Selasa, 06 Februari 2018 22:03 WIB

Kemenangan Gugatan Riau Madani Dituding Tommy "Disponsori" Sinar Mas Group

Riau - Toni
Kemenangan Gugatan Riau Madani Dituding Tommy "Disponsori"  Sinar Mas Group

PEKNBARU (ASATUNEWS)- Mantan Sekretaris Yayasan Riau Madani Tommy Freddy Manungkalit SH, yang beberapa waktu lalu memenangkan gugatan terhadap tergugat PTPN V dan tergugat I PT PSPI di Pengadilan Negeri Bangkinang, hingga kebun sawit seluas 2.283 hektar di Desa Kabun Kecamatan Kabun Rokan Hulu ini harus dieksekusi. Kini putusan eksekusi itu memunculkan polemik.

Yayasan Riau Madani yang memenangkan gugatan dituding merupakan kepentingan salah satu perusahaan besar (Sinar Mas Grup) disebut-sebut berada belakang Riau Madani untuk memenangkan gugatan itu.

Tudingan Tommy berdasarkan pada fakta di lapangan, bahwa untuk mengeksekusi lahan tersebut, kata Tommy Sinar Mas mensponsori sejumlah alat berat untuk mengeksekusi dan menumbangkan tanaman sawit di areal HPH-TI milik PT Perawang Sukses Perkasa Industri (PSPI) ini.

"Bahwa PT PSPI merupakan anak perusahaan milik Surya Dumai Grup, sesuai dengan SK Menhut RI No. 249/KPTS-II/1998 tertanggal 27 Februari 1998. Namun saat ini, justru Sinar Mas yang terlihat memiliki kepentingan atas areal HPH-TI tersebut. Padahal sesuai SK Menhut, HPH-TI PT PSPI ini tidak bisa dipindahtangankan tanpa seizin Menhut," papar Tommy dalam konferensi pers bersama puluhan awak media, Selasa tadi.

Tommy yang di kalangan wartawan dikenal sebagai pentolan Yayasan Riau Madani ini mengakui, di awal gugatan terhadap PTPN V dan PT PSPI itu, dirinya memang aktif. Namun belakangan, setelah diketahui bahwa gugatan tersebut tak lagi sesuai dengan tujuan semula, Tommy memilih mundur. Mundurnya Tommy saat itu dilakukan karena menilai yayasan Riau Madani telah ditunggangi kepentingan Sinar Mas Group.

Meskipun tak aktif lagi di persidangan, namanya masih tercantum sebagai Sekretaris dalam gugatan tersebut dan Tommy tetap memonitor setiap perkembangan perkaranya. Atas masalah dugaan peralihan perizinan HPH-TI ini, Tommy berharap pihak Kejaksaan Tinggi Riau segera menyelidiki dugaan pelanggaran pemindahtanganan izin HPH-TI PT. PSPI tersebut.

"Yang lebih aneh lagi, tanpa dasar yang jelas, PT PSPI melakukan lelang atau tender eksekusi (penumbangan) tanaman sawit di areal tersebut. Sesuai SPK Nomor 02/DBI/SPK/01/2018, di mana tender pekerjaan tersebut dimenangkan oleh PT. Dare Better Indonesia dan sub kontraktor CV Berkah Mandiri Nusantara," pungkasnya.

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :