Kamis, 18 Januari 2018 07:49 WIB

Agar Petani Tak Rugi

Ini Kata KPPU Soal Data Beras

Nasional -
Ini Kata KPPU Soal Data Beras

Foto : Istimewa/net

JAKARTA (asatunews)- Komisi Pengawas Persaingan Usaha  (KPPU) menyatakan konsolidasi data  beras harus segera dilakukan. Sebab penting untuk proses pengambilan keputusan, termasuk impor.

Hal itu dikatakan Komisioner KPPU Saidah Sakwan di Jakarta, Rabu, 17 Januari 2018. "Yang perlu disuarakan adalah melakukan konsolidasi data secepatnya," katany seperti yang dilamsir dari tempo.co.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian menyatakan ada sisa stok 1 juta ton beras pada 2017 dan bakal ada tambahan stok sebanyak 329,3 ribu ton pada bulan ini. Di sisi lain, Bulog menyatakan cadangan beras 950 ribu ton pada pekan lalu yang berkurang menjadi 800 ribu ton pada pekan ini.

Kementerian Perdagangan memutuskan akan mengimpor beras sebanyak 500 ribu ton dari Thailand dan Vietnam lantaran terjadi lonjakan harga beras lantaran menipisnya pasokan.

Saidah mengatakan, jika data ini tak segera dikonsolidasikan, maka petani dan masyarakat konsumen akan dirugikan. Adapun perbedaan data, menurut dia, terjadi lantaran perbedaan kepentingan antarkementerian dan lembaga tersebut.

"Ini kan masing-masing punya kepentingan. Kementerian Pertanian punya kepentingan untuk swasembada, untuk subsidi pupuk, subsidi benih. Beda dengan Kementerian Perdagangan," ujar Saidah.

Saidah mengatakan, jika perlu konsolidasi data  beras harus dilakukan di tingkat rapat terbatas dengan Presiden. Sebab basis data ini kan menjadi framework dalam memutuskan kebijakan.

Terkait

KOMENTAR

Komentar Via Facebook :