Jumat, 02 Maret 2018 09:51 WIB

Politik dan Komedi Itu Sama

Riau -
Politik dan Komedi Itu Sama

MASYARAKAT tidaklah bodoh dalam menyikapi politik yang terjadi pada saat ini, sebab banyak yang dapat dipelajari pada kasus politik dimasa yang lalu. Berbagai persoalan sosial politik ditanggapi sebagian masyarakat dengan humor.

Beberapa masyarakatpun menyikapi secara dewasa setiap kejadian politik di negri ini, tapi ada juga yang menyiratkan ketidak berdayaan ataupun rasa letih, rasa tidak ada harapan melihat carut marut dunia politik setiap penyelenggaraan pilkad/pilpres.

Seorang komedian dari Pekanbaru, Fajar Mubarok mengatakan, saat ini sudah banyak humor soal politikpun beredar lewat jejaring sosial. Kebanyakan saling menyindir dan menyerang satu sama lainnya.

"Pemilu sudah hampir tiba, kampanye partai politikpun sudah dimulai. Masing-masing juru kampanye dengan jurus-jurus masing-masing berpidato mengklaim partainya yang terbaik," ujarnya.

Selain komedian, rupanya pria yang kerap disapa Fajar ini juga gemar mengamati politik. Ia juga mengatakan komedian dan politik sama-sama lucu yang bertujuan membahagiakan banyak orang, sebab jika janji-janji kampanye politik ditapati tentu akan membuat banyak orang mendapat kebahagiaan.

"Hal ini tentunya sama dengan komedi, jika komedi dapat disampaikan dengan baik orang yang menikmatinya dapat terhibur, intinya sama-sama bertujuan untuk membahagiakan banyak orang," ujarnya kembali.

Humor tidak berhasil murubah jidat kerut-merut manusia menjadi tawa, tetapi justru menghalangi jalan masuk bagi kegembiraan itu sendiri. Di negri ini sudah terbiasa dengan kalimat penderitaan dan kemiskinan adalah penjelasan sehari-hari.

"Hiburan dapat menjadi sebuah alternatif semua ini. Tapi tidaklah hiburan yang melulu mengocok perut, namun mengantarkan kita kepada kenaikan kelas masyarakat," ungkapnya. 

Penulis Rahadian Muhammad

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :