,3. Sekitar 54 kali di antaranya dirasakan masyarakat. Gempa susulan terbaru terjadi pukul 10.48 WIB dengan magnitudo 5,1; episenternya berada di laut 41 kilometer barat laut Mbay-Nagekeo dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan warga di sejumlah wilayah.
Baca Juga
Gempa M3,5 Guncang Bantul Yogyakarta, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan keterangan terkait perkembangan gempa NTT pada Senin (17/8/2026) di sela peringatan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka, Jakarta.
Rangkaian gempa susulan ini terjadi di tengah peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan RI. Warga di kawasan Nagekeo dan sekitarnya diimbau tetap tenang, waspada terhadap gempa susulan, serta tidak mudah percaya pada informasi yang tidak jelas asal-usulnya.
Sebelumnya, pada Minggu (16/8/2026) malam, dua gempa susulan M5,6 dan M5,1 juga mengguncang Ruteng-Manggarai, NTT, dalam rentang waktu kurang dari 20 menit dan tidak berpotensi tsunami. Kondisi ini menunjukkan aktivitas seismik di wilayah Flores dan sekitarnya masih tinggi pasca gempa M7,7.
