Jannik Sinner dipastikan absen dari US Open 2026. Petenis asal Italia itu mengumumkan mundur dari Grand Slam penutup musim yang akan digelar di Flushing Meadows, New York, karena cedera lutut kanan yang belum pulih sepenuhnya. Pernyataan tersebut disampaikan Sinner langsung melalui akun X resminya, @janniksin, Jumat malam (21/8/2026) waktu Indonesia.
Dalam pernyataannya, Sinner mengaku sudah bekerja keras bersama tim dan staf medis, termasuk kembali berlatih di Monte Carlo dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menyadari masih membutuhkan waktu lebih untuk memulihkan cedera lutut kanannya.
Even though I have been working hard with my team and my medical staff, we have now had to make the difficult decision that I will not be able to compete at the US Open this year. We have been back on court in Monte Carlo over the last couple of days and have realised that I still need more time to recover from my right knee issue.
“I’m obviously very sad and disappointed, as New York has a special place in my heart. I was very much looking forward to coming back and playing in the electric atmosphere in front of the great fans there,” lanjut Sinner dalam unggahan yang ramai dibagikan penggemar tenis tersebut.
Baca Juga
Sabalenka Menang Straight Sets atas Wang di Cincinnati Open
Dikonfirmasi US Open
Keputusan Sinner langsung dikonfirmasi penyelenggara turnamen. Akun resmi US Open (@usopen) mengumumkan bahwa Sinner mundur dari undian utama tunggal putra dan posisinya diisi Carlos Taberner. Kabar ini menjadi sorotan karena Sinner merupakan salah satu nama besar yang paling dinantikan tampil di New York musim ini.
Rune Juga Mundur
Bukan hanya Sinner, petenis asal Denmark Holger Rune juga dipastikan absen dari US Open 2026. US Open mengumumkan mundurnya Rune Sabtu dini hari (22/8/2026) WIB, dengan Facundo Diaz Acosta yang naik ke undian utama menggantikannya.
Absennya dua nama besar sekaligus membuat peta persaingan tunggal putra di US Open 2026 semakin terbuka. Sinner, yang dikenal sebagai salah satu petenis dengan konsistensi terbaik di sirkuit ATP, memilih memprioritaskan pemulihan ketimbang memaksakan tampil — keputusan yang kerap menjadi pertimbangan utama para petenis papan atas menjelang Grand Slam.
