Kamis, 08 Februari 2018 08:59 WIB

Soal Pembangunan di Kelurahan Ujung Batu, Ini Permintaan Camat

Riau -
Soal Pembangunan di Kelurahan Ujung Batu, Ini Permintaan Camat

Musrenbang

UJUNGBATU (asatunews) -- Minimnya anggaran, sering kali menjadi penghambat pembangunan di satu daerah, salah satunya di Kelurahan Ujung Batu, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). Berbeda dengan desa, anggaran untuk kelurahan hanya cukup untuk menutupi gaji ASN.

Oleh sebab itu, Camat Ujung Batu, Fisman Hendri SHut menekankan kepada dinas terkait untuk memprioritaskan pembangunan di Kelurahan Ujung Batu. Kemudian, keterwakilan DPRD Rohul khususnya dari daerah pemilihan (Dapil) IV, diharap dapat mengawal agar pembangunan itu bisa sampai ke kelurahan.

"Selama ini anggaran buat kelurahan itu tidak ada.  Untuk rencana pembangunan tahun 2019, saya minta kepada dinas terkait dan anggota DPRD Rohul khususnya Dapil IV untuk proaktif membangun kelurahan," Efis biasa ia disapa.

Di Kelurahan Ujung Batu, kata Efis sangat diperlukan pembangunan parit sepanjang jalur dua Jalan Sudirman. Karena, setiap kali masuk musim penghujan parit yang ada saat ini tidak dapat menampung debit air, sehingga meluber ke badan jalan. 

"Persoalannya sekarang ini adalah parit yang tidak dapat menampung debit air. Sehingga meluber ke jalan, dan menyebabkan jalan jadi rusak dan berlobang. Salah satu contoh, di depan Masjid Darul Iman Ujung Batu, disana perlu penambahan parit," terangnya.

Efis juga berharap, agar dinas terkait dapat merealisasikan pembangunan jalur dua dari Simpang Ngaso menuju perbatasan Kecamatan Pagaran Tapah Darussalam. 

"Kemudian, jalur dua dari Simpang Siabu sampai ke Jembatan Sungai Rokan, Desa Sukadamai," jelas Camat Evis saat membuka acara musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, kemarin.

Kegiatan yang dipusatkan di aula Intan Podi Kantor Camat Ujung Batu ini juga dihadiri, 15 perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) Rohul, Wakil Ketua DPRD Rohul, Hardi Candra beserta anggota DPRD dapil IV seperti, Gusri, Adam Safaat, HM Hilip, Mazril dan Nono Patria Pratama, Upika Ujung Batu, lurah dan kepada desa se Ujung Batu, tokoh masyarakat, pemuda dan agama Kecamatan Ujung Batu.

Dalam kesempatan itu, empat kepala desa yakni, Kepala Desa Ngaso, Andes Siata, Kepala Desa Pematang Tebih, Selamat, Kepala Desa Sukadamai Ramtani Rokan dan Kepala Desa Ujung Batu Timur, Harde Yanto, terlihat memaparkan usulan pembangunan yang sebelumnya ditampung melalui Musrenbang di masing-masing desa.

Usulan pembangunan yang mereka sampaikan saat itu didominasi terkait pembangunan infrastruktur seperti, drainase, pengaspalan jalan lingkungan dan pembuatan turap sungai. Kemudian, usulan di bidang kesehatan, pendidikan serta usaha kreatif masyarakat.

Menanggapi usulan tersebut, Kepala Bappeda Rohul, Ir Nifzar MSi melalui Kabid Perencanaan Pembangunan, Mawardi Azhar ST menjelaskan, usulan yang telah disampaikan desa, kelurahan pada Musrenbang kecamatan itu akan menjadi bahan untuk dibawa ke forum SKPD.

"Nantinya usulan tersebut disesuaikan dengan prioritas kabupaten, berdasarkan prioritas satuan kerja pada saat Musrenbang kabupaten. Kemudian, usulan itu kita tampung, untuk bahan dan acuan rencana kerja tahun 2019," jelasnya.

Terkait pembangunan jalur dua yang diusulkan camat, ia mengutarakan bahwa jalur dua itu merupakan ruas jalan provinsi. Perlu perhitungan beban angkutan, baru di reviuw. 

"Ada tiga titik yang akan diajukan ke provinsi, dua titik jalur dua dan satu jembatan. Kita tampung dulu usulan ini, kemudian kami usulkan ke provinsi," tukasnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD Rohul, Hardi Candra mengaku anggaran untuk kecamatan Ujung Batu setiap tahunnya mencapai 20 milyar per tahun. 

"Nah, kami di DPRD selalu berupaya agar Ujung Batu mendapat porsi pembangunan. Untuk periode 2009-2014 hingga 2014-2019, anggaran pembangunan untuk Ujung Batu 20 milyar setahun. Itu lah yang dibagi untuk 1 kelurahan dan 4 desa," ulasnya.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :