Senin, 26 Februari 2018 08:07 WIB

Kini Saatnya Dinas dan OPD di Kampar Buat Terobosan

Berita -
Kini Saatnya Dinas dan OPD di Kampar Buat Terobosan

Bupati Kampar saat memimpin rapat.

BANGKINANG (asatunews) -- Bupati Kampar H Azis Zaenal dan Catur Sugeng Susanto untuk mewujudkan Kabupaten Kampar yang lebih maju, dia menginginkan agar di setiap satker mulai dari para Kasi sampai Kepala Dinas  harus memiliki trobosan yang bagus.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM didampingi Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH dan Sekda Kampar Drs Yusri MSi saat melakukan diskusi singkat dalam kunjungan kerja dengan para pejabat di Kantor  Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Dinas P dan K di Bangkinang.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati mengumpulkan seluruh pejabat di Bapenda mulai dari Kadis, Sekretaris, Kabid dan Kasi. Bahan utama mulai Kadis, Sekretaris serta para Kabid langsung satu-persatu dimintai keterangan terkait tugas pokok masing-masing. Sejauh mana pelaksanaan serta apa terobosan di setiap bidang atau OPD tersebut.

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Azis menilai Kampar memiliki potensi PAD yang luar biasa. Namun, dia heran mengapa kenaikan PAD Kampar dari tahun ke tahun tidak terjadi. Jika pun mengalami kenaikan, naik hanya dengan persentase yang tipis.

''Ke depan, PAD kita harus meningkat. Banyak sumber yang bisa kita genjot untuk meeningkatkannya. Dengan syarat kita semua harus bekerja dan melakukan terobosan di bidang kita masing-masing,'' seru Azis.

''Saya juga mempertanyakan mengapa potensi PAD kita menguap? Kemana uang itu perginya, kesempatan untuk meningkatkan PAD ada kenapa kita tidak manfaatkan dengan baik. Dengan demikian berarti kita belum optimal mengelola PAD dari hasil pajak,'' ujar dia lagi.

Untuk itu, Azis meminta para bawahannya untuk merubah pola pikir. Bekerja harus  mampu menelurkan ide-ide cemerlang untuk membangun, agar hasil kerjanya bisa dirasa oleh masyarakat  Kampar.

Ditempat yang berbeda, hal senada juga disampaikan Azis Zaenal saat melanjutkan kunjungan ke Dinas Pendidikan dan Kepemudaan Kampar, setiap esselon atau yang memegang tanggungjawab berikan terobosan yang bagus. Jangan hanya bekerja  menerima disposisi dari atasan semata.

''Yang tak kalah penting itu bekerja harus berbasis data. terukur dan terencana
Dalam hal ini, Azis mencontohkan kerja yang tak berbasis data terjadi di sekolah yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan jumlah murid 70 orang, hanya memiliki 3 orang guru THL serta satu orang kepala sekolah merangkap sebagai guru yang hanya pangkat golongan IIa.

''Sementara Kampar memiliki 5.570 orang guru SMP dan SMA 1.157 serta THL 1.833. Dengan demikian bagaimana bisa 70 murid hanya memiliki 4 orang guru? Pemerataan distribusi guru tidak terajdi. Sementara datanya sudah jelas begitu. Mestinya guru-guru itu bisa kita sebar berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah di setiap kecamatannya,'' Azis mencontohkan.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :