Senin, 12 Februari 2018 18:35 WIB

Meriah! 7500 Lampion Dipasang, Selatpanjang Memerah

Riau -
Meriah! 7500 Lampion Dipasang, Selatpanjang Memerah

SELATPANJANG (asatunews) -- Hubungan Indonesia dan Tiongkok sudah lama terjalin. Paling tidak pada abad ke 19 pedagang muslim Tiongkok telah menginjakkan kaki di tanah Melayu Riau, dan tidak berbeda jauh juga di kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. 

Banyak pertukaran budaya yang telah terjadi di antara kedua negara tersebut. Salah satunya adalah lampion. Budaya lampion yang dimulai saat Dinasti Han Timur sekitar 2.000 tahun yang lalu pun juga sudah menjadi tradisi di Indonesia, khususnya di Selatpanjang.

Di Selatapajang, lampion telihat semarak ketika memasuki perayaan Imlek saja. Seperti menyambut perayan Imlek yang telah ditetapkan pada, Jumat (16/2'18) mendatang. 

Saat ini menjelang perayaan tersebut, lebih kurang 7500 unit lampion yang terpasang mengelilingi pusat kota Selatpanjang. 

Hal itu diungkapkan oleh, salah seorang tokoh warga Teonghoa di Meranti, yang juga sebagai kordinator lighting pasca perayaan Imlek, Atai, kepada Pekanbaru Pos, Senin (12/2/18). 

"Ini sudah berlangsung lama. Untuk pemasangan lampion di Meranti memang sudah menjadi agenda tahunan pasca Perayaan Imlek. Saat ini saja sudah terpasang kira kira sebanyak 7500 unit lampion disejumlah sudut kota Selatpanjang, Meranti-Riau," ungkapnya. 

Beberapa titik yang sudah terpasang lampion itu diantaranya terdapat di jalan Imam Bonjol, Ahmad Yaani, Diponegoro , Rintis, serta Jalan Ibrahim Selatpanjang, Kecamatan Tebing Tinggi, Kepulauan Meranti. 

"Titik yang saya sebutkan Itu yang sudah tetpasang. Kemungkinan akan terus bertambah menjelang tibanya perayaan tersebut, " ujar Atai. 

Selai  itu menurutnya, persedian dan pengadan seluruh lampu lampion sepenuhnya sosial donasi dari masyarakat Teonghoa yang tersebar di Meranti. 

"Pengadaan lampion itu sendiri sepenuhnya dari donasi masyarakat. Besaran anggarannya yang masuk tidak terpantau, karena lampu lampion ini sebagaian sudah ada jauh sebelum ini, dan ada sebagian kita tambah pada tahun ini," ungkapnya. 

Terpisah dihari yang sama, Kepala PT PLN (Persero) Rayon Selatpanjang, Annas Yasin Ilmianto mengungkapkan, hingga saat ini ada beberapa pelanggan yang mengajukan ekstra daya untuk keperluan pemasangan lampion di wilayah kerjanya. 
"Ada beberapa pelanggan yang telah mengajukan ekstra daya untuk pemasangan lampion, namun jumlahnya belum dihitung," kata Anas.

Menurutnya dalam kesiapan daya bangkit PLTD pasca perayaan Imlek memang terlihat meningkat. Hal itu terpantau pada beban puncak yang hampir mencapai 11, 5 mega watt(Mw). 

Dengan kapasitas total pembangkit PLTD PLN Selatpanjang 14,5 Mw, beban puncak tersebut dapat terpenuhi dengan baik dan maksimal. "Pembangkit kita masih surplus mas, yang jelas masih bisa mengcover beban puncak pemakaian pasca Imlek tahun ini," ungkapnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :