Sabtu, 10 Februari 2018 11:33 WIB

Jaksa Masih Rahasiakan Tersangka Dugaan Korupsi PTT di Diskes Pelalawan

Hukrim -
Jaksa Masih Rahasiakan Tersangka Dugaan Korupsi PTT di Diskes Pelalawan

Ilustrasi

PELALAWAN (asatunews) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan mengaku telah mengantongi nama tersangka dalam kasus dugaan korupsi penerimaan Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan tahun 2015.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Lasargi Marel SH, tidak menampik hal tersebut. Dikatakannya, pihaknya fokus mengusut perkara tersebut, hingga akhirnya ditingkatkan di tahap penyidikan. 


Pada tahap tersebut, Penyidik kata Marel, terus berupaya mengumpulkan alat bukti untuk menjerat pihak yang diduga bertanggungjawab dalam perkara. ''Mudah-mudahan, minggu depan akan ada penetapan tersangka,'' ucapnya saat ditemui di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Lebih lanjut diterangkan mantan Kasi Intelijen Kejari Kampar itu, pesakitan dalam perkara tersebut diyakni tidak bekerja sendiri pada perkara ini, dalam penerimaan tenaga honorer tersebut.

''Lebih dari satu orang (tersangkanya). Terkait hal ini, pihaknya akan segera memanggil para pesakitan tersebut untuk dimintaiketerangan dalam statusnya sebagai tersangka. Identitasnya nanti saja (disampaikan). Kita akan panggil mereka terlebih dahulu untuk diperiksa sebagai tersangka,'' sambungnya.

Untuk diketahui, perkara dugaan korupsi penerimaan PTT Diskes Pelalawan mencuat setelah oknum PNS Diskes Pelalawan atas nama Yulia Fitri dilaporkan warga yang mengaku ditipu dalam penerimaan tenaga kesehatan. Korban telah menyetorkan sejumlah uang agar segera diloloskan sebagai tenaga honor tahun 2015. Namun hingga pengumuman pemenang, nama-nama korban tidak muncul walau uang pelicin telah disetor.

Dalam perjalanan perksranya, Yulia Fitri dihadirkan ke persidangan dan dinyatakan bersalah. Dia divonis selama 2 tahun dan 5 bulan dalam perkara itu.

Tidak sampai di situ, Korps Adhyaksa Pelalawan mengendus ada dugaan korupsi dari perkara pidana itu. Diduga Yulia Fitri tidak bekerja sendirian, tapi melibatkan oknum pejabat di Diskes Pelalawan yang mengarah ke perbuatan melawan hukum dengan menggunakan jabatan tertentu.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :