Sabtu, 10 Februari 2018 15:47 WIB

Jika Pemprov Riau ngotot Mau Eksekusi, Ahli Waris Tidak Akan Tinggal Diam

Hukrim - Toni
Jika Pemprov Riau ngotot Mau Eksekusi,  Ahli Waris Tidak Akan Tinggal Diam

PEKANBARU (asatunews) -- Ahli Waris dari tanah yang terletak di Jalan Sudirman - Jalan Sam Ratulangi di Kelurahan Sago Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, akan melalukan upaya hukum lain apa bila Pemerintah Provinsi (Pemprov) tetap ngotot melakukan eksekusi terhadap lahan itu.

Hal tersebut disampaikan oleh T Ronaldo Nainggolan SH, Advokat dari Noesantara Law Firm‎ selaku Kuasa Hukum Firdaus, Ahli Waris dari H Ibrahim dalam jumpa pers di salah satu hotel di Jalan Riau Pekanbaru Jumat siang kemarin.

"Kita sangat menyayangkan sikap  Pemprov Riau, yang mengancam akan melakukan eksekusi dengan cara memasang pagar diatas lahan tersebut," kata  Nainggolan dihadapan puluhan wartawan siang itu.

Nainggolan juga mengingatkan, agar pejabat Pemprov berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan, apalagi di tahun Politik saat ini. "Pemprov melakukan pembohongan publik. Tidak ada itu satu pun dictum dalam amar putusan MA yang menyatakan bahwa tanah tersebut milik Pemprov‎,"  ucap Ronaldo.‎

Ada-ada saja sambungnya, eksekusi akan dilakukan Satpol PP. Namun jika benar itu terjadi katanya lagi, maka Ahli Waris tak akan tinggal diam. Bisa jadi, akan timbul upaya hukum lain.

Dijabarkan Ronaldo,  putusan MA itu memang telah inkracht. Dimana, dasar Pemprov mengklaim, ujarnya, adalah Sertifikat Hak Pakai nomor 261 tahun 1982, yakni sebagai Kantor Dinas Pertanian Tanaman Rakyat.

Sertifikat itu,  lanjutnya, hanya berlaku selama dipakai. Jika tanah itu tak lagi digunakan dan sertifikatnya tak diperpanjang, maka berakhir lah hak pakai itu.

"Cek saja, ada tidak nomor register tanah itu sebagai aset Pemprov. Oleh karena itu, putusan MA itu memang menolak Kasasi yang kami ajukan. Tapi putusan itu tak menyebut bahwa Pemprov sebagai pemilik,"  pungkasnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :